NYADRAN


  • Menjelang akhir bulan Sya’ban atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa, banyak warga masyarakat menjalankan tradisi nyadran yaitu berziarah dan menabur bunga ke makam leluhur.Seperti  biasa di bulan seperti ini banyak pedagang bunga musiman bermunculan. Musim nyadran merupakan berkah tersendiri bagi para pedagang bunga musiman yang muncul setiap menjelang bulan Ramadhan seperti ini.

    bakul kembang

Atau ada juga yang melaksanakan tradisi padusan yaitu mandi bersama – sama di sumber mata air yang dianggap bersih dan suci misalnya :laut, sungai atau sendang (sumber mata air kecil yang berupa kolam). Tujuan padusan adalah membersihan diri secara lahir batin untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Di daerah tempat tinggalku  melakukan ziarah ke makam leluhur, tidak lazim membawa bunga, cukup memanjatkan doa dan membersihkan lingkungan makam. Sebelum  ke makam untuk melaksanakan tahlilan bersama -sama  dengan warga lainya, setiap warga diwajibkan untuk membawa walimahan untuk di bawa ke masjid.

besek walimahan

Walimahan tersebut berupa makanan yang di letakan di wadah dari anyaman bambu berukuran cukup besar, kalau di sini menyebutnya besek dan di hias dengan kertas minyak aneka warna Besek tersebut di isi makanan terdiri dari, nasi komplit sayur dan lauk pauknya, pisang raja atau pisang ambon di pilih ukuranya yang besar – besar, tak ketinggalan bermacam – macam kue  tradisional. Ada juga yang ditambah dengan kain sarung atau mukena, biasanya yang menambahi seperti itu , adalah orang – orang yang di pandang cukup mampu di kampung kami.  Walimahan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur karena akan memasuki bulan Ramadhan, bulan suci  yang selalu di tunggu – tunggu oleh umat Islam seluruh  dunia.

Sepulang dari makam, warga berkumpul lagi di masjid untuk mendengarkan pengajian dari Bapak Kyai  setempat atau mengundang  dari luar daerah. Setelah pengajian selesai, walimahan tadi dibagikan kembali kepada para undangan maupun warga.

Jadi semacam tukar – tukaran makanan yaa… 🙂

Kalau di daerahmu, tradisi apa yang di lakukan oleh warga setempat, Kawan ?

Iklan

2 pemikiran pada “NYADRAN

  1. kalau di kampungku sana ya ada model walimahan seperti itu mbak, dulu pas alm. ibuku msh hidup, skrg apa masih ada nggak ya di sana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s