JIMPITAN


Ceritanya barusan aku lupa naruh uang di gelas jimpitan, jadinya Mas yang tugas dari karang taruna ketuk – ketuk pintu, mengusik keasikanku menonton pertandingan sepakbola antara Timnas Indonesia U 22 melawan Timnas Malaysia U 22, mudah – mudahan hasil akhirnya Timnas kita memperoleh kemenangan ya..Semoga!
Kembali ke jimpitan tadi, seingatku dulu yang namanya jimpitan itu  beras sejimpit yang ditaruh menggunakan wadah kecil yang diletakan dekat pintu rumah warga. Tiap malam Bapak – bapak yang ronda malam bertugas  mengambil jimpitan di rumah – rumah warga, untuk kemudian dikumpulkan, dan di jual kembali bagi warga yamg membutuhkan dengan harga yang sangat murah, dan uang hasil penjualan masuk kas RT untuk berbagai macam keperluan warga RT atau beras yang sudah terkumpul tersebut diperuntukan bagi kepentingan warga yang sedang tertimpa musibah misalnya kematian.

Lain dulu lain sekarang, jimpitan yang diprakarsai oleh karang taruna di kampungku ini, tidak lagi menggunakan beras sejimpit tapi jimpitan berupa uang sebesar Rp. 100,- yang juga di masukan dalam wadah kecil, karang taruna di sini berinisiatif semua warga menggunakan wadah bekas kemasan air mineral yang di cat hitam, supaya seragam. Selain uang yang di masukan ke dalam wadah juga ada pencatatan harian uang yang telah di ambil oleh petugas dari karang taruna.

gelas wadah uang dan catatan uang yang telah di ambil

Sekilas jumlah nominalnya kecil, tapi setelah lihat di catatan ternyata sedikit demi sedikit ternyata memang menjadi bukit. Perhitungan kasarnya dalam satu bulan ada 30 hari , berarti satu bulan setiap warga mengeluarkan jimpitan sebesar Rp. 3.000,- dikalikan jumlah warga sekitar 150 KK, jadi dalam satu bulan pemasukan untuk kas warga sekitar Rp. 450.000,- Wow! Jumlah yang lumayan besar untuk sekelas kampung di sebuah Kecamatan yang jauh dari pusat Kabupaten.

Kawan, masih adakah tradisi jimpitan di daerahmu ?

* jimpitan : sesuatu diambil dalam jumlah yang sangat sedikit

Iklan

18 pemikiran pada “JIMPITAN

  1. aku baru dengar jimpitan mba :D..
    tapi kalau ditempatku udah dijadwalkan kyk berapa uang iuran warga yg nantinya untuk bapak-bapak yang jaga keamanan warga..terus masalah jaga malam, biasanya ada istilah jadwal konsumsi.

    • Itu istilah di Jawa sini Dan..

      Sebenarnya maksudnya sama aja sih, semacam iuran yg dikumpulkan tiap hari bisa berupa uang atau beras..dg jumlah yg sedikit, tapi bila dikumpulkan tiap hari kan jadi banyak bisa dimanfaatka untuk berbagai keperluan warga kampung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s