#Postcardfiction : IBU PULANG, NAK..


” Pulang ke kampung mau kerja apa kamu ?” begitu kata Pak Iwan, Manager Human Resources and Development tempatku bekerja. Itu kata – kata pertama kali yang kudengar setelah tiga kali aku mengajukan surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri yang pertama dan yang kedua, hanya tergeletak manis di ujung meja kerja beliau. Mungkin tanpa pernah di bacanya pula.

” Tahukah kamu, bahwa perusahaan ini masih membutuhkan tenaga dan pikiranmu, sayang sekali potensi yang kamu miliki jadi tidak berkembang nantinya “, lanjutnya tanpa menunggu jawaban dariku.

Bapak tidak pernah tahu apa yang berkecamuk dalam pikiran dan hatiku, meski  aku selalu bercanda dan tertawa  di ruang kerja. Tahukah Bapak apa yang sedang saya tutupi  dengan tawaku yang terdengar renyah itu. Yaaa..kegamanganku sebagai ibu baru, ibu yang sedang bahagia – bahagianya di anugerahi bayi mungil nan cantik, yang harus ditinggalkan  bersama kakek nenek di kampung hanya untuk sebuah label : wanita karir !

Dan tahukah Bapak, bahwa seringkali saya menangis diam – diam di pojok kantin, hanya ingin mendengar suara tangisan bayiku ? Atau segera meleleh air mataku bila melihat seorang bayi dalam dekapan ibunya di ajak jalan – jalan di Mall seberang kantor kita. Betapa saya mengingikan hal itulah yang saya lakukan di setiap hariku. Mendekapnya,  mendengar tangisnya, tawanya, celotehnya, tanpa harus terbentang jarak yang teramat jauh bagiku.

Setahun, ya setahun sudah kulalui tanpa tangisan, tawa dan celoteh bayiku. Setahun mungkin waktu yang sangat singkat, tapi bagiku ? Alangkah lamanya waktu itu berlalu, di setiap malam kuhitung detik per detik yang terasa abadi. Dua hari lagi adalah hari ulang tahunmu, Nak. Bisakah Ibumu  menemanimu meniup lilin di hari ulang tahun pertamamu ? Entahlah !

”  Semoga kamu menemukan pekerjaan yang lebih baik dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga “,  suara merdu Pak Iwan membuyarkan lamunanku. Sontak bunga – bunga di sepanjang koridor kantor itu, tersenyum padaku.

Ibu segera pulang Nak, Ibu berjanji akan menemanimu sepanjang hari sampai nanti.

 

Note : 299 kata

Iklan

44 pemikiran pada “#Postcardfiction : IBU PULANG, NAK..

  1. aq dibelakangmu mba.. 😀 *joget ala cheersleader memberi semangat*

    Materi bukanlah segalanya.
    Tempatnya seorang wanita adalah di rumah, bersama keluarga.

    Dan itulah kebahagiaan. ^-^

    • Wow…jogetnya mirip ceribel lho Utie…•‧::‧• ♥♏ªƙªsίђ♥ •‧::‧• Semangatnya !!

      Setuju banget dengan komenmu Utie, bahagia itu bersama keluarga.

  2. Ping balik: Tulisan “IBU PULANG, NAK……..” Sungguh Luar Biasa | Lambangsarib's Blog

  3. Sedih uy…
    hmmm…. karir sama anak mana yang dipilih?
    saya pribadi pilih anak.
    karena saya dari kecil sudah tak punya orang tua.
    jadi saya ingin kelak anak-anak saya merasai kasih sayang orang tua nya.

    btw, salam kenal dari saya blog tetangga urang sunda. 😉

  4. Salut dengan keputusan yang telah diambil, tapi saya pun salut dengan para ibu, para istri yang terpaksa “meninggalkan” rumah untuk menunjang perekonomian keluarga, bukan hanya mengejar karir. heran saya mah kalau mendengar ” ngapain sekolah tinggi2, akhirnya ke dapur juga” , pdhl bekal ilmu yang kita peroleh adalah bekal untuk mendidik anak2 kita bukan?
    Awal2 di rumah gimana perasaannya mbak Lies? dulu saya sempat rada gimanaaa gitu minggu2 pertama ndak keluar rumah hehehe

    • Betul Teh, hidup adalah pilihan semua ada resiko yang mesti di tanggung, selama kita syukuri dan ikhlas menjalani hidup tetap akan terasa indah yaaa…

      Awal2 di rumah..yaaaa gitu deh..hehehe, tapi aku sekarang udah kerja lagi dekat dengan rumah, jadi tetep deket dengan anak – anak.

  5. iya imut banget…namanya masih muda jadi isinya ya curhatan..
    aku aja yg udah emak2 juga isinya curhatan semua…( ga mutu blas jurnalnya hehehe )

    Blog ku masih baru, juga baru belajar ngeblog…maklumlah produk jadul jadinya ya..gaptek hehehe

  6. ” Tahukah kamu, bahwa perusahaan ini masih membutuhkan tenaga dan pikiranmu, ….”

    anak sendiri jauh lebih membutuhkan sosok ibunda daripada perusahaan orang ya Mbak… 😉
    #terharuuu#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s