Kenangan Manis ( Bapaku Idolaku )


heu..heu..heu...jaduuullll, aku yg mana coba ?

heu..heu..heu…jaduuullll, aku yg mana coba ?

Aku sulung dari lima bersaudara, ke empat adiku berjenis kelamin laki – laki. So, aku anak perempuan satu – satunya, dimanjakah sama kedua orang tuaku ? Tentu tidak ! Malah berasa bertanggung jawab bagi ke empat adik – adiku.

Tapi ada senangnya juga sih, sebagai anak perempuan sendiri, tentu proteknya ke aku rada – rada berlebihan gitu. Meski Bapak dan Mamak selalu mengajari kami, bahwa anak perempuan dan anak laki – laki itu mempunyai kewajiban dan hak yang sama.

Contohnya dalam hal pekerjaan rumah kami selalu mengerjakan bersama – sama, tidak ada pantangan bagiku untuk membetulkan kabel  listrik yang putus misalnya, atau adiku yang laki – laki itu tidak berpantang pula ketika harus mencuci atau menyeterika baju, ketika Mamak sedang tidak enak badan. Atau mereka harus membantuku di dapur.

Dari kelima bersaudara itu tentu berlainan watak dan karakter, yang pastinya selalu ada perbedaan pendapat dengan  di warnai pertengkaran – pertengkaran kecil yang membuat Bapak dan Mamak pening di setiap harinya .🙂

Tapi ada satu hal yang bisa menyatukan kami setelah seharian itu berantem, apalagi kalau bukan mendengarkan cerita Bapak, di meja makan, setelah kami selesai belajar atau pas malam Minggu. Saat – saat itulah yang selalu kami tunggu – tunggu dan membuat kami berlima akur seketika.

Banyak cerita yang di ceritakan kepada kami, tapi yang paling menarik dan selalu kami tunggu bagi kami berlima adalah cerita masa kecil Bapak dan perjalanan hidup  Bapak sampai menjadi seorang Pegawai di Instansi Pemerintah dan bertemu dengan Mamak

Cerita masa kecil Bapak yang cukup mengharukan yaitu Bapak  sebagai anak desa yatim piatu yang  bercita – cita tinggi. Tentu harus bisa bersekolah  dan sekolah itu adanya di kota Kabupaten  dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, dan belum ada  alat transportasi yang memadai kecuali sepeda butut yang Bapak punya, belum lagi harus menyeberang sungai  besar di desa Bapak.

Bersekolah di kota adalah suatu hal mewah di masanya, dan tentu memerlukan biaya yang tinggi pula  untuk bisa bersekolah, untuk mengatasi hal tersebut  tak kurang akal,  sambil berangkat ke sekolah, Bapak membawa kayu bakar untuk di jual di pasar terdekat buat bekal uang saku  dan untuk membayar sekolah.,

Atau ada cerita lucu yang selalu membuat kami berlima terpingkal – pingkal dibuatnya, meski diceritakan berulang kali, yaitu ketika Bapak harus menyeberang sungai dan celana sekolahnya basah dan kemudian di jemur di pinggir sungai dulu, agar bisa di pakai lagi sampai sekolah. Tapi apa yang terjadi, karena saking buru – burunya takut terlambat ke sekolah, tak taunya memakai celananya terbalik, kontan saja teman – teman dan gurunya menertawakan Bapak.

Itulah sekelumit cerita Bapak di masa kecil kami, dengan cerita – cerita yang disampaikan itu, diharapkan kami bisa mencontoh perjuangan hidup yang pantang menyerah oleh keadaan. Kepada kami Bapak selalu berpesan agar kami  menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, disiplin, hidup sederhana, menjalani hidup dengan rasa senang dan bersyukur  dalam keadaan apapun, agar di masa mendatang bisa menghadapi segala liku – liku hidup dengan baik.

Pernah suatu kali aku menjalani test di suatu maskapai penerbangan terbesar di negri ini, di test yang entah ke berapa kalinya, di tanya begini : ” Siapa idola kamu ?”, lantang kujawab, ” Bapak saya !” . ” Kenapa kamu mengidolakan Bapak kamu sementara teman – teman kamu, menjawab BJ Habibi, Tri Sutrisno dan lain – lainya “. Langsung saja aku ceritakan seperti ceritaku di atas  tadi. 🙂. Dan akupun lolos sampai tahap akhir di test tersebut, sayang Mamak tak merestui aku untuk bekerja di sebuah maskapai penerbangan, Tapi lagi – lagi karena Bapak, aku bisa tegar melewati kekecewaanku.

Sekarang kami berempat sudah mempunyai keluarga sendiri – sendiri, dengan kesibukan masing – masing pula. Tinggal si bungsu yang belum menemukan jodohnya. Bapak dan Mamak, atau kini kami menyebutnya Mbah Kakung dan Mbah Uti, alhamdulillah masih sehat,  dan kami selalu  bergantian menengok Beliau, yang tentu saja masih suka juga bercerita lucu, tapi bukan lagi cerita masa kecil Beliau, tapi tingkah polah cucu – cucunya yang sudah berjumlah delapan.🙂

Teman,  pengalaman manis apa yang paling tak terlupakan sepanjang hidupmu ? Dan siapa yang menjadi idolamu saat ini  ?

Ah ya sebelum lupa, tulisan ini aku ikut sertakan dalam Giveawaynya Pakde Marsudiyanto yang lagi hepi merayakan anniversarry blognya yang ke 4 tahun, selamat ya Pakde, semangat ngeblog terus dan selalu memberi inspirasi kepada kami.

Semoga tulisan ” Kenangan manis untuk Giveaway Manis – manis “ ini juga menjadi kenangan manis buat Pakde,🙂

45 thoughts on “Kenangan Manis ( Bapaku Idolaku )

  1. Semoga ibu dan bapak mbak Lies, senantiasa diberikan nikmat sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT… Aamiin.
    Idola saya mah Momih, meine Mutter🙂
    Sama almarhum bapak, kaya Tom and Jerry, sering ngga akur tp suka kehilangan kalau 2 atau 3 hari ndak ketemu… Semoga beliau tenang di alam sana, diterangkan kuburnya, diampuni semua dosa dan diterima semua amal sholehnya… Aamiin.

    • Amin YRA..
      Nih kebalikanya aku, aku sama Mamak malah kayak Tom and Jerry hehehe..tapi gak ketemu sehari bisa nangis2 hehehe
      Semoga Momihnya di karunia i kesehatan yang baik ya Teh..
      Buat Alm Bapak semoga di tempatkan di tempat terbaik di sisiNya. Amin

      Idolanya siapa Teh ? Kang Mas mesti🙂

  2. Bapak saya juga dari pelosok desa, dan dengan perjuangan pula akhirnya bisa ke kota melanjutkan pendidikan.
    Dan Bapak saya adalah sedikit dari orang di desanya yang bisa melanjutkan sekolah di kota.
    Karena pekerjaannya yg guru SD, maka Bapak juga sring mendongeng pengalaman masa kecilnya.
    Sekarang Bapak sudah tak ada lagi tapi kenangan manis bersama beliau tak pernah hilang.
    Ikut berdoa semoga Ayah & Bundanya Mbak Lies selalu dalam lindunganNya
    Makasih sudah ikut GA Manis-Manis.

    • Wah ternyata kita mempunyai kenangan manis yang sama ya Pakde🙂
      Kenangan manis itu jelas takan pernak lupa ya..
      Semoga alm. Bapak Pakde Mars di tempat terbaik di sisiNya. Amin.
      Sama2 Pakde, aku juga makasih atas inspirasinya.🙂

  3. sama dunk kita mba, anak sulung dari 5 bersaudara, hehe..
    bedanya, adikku, 2 cewe dan 2 cowo, dan kami semua belum menikah.
    bapak sudah meninggal, jadi otomatis, aq lah tulang punggung keluarga, dan suka ngga tega ninggalin ibu (ngebayangin kalau nikah)😦

    • Kita senasib jadi anak sulung ya Utie..
      Semoga alm. Bapak mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Amin.
      Wah salut aku nih sama Utie…semoga bisa jadi panutan adik2nya ya..🙂

  4. wah mbak Lies beruntung sekali amsih didampingi ke dua orang tua, karunia ynag tak terkira, ortuku sdh lama ndak ada waktu baru awal awal masuk kuliah, tapi sekarang senang juga mbak, dikasih mama mertua yang baiiikk sekali

    idolaku tentu saja suamiku mbak, orgnya baiiiiiiiiikkk sekali, beruntung aku dikasih suami seperti dia, juga mama mertuaku, dari mereka berdua byk kupelajari secara tak langsung hal hal bagus ttg kehidupan

    semoga menang ya mbak GA nya

    • Alhamdulillah Mbak ..Bapak Mamak masih sehat.

      Tapi Allah memang Maha baik dan adil, ketika Mbak Ely sudah gak punya orangtua, di beri karunia dan rahmat dengan mengirimkan orang2 baik buat Mbak Ely, seperti suami yang baik banget dan mamah mertua yang tentu juga super baik seperti orang tua kandung sendiri.

      Ikut meramaikan acaranya Pakde Mars Mbak…mudah2an sih kecipratan madu apiari nya🙂

  5. semoga menang GA nya mbak…
    idolaku tentu saja ibuku mbak…
    wanita paling baiiikk sedunia,,paling sayang padaku bagaimanapun aku🙂
    smoga ortu mbak lies selalu diberi kesehatan ya🙂

    • Kamu ikutan gak Izz ?

      Ibu memang sosok yang tak tergantikan ya…cinta Ibu kepada anak itu melebihi rasa cinta kepada dirinya sendiri. Bagaimanapun keadaan dan kesalahan kita.

      Doa yang sama buat kedua orangtuamu Izz.🙂

  6. moga menang mbak lis
    bila kita telisik ternyata anak gadis itu berkiblat k ayahnya dan ini menjadi bekal buat menimbang menetukan bapak tuk anak kita.

    saya pernah menulis ttg ini kukasih judul ayahku hebat. sayang blognya sdh kuhapus dan cilakanya di laptopku juga hilang gara gara serangan virus.

    • Amin Mbak..

      Memang kayaknya begitu Mbak Min, anak gadis itu kiblatnya ya Bapaknya, kalo bisa cari suami yang karakternya juga kayak Bapaknya hehehe

      Sayang banget sih Mbak, kok bisa ilang…ditulis ulang di WP mbak…pasti postinganya keren deh 1

  7. Cerita Bapak waktu beliau sekolah dulu ,,, tentu bisa menjadi teladan anak-anaknya …
    dan juga bagi lingkungan disekelilingnya …

    Dari Cerita bu Lies ini … saya sangat bisa merasakan kehangatan yang ada di keluarga Bu LIes.

    Salam saya Bu
    NH18

  8. Ping-balik: THE NINE FROM THE NEW LADIES « The Ordinary Trainer writes …

    • Hwaaaa…asli aku kaget Om, postinganku masuk kategori The Nine From The New Ladies….terus terang aku bangga dan seneng banget di apresiasi seperti ini, karena di apresiasi oleh seorang blogger senior seperti Om NH…Makasih banget Om NH

  9. Membaca kisah manis ini, saya jadi teringat bapak saya yang jauh di Yogya.
    Banyak kisah manis dengan bapak semasa kecil.
    Cerita mbak Lies tentang bapak, bisa menjadi teladan yang diturunkan kepada anak-anak.
    Semoga keluarga besar bu Lies selalu dalam lindungan Allah.

    • Makasih Mbak Niken, iya betul kenangan dengan keluarga itu memang paling manis di seluruh kenangan hidup kita ya Mbak..

      O,ya, Mbak Niken sekarang tinggal di mana ? Sering pulang ke Jogja kan ?

  10. Ping-balik: SETELAH SATU TAHUN BERSAMAMU :) | Lieshadie's Blog

  11. Ping-balik: Yang belum sempat keposting | Lieshadie's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s