Airku sayang, airku ( gak ) malang…


Air adalah kebutuhan pokok utama bagi kehidupan manusia. Hidup tanpa air tentu tak bisa dibayangkan bukan ? Bumi dan manusia 2/3 nya juga terdiri dari air. Dan segala perkara kehidupan di bumi ini selalu berkait dengan air. So kehidupan dan air itu tentu tak bisa terpisahkan. Yang jadi masalah, bisakah kita manusia yang hidup di bumi ini melestarikan keberadaan air, yang makin lama  makin berkurang dan makin tercemar ini ?

droplet

Tak usahlah jauh – jauh untuk mencari contoh masalah kekurangan air tersebut, contohnya aku yang bertempat tinggal di desa yang yang cukup subur dan hijau ini, yang seharusnya mempunyai air yang berlimpah, tapi apa nyatanya ? Selama kurang lebih 11 tahun aku tinggal di sini, di musim kemarau panjang selalu mengalami kekeringan air.

Di saat musim kemarau, kami selalu kesusahan untuk mencari air bersih. Di rumahku yang menggunakan air dari PDAM ( Perusahaan Air Minum Daerah ) pun harus begadang semalaman hanya untuk mendapatkan  ‘ setetes ‘ air, agar  bak air kami bisa penuh. Maklum debit air sangat kecil di musim kemarau.

Belum lagi yang mempunyai sumur bisa di pastikan, di musim kemarau  kedalaman air sumur bertambah beberapa meter, atau malah tandas sampai dasar sumur alias kering kerontang. Miris bukan ?

Betapa air itu bagai emas pada musim kemarau di desa kami. Belum lagi bagi yang mempunyai sawah, ladang atau empang ikan yang membutuhkan lebih banyak air, suatu kesulitan tersendiri bagi para petani.

Untunglah sejak di adakan Program PAMSIMAS ( Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ) di desa kami, kesulitan air bersih itupun teratasi. Kesadaran untuk hidup bersih dan lingkungan sehat pun   bertambah.

pamsimas

Hasil dari kami berjuang keras untuk mendapatkan biaya dari APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ) demi terwujudnya pelaksanaan program tersebut  sampai dengan bergotong royong berbulan – bulan menyambung pralon bermeter – meter dari desa yang terletak beberapa kilo di atas desa kami,  itupun membuahkan hasil dan kini bisa dinikmati dan Insya Allah sampai dengan anak, cucu,cicit kita nanti.

Nah sekarang tinggal bagaimana  tindakan nyata  kita untuk melestarikan keberadaan sumber air itu. Dimulai dari komunitas terkecil manusia yaitu diri kita sendiri, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sumber air dan  hemat dalam penggunaan air.

Melakukan hal yang paling mudah dan dekat dengan keseharian sebagai Ibu rumah tangga tentu langkah awal untuk berperan dalam menjaga kelestarian sumber air. Seperti yang kulakukan sehari – sehari di rumah antara lain :

– Hemat penggunaan air untuk mencuci baju, apalagi sekarang ada larutan pencuci ajaib   yang sekali bilas  langsung bebas busa . Air  bilasannya pun masih bisa di pergunakan untuk membersihkan kamar mandi, menyikat kloset atau perlengkapan rumah tangga lain misalnya mencuci ember, gayung, keset, serbet – serbet dll.

– Hemat penggunaan air untuk mencuci piring,sayuran, buah, sisa air bilasanya pun masih bisa dipergunakan untuk menyirami tanaman bunga atau tanaman sayuran di rumah.

teras3

– Berusaha  melaksanakan gaya hidup hijau, dengan mengurangi penggunaan barang – barang yang bersifat susah hancur misalnya : plastik, logam. kaca,  Lebih baik membawa barang belanjaan , dengan keranjang /  tas yang kita bawa dari rumah. Selain hemat juga mengurangi limbah pemicu pencemaran lingkungan.

tas kain yang setia menemaniku belanja

tas kain yang setia menemaniku belanja

–  Mengelompokan jenis sampah organik dan anorganik. Tidak membuang sampah sembarangan. Peduli akan keindahan lingkungan yang bebas sampah.

lingkungan yang asri dan bersih.
lingkungan yang asri dan bersih.

– Menanam pohon untuk penghijauan di lingkungan tempat tinggal. Bukankah banyak pohon itu juga banyak rejeki ? Slogan dari Gerakan Penanaman Pohon Satu Milyar itu, memang benar adanya. Bahwa banyak pohon pastilah juga akan banyak rejeki yang berlimpah, termasuk rejeki keberadaan sumber mata air yang tetap terjaga kelestarianya.

bibit pohon yang kusemai, harapku menjadi pelindung utama sumber air minum.
bibit pohon yang kusemai, harapku menjadi pelindung utama sumber air minum.

Langkahku ini memang  kecil, tetapi bila Ibu – ibu lainya juga melakukanya, tak ada yang tak mungkin, pasti nantinya sumber air minum kita akan lestari.Semoga !

Apalagi di tambah lagi dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih ini, Pure It dari Unilever yang sangat mendukung kelestarian sumber air minum. Yaitu dengan  mengeluarkan produk unggulan yaitu alat  water purefier / pemurni air , yang benar – benar canggih  untuk menghasilkan air yang sehat, hemat dan praktis.

Gambar dan keterangan di bawah ini adalah salah satu dari cara kerja dan keunggulan dari teknologi dari Pureit It

4 Tahap Proses Pemurnian Air

1. Saringan Serat Mikro, yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran.

2. Filter Karbon Aktif, yang berfungsi menghilangkan parasit dan peptisida yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

3. Prosesor Pembunuh Kuman, dengan ‘ Programed Disenfection Technology ‘ menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat.

4. Penjernih, yaitu membuat air jernih yang tidak berbau dengan rasa alami.

Teknologi Pure It lainya bisa di lihat di sini

Selain dengan teknologi canggih seperti di atas di atas, Pure It  juga memberikan  keuntungan – keuntungan lainya seperti di bawah ini :

1. Menghilangkan bakteri, virus, kuman dan zat peptisida berbahaya.

2, Tidak perlu memasak air.

3.Tidak lagi memerlukan bahan bakar minyak atau gas untuk  mendapatkan air minum yang sehat.

4. Tanpa menggunakan listrik ( memangkas biaya pemakaian listrik )

5.Tidak perlu galon air, jadi lebih praktis dan hemat.

6. Menghasilkan air minum yang jernih dengan rasa yang alami.

7. Harga yang cukup terjangkau.

8. Cara penggunaanya mudah bagi seluruh keluarga.

Nah kan, bagi  Ibu  PKK hemat sepertiku , memilih produk Pure It tentu pilihan yang tepat. Dan manfaat yang bagus seperti ini, perlu di share juga kepada para ibu anggota PKK lainya pada pertemuan sore nanti .

Sumber referensi : http://www.pureitwater.com/ID/

Gambar  : http://www.pureitwater.com/ID/

Foto : Dok. pribadi.

Iklan

15 pemikiran pada “Airku sayang, airku ( gak ) malang…

  1. iya mbak Lis semua mahluk sangat bergantung pada air.

    sering kali kontrakan rumah di tinggal pengontrak gara gara pasokan airnya yang tersendat…. atau tanaman dalam pot merana gara gara lupa gak di siram hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s