Penginya nggambar kulkas…


Setiap pulang kerja, begitu sampai rumah, aku selalu bertanya kepada si Kecil, dapat  nilai berapa untuk pelajaranya hari ini. Seperti sore kemarin dengan bangganya Adek memamerkan sederet buku yang sudah di nilai sama Ibu Gurunya, ada nilai 90, 87, 100. 75 dan seterusnya. Dan dengan mata berbinar – binar dia bilang begini :

kulkasnya Adek

kulkasnya Adek

” Buk, Adek nilai Bahasa Inggrisnya paling bagus loh !”

” Masak sih Dek, kan cuma dapat nilai 87 “.

” Iya, Rio 10, Dimas 30, Ifan 60, Estu 75 “, dia menyebut nilai teman temanya.

” Kok bisa Dek, berarti Adek pinter dong !”

” Iya, wong Adek nyontoh tulisan di Kamus Mbak Lia !” jawabnya tanpa dosa.

Owalah Dek..Dek ,  Mbakmu kemarin marah – marah sama Ibu gara – gara kamusnya ilang,   di kira Ibu yang minjem kamusnya,  ternyata di bawa Adek to. 🙂 Cerdik juga dia ya ?

” Eh, Dek lain kali gak boleh nyontoh ah, setau dan seinget Adek aja kalo Bu Guru memberi tugas menggambar dan memberi nama pada gambar Adek “.

” Lah kan Adek pingin nggambar kulkas, tapi gak tau bahasa Inggrisnya, Adek nyonto di kamus ajah ”

” Ya yang gampang aja, misalnya gambar buku, kan Adek udah tau bahasa Inggrisnya “.

” Tapi kan, Adek kan pingin nggambar kulkas Ibuuuuukkkk “.

” Yo. weslah Dek sesukamu deh, mau gambar apa, yang penting besok jangan nyontoh kamus lagi ya ?” 🙂

Sahabat blogger, sebaiknya bersikap bagaimana ya, jika si Kecil melakukan hal seperti ceritaku di atas ?

Iklan

20 pemikiran pada “Penginya nggambar kulkas…

  1. hehe….. bisa komentar tidak yah ?
    1. Patikan bahwa dalam belajar dan menuntut ilmu bukan persaingan. Di dunia nyata, hanya “professional” yang bersaing dalam prestasi kerja. Bagi pelaku bisnis, persaingan sebenarnya hanyalah kreativitas. Semakin kreatif seseorang, semakin maju bisnisnya. Pelaku bisnis lebih suka berkolaborasi dibandingkan bersaing.

    2. Nilai bukan tujuan pendidikan, tujuan pendidikan adalah belajar. Sekolah itu mencari ilmu, bukan mencari nilai.

    3. Kejujuran adalah diatas segalanya. Lebih baik dapat nilai 87 tapi jujur daripada dapat nilai 10 tapi nyontek. eh…. bener ndak yah ?

    4. Berapapun nilainya, pastikan mengapresiasi anak. Semua anak pinter, tidak ada anak bodoh, yang ada hanyalah anak yang dipaksa mempelajari sesuatu yg tidak disukai.

    wow….. maaf yah, kepanjangen.

  2. Negosiasinya mbak Lies sudah tepat, karena ini melatih nalar dan daya kritis anak dalam berargumentasi.
    Kemudian disusul dg sikap penerimaan (tidak melarang), sehingga tidak membunuh kreativitas anak untuk ber-eksplorasi.
    Tinggal meluruskannya dg menanamkan moral / akhlak yg baik, misalnya minta ijin terlebih dahulu kalo ingin pinjam kamusnya kakak. Biarkan dia bereksplorasi terhadap benda-benda yg ada di benaknya, yg bisa saja itu adalah kosa kata baru (dlm bahasa Inggris) sehingga perlu kamus.

    • Senengnya dapet komentar saran dari Pak Iwan…selau bijak dan pas dengan apa yg aku harapkan, makasih banyak Pak Iwan…semoga juga bermanfaat buat temen2 blogger lainya.

  3. Wah si adek bosen kali mbak kalau nggambar kosakata yang sudah dihapalnya. Dia pengen sesuatu yang baru yang kata dalam bahasa inggrisnya mungkin belum diajarkan sama gurunya. Mesti berbangga punya anak yang kreatif dan punya kemauan untuk mewujudkan idenya (walaupun ada beberapa caranya yang kurang tepat). Tinggal diluruskan aja, agar lain kali menggunakan cara yang tepat dan tidak merugikan orang lain

    • Mungkin juga Mbak, aku juga ngerasanya begitu, sebenarnya terselinap rasa kaget juga, ternyata dalam benaknya penuh ide, di saat teman sekelasnya kebanyakan menggambar buku, bola, pensil dan mobil…dia menggambar kulkas.

      Iya tu, si Adek seneng banget godain Mbaknya, suka ngumpetin alat2 sekolah Mbaknya, termasuk kamusnya…kalo di bilangin malah ketawa nyengir sambil balikin barang Mbaknya.
      Kalo Adek anteng2 aja..rumah berasa sepi..gak ada yg ribut hehehehe

  4. Pertanyaannya, waktu dikasih tugas sama ibu gurunya, ada larangan gak untuk gak nyontoh dari sumber laen? Kalo gak ada larangan dan ini memang cuma tugas biasa, harusnya sih gak masalah ya, toh dengan begini juga anak bisa belajar kosakata baru daripada anak cuma nulis apa yang udah dia tau sebelumnya…

    • Gak tau juga ya, di larang ato enggak, tapi itu cuma tugas biasa kok.
      Cuma aku maunya, Adek gak usah nyonto kamus, takutnya jadi kebiasaan di lain kali.
      Memang benar juga, ide dan kreatiftas si Kecil jadi lebih berkembang, dan makin tambah kosa katanya.

  5. seni mengkritik adalah mengutarakan kelebihan dulu, baru utarakan kesalahan/kekurangan dan akhiri saran.

    patut kita puji kreatifnya adek mencari ilmu dan tunjukkan hal tak baik meminjam tanpa ijin dan utarakan sarannya.

    bersyukurlah mbak lis yg dg kesalahan anak, ibu dan anak akan selalu belajar menjadi cerdas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s