Horeeee…aku ulang tahun !


tiup lilinya..tiup lilinya..tiup lilinya..sekarang juga !

tiup lilinya..tiup lilinya..tiup lilinya..sekarang juga !

Pada dasarnya keluarga kami adalah keluarga sederhana, jadi ritual atau perayaan ulang tahun itu gak pernah ada . Sedihkah ? Enggak juga, meski gak pernah merayakan ulang tahun, aku tetap saja menjadi anak yang tumbuh dalam keceriaan menikmati  indahnya masa kecil. 🙂

Semasa sekolah di TK sering juga teman – temanku merayakan ulang tahunya, waktu itu rasanya ikut senang dan bahagia juga lho, bernyanyi – nyanyi,  tepuk tangan, dan tak lupa membawa kado kecil buat teman yang sedang berulang tahun. Saat yang paling kutunggu adalah saat roti tart yang lezat itu dibagikan hehehe…jarang – jarang aku bisa menikmati roti yang teramat mewah bagiku di kala itu.  Belum tahu apa makna di balik perayaan tersebut, pokoknya ikut senang, kalau ada teman sekolah yang berulang tahun.

Semasa SD, karena sudah mulai gede dan bisa berfikir, perasaan  iri itu datang juga kalau ada teman yang merayakan ulang tahun, tapi Bapak dan Mamakku selalu mengatakan ,

” Gak usah sedih, kan Ulang Tahunmu, selalu dirayakan oleh Bapak Presiden “.

Tadinya aku belum mengerti apa maksudnya,  ternyata tanggal lahir Bapak Presiden RI yang ke 2 yaitu Bapak Soeharto  sama denganku ! Yaitu tanggal 8 Juni.

Senang bukan, selama berpuluh – puluh tahun Beliau memimpin negara, setiap merayakan ulang tahun aku ikutan nebeng..hehehe. Gak tahu juga kenapa, akupun merasa bangga melihat tayangan televisi yang meliput ulang tahun Beliau yang selalu dengan senyum khasnya memotong tumpeng Ulang Tahun, seolah – olah akupun  ikut hadir di sana. #  lebay yak, tapi begitulah alam pikirku saat itu #. Dan sering berdoa dalam hati, mudah – mudahan kelak aku juga bisa menjadi pemimpin seperti Beliau, dan ternyata benar…. sekarang akupun jadi pemimpin dapur keluarga 🙂

Ulang tahun ke 17 ? Mungkin inilah yang paling berkesan ..kenapa ?  Pulang sekolah seperti biasa, boro – boro memikirkan ulang tahun sweet seventeen seperti teman – teman lainya, yang penting cepat sampai rumah dan makan…lapeerrrr hahaha, maklum dulu kan yang namanya jajan gak musim ! Begitu sampai di rumah, ternyata sebagian teman – teman sekelas sudah  sampai di rumah lebih dulu,  roti tart mungil, nasi kuning dan kado sudah siap di atas meja makan. Jreeenggg ! Kaget dan terharu, aku malah menangis waktu itu,  gak nyangka blasssss ! Duh sekarang di manakah kalian berada temans ? # mendadak melow..hiks mana tisu ya ?

Trus yang paling menyedihkan plus nyebelin,  perayaan ulang tahun setelah  aku bekerja. Meski selalu dinyanyikan lagu ‘ Selamat Ulang Tahun ‘ beramai – ramai penuh syahdu, tapiiiiiii……habis itu pasti dikerjain abis – abisan…… adaaaa aja tuh ide dari teman – teman, yang diguyur air se ember, di ceplokin telor di kepala, di kerjain liftnya mati dan lain sebagainya…seru, kesel, jengkel, seneng jadi satu hehehe…. Menjadi kebiasaan kalau yang sedang berulang tahun di wajibkan mentraktir makan teman – temannya,  ya kalau pas ada duit..lha kalau pas bokek …ini dia sedihnya… sudah usia berkurang, bokek pula !

Sekarang aku sudah menjadi ibu dari 2 orang anak, tak pernah lagi memikirkan ulang tahun  diri sendiri. Tapi aku  suka  merayakan ulang tahun anak – anak,  kadang – kadang juga ulang tahun suami,  meski dengan cara yang sederhana dan semampuku. Aku selalu ikut larut dalam kegembiraan anak – anak, melihat dan mendengar gelak tawa ceria  mereka merupakan kebahagiaan tersendiri buatku.

Lain lagi dengan cerita ulang tahun si bungsu, dia berkarakter unik menurutku, sejak masuk sekolah PAUD sampai sekarang kelas 1 SD, setiap ada kalender baru, tanggal dan bulan lahirnya di lingkari menggunakan pensil warna. Menjelang hari H nya, setiap mau bobok, bertanya ke Ibunya, ” Ulang tahun Adek berapa hari lagi sih ?”.

Pas hari H nya tiba, dia  selalu berpesan ke Ibunya  untuk membuat  ‘ among – among ‘ saja, gak mau yang lain – lainnya, mungkin ide sederhananya ini di dapat dari  tetangga kami yang sering membuat ‘among – among’  untuk merayakan sesuatu atas rasa syukur kepadaNya. Bisa dipastikan dari pagi, dia selalu ikut sibuk di dapur  ngrecokin Ibunya menyiapkan ‘among – among’nya.  Belum selesai Ibunya memasak, semua teman – temanya sudah di panggil, jadi nasi masih di atas kompor, teman – temanya sudah duduk manis di teras depan. 🙂

Saking sederhananya perayaan ulang tahun si Bungsu, pernah Buleknya ( Tantenya ) nekat membelikan roti tart , buat dipotong dan di kasih lilin untuk ditiup, bukanya senang, dianya malah lari – lari gak mau, melompat dan duduk di  jendela, liat aja tuh eksyenya meniup lilin dari balik jendela. Ada – ada aja ulahnya yang bikin kami semua tersenyum geli.

Tapi dari semua yang aku ceritakan dia atas, yang  utama aku tekankan kepada anak – anak adalah rasa bersyukurnya kepada Allah SWT  atas semua yang mereka peroleh dan yang mereka alami. Melalui hal sederhana seperti ini, aku ingin mereka memperoleh kegembiraan yang menyentuh dan terekam indah dalam ingatan sampai kelak  dewasa nanti. 🙂

                “Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara”

# Note : Among – among = semacam selamatan kecil  yang isinya : nasi tumpeng , sayur urap, telur rebus, ikan asin goreng, tempe goreng, kerupuk, makanya memakai ‘ pincuk ‘ (daun pisang di bentuk kerucut dan di semat dengan lidi )

Iklan

41 pemikiran pada “Horeeee…aku ulang tahun !

    • Sama2, seneng kalo ada keluarga muda berbagi kebahagiaan…jadi berasa masih keluarga muda juga hehehe

      Hiiii…bikin among – among itu cuma masak nasi putih biasa plus urap sayur…sederhana banget ya ?

  1. yang paling penting memang selalu mensyukuri nikmat berupa apapun Mba Lies. Baca ceritanya bisa merasakan betapa terharunya waktu dapet surprise dari temen-temen sekolah yang kerjasama sama orang di rumah. Semoga sukses ya Mba Lies GAnya.. 🙂

    • Betul Dani…yang penting selalu mensyukuri segala nikmatNya.
      Iya..waktu itu aku sampe mewek jee…hihihi
      Sukses juga buatmu…ah tapi Dani Raja GA ding 🙂 menang teyuuusss…

  2. Saya dan istri tak pernah merayakan ulang taun secara khusus, tak ada ritual formal. Tapi selalu ingat, karena kebetulan hanya selisih 1 minggu. Anak2 saya juga begitu, saya tak pernah merayakan ultahnya secara spesial.
    Paling2 cuma ngasih uang buat ntraktir teman2nya

    • Yang paling penting ingatnya itu lho Pak…krn kalo tanggal ulang tahun dilupakan sama istri/suami…sedihnya sampe akhir hayat..hehehe
      Pak Mars emang paling ngerti kebutuhan anak yang ultah yaa…senengnyaaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s