REVIEW BUKU : CERITA DI BALIK NODA ( BERANI KOTOR ITU BAIK )


1359622474789_BukuCeritadiBalikNoda CERITA DI BALIK NODA’, adalah sebuah judul buku yang akhir – akhir ini banyak di cari oleh para Ibu di Indonesia atau bahkan di luar sana. Hebatnya di mana – mana stock kosong, baik toko buku offline maupun toko buku online. Yap, buku setebal xii + 235 halaman itu, yang di cetak pertama kali di bulan Januari 2013, seolah menjadi barang langka yang menjadi buruan para ibu, termasuk saya. Beruntung saya tetap bisa mendapatkanya meski harus melewati perjuangan yang ‘berdarah – darah’. Maklumlah saya tinggal di daerah.

Lantas, apa menariknya buku ini ? Buku yang berisi 42 kisah inspirasi jiwa, yang ditulis dengan bahasa ringan dan mudah dicerna ini, tentu saja banyak mengandung nilai moral dan ajaran positif yang bisa kita di petik untuk diterapkan dalam kehidupan kita.

Kita sebagai seorang yang telah dewasa, terkadang lupa bahwa sosok – sosok mungil di sekitar kita, baik anak kandung, anak tetangga atau anak – anak lainya adalah mutiara berharga bagi kalbu kita. Betapa sering kita tertampar dengan sikap dan sifat anak – anak yang berjiwa besar, berhati polos, bening dan resik itu mengutarakan pendapatnya, melaksanakan idenya dan membuat kita seakan tak percaya.

Dari 42 cerita ada banyak sekali kisah yang  membuat air mataku menitik, betapa kisah anak – anak itu mampu mengaduk – aduk perasaan saya. Pun ketika membaca 4 kisah dari penulisnya, seorang Pemimpin Redaksi Media Massa, ibu dua orang anak yaitu Ibu Fira Basuki. Tak urung membuat mataku menghangat seketika. Anak – anak memang tak akan pernah ada habisnya mencerahkan hidup kita.

Seperti kisah saya dengan jagoan kecil kami Raihan ( 6,9 tahun ), tak sama persis dengan kisah “ Imlek Buat Lela”, tapi ide cerdasnya sama. Kisahnya begini :

Di suatu kesempatan saya menyortir pakaian yang ada di lemari gudang, memisahkan mana yang masih pantas di pakai dan mana yang tidak. Ada beberapa seragam sekolah bekas anak sulung kami yang telah lulus Sekolah Dasar, masih layak pakai. Selain seragam ada sepatu, tas, buku kaos kaki dan lain – lain. Sudah menjadi kebiasaan kami, bila masih ada barang pantas pakai, saya selalu memberikan bagi yang membutuhkan. Si kecil yang ikut membantuku di gudang sangat antusias memilih – memilih beberapa barang di sisihkan di pojok gudang, di antara kesibukanya dia mendekat ke saya dan bilang begini :

“ Bu, yang ini buat Fani ya?” Fani adalah teman sekelasnya yang mungkin menurut dia pantas di beri, dan memang pernah kulihat beberapa kali, merasa ikut prihatin melihat keadaannya, terutama seragam sekolahnya yang kelihatan kumal dan kotor.

“ Iya Nak, besok pagi langsung di berikan ya”

“ Sekarang saja Bu, kita ke rumahnya”.

Saya pikir ada benarnya juga, karena kalau di berikan di sekolah, takutnya malah di ledekin sama teman – temanya yang lain.

Sore itu kami langsung berangkat ke rumah Fani yang tak begitu jauh dari rumah kami, dengan membonceng sepeda, dia masih saja mengutarakan pendapatnya ke saya.

“ Bu, Fani di belikan buku baru aja, masak di kasih buku bekas Mbak Lia, “ ujarnya tegas.

Tertohok hati saya mendengar dia berkata begitu, tak pernah sebersitpun saya mempunyai pikiran seperti itu. Tapi si Kecilku ini mampu membuatku tersadar bahwa betapa jiwanya sangat tulus dan bersih, mengajarkan saya satu hal, bahwa kalau kita mampu, mestinya memberikan yang terbaik dan ikhlas kepada orang lain.

Belajar dari sikap anak – anak, membuat kita tersadar “ bahwa hidup semakin kaya ketika kita bersentuhan dengan ‘noda’. Ya, hidup itu memang seperti baju kotor. Ketika noda dihilangkan dengan mencuci bersih – bersih, kita ibarat telah memasuki hidup baru, masa depan baru dan harapan baru. Selalu ada hikmah di dalam sepercik noda”.

Lepas dari kisahku, ada bagian kalimat yang menurutku terasa janggal di kisah “ Imlek Buat Lela” atau saya yang salah menginterprestasikan atau memang salah ketik di sini :

“ Gwenn, sepeda ini kan sama persis. Bagaimana kalau sepeda yang baru ini untuk kamu, sementara yang lama kita kasih ke Lela. Kan sama saja.”

Lela memandangku dan berkata, “ Nggak, ah, Ma. Masak kasih orang yang bekas ?. Kan, Gwenn sudah niat kasih yang baru. Gwenn sudah niat kasih yang baru. Gwenn ngga apa-apa kok, malah senang punya sepeda baru. Dia pasti senang.”

Tulisan Lela itu maksudnya mungkin Gwenn ya ?

Manusia tak luput dari berbagai kesalahan begitupun dengan saya, semoga di cetakan – cetakan berikutnya kontrol editingnya lebih baik lagi. Bagaimanapun buku ini wajib di miliki,  di baca, di cerna dan di hayati oleh para Ibu Indonesia, karena ternyata banyak pelajaran hidup yang di ambil dari kenyataan bahwa, BERANI KOTOR ITU BAIK !

Sumber :

BUKU CERITA DI BALIK NODA

Penulis : Fira Basuki

Jakarta KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia ), bekerja sama dengan Rinso Indonesia @ PT. Unilever Indonesia Tbk.

Editor : Candra Gautama

Perancang Sampul : LOWE Indonesia

Penata Letak : Dadang Kusmana

Isi : xii + 235 halaman

Ukuran buku : 13,5 x 20 cm

Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta.

Harga : Rp. 40.000,-

63 thoughts on “REVIEW BUKU : CERITA DI BALIK NODA ( BERANI KOTOR ITU BAIK )

    • Aku bacanya 2 kali Mbak Myra… Secara keseluruhan buku ini sangat bagus dan menginspirasi, yang lebih penting lagi bahasanya mudah di pahami juga.🙂 # maklum Mak2 udah males baca yg berat2 hehehe

    • Wah malu nih sama Mbak Alaika…baru belajar Mbak…mohon saran dan kritiknya ya..

      Ayo baca..dan review..pasti lebih okeee..🙂
      Makasih ya Mbak..

  1. Aku beli di Gramedia MM masih banak banget loh🙂 Agak sangsi waktu beli apa bisa kekejar bacanya nih buku secara suka sok sibuk dirumah hehehe.

  2. saya bener-bener baru tahu kalau FB menerbitkan buku ini, padahal lumayan mengikuti update terbitan gramedia. Baca reviewnya, sepertinya amat berminat dengan buku ini

    • Iya betul Mbak Ranny…tapi isi buku ini sangat bagus dan inspiratif…

      O,ya kita udah sama – sama menang dengan berani menulis Review buku ini Mbak..hehehe Amin
      Makasih ya udah berkunjung..

  3. Gramedia?….pokoknya teteh sering ketinggalan pesawat deh..:(

    Jadi…berinfaq dan sedekah itu memang indah… bukan menjadikan kita miskin, tapi menjadikan kita lebih “kaya”..ayoooo berinfak dan sodaqoh..eehh jadi ingat postingannya mbak Ika, ttg sedekah..:)

    • Nti Teeh..kalo pas pulang ke Indo, kita ubek Gramedia yaaa

      Aku sama Mbak Ika satu pikiran kali yaa…jadi postingan hari ini benang merahnya sama…🙂

    • Aku juga suka cerita Bos Galak…dan memang di sekitar kita ada banyak kisah seperti Bu Elsi itu yaaa…
      Kehilangan putra tercinta menjadikan jiwa berubah karena terlalu mencintai sang putra..

      •‧::‧• ♥♏ªƙªsίђ♥ •‧::‧• Mbak Rina. Salam kenal juga🙂

    • Bisa banget Mbak, buku ini bahasanya ringan, di baca sama2 anak – anak pun oke2 aja…malah bagus lho..

      Mama Hilsya lagi jenuh belajar nih kayaknya🙂

  4. bener banget Mak
    Hidup tuh seperti baju kotor, kalo kita cuci bersih2 hatinya insyaallah akan ada kehidupan baru yang lebih baik ya😀

    sukses ya ngontesnya😀

    • Mama Oliveeee…komenya masuk spam nihhh, udah aku slametin…# jadi telat balesnya ah !😦

      Setuju deh sama buku ini..

      Sukses juga buat Mama Olive yaa🙂

    • •‧::‧• ♥♏ªƙªsίђ♥ •‧::‧• Mbak Dani, iya buku ini emang populer banget akhir2 ini, berkat promo dari komunitas Emak2 Blogger🙂

      Mbak, review ku masih kurang di sana sini….kurang kumplit kalo gak baca loh ! #modus hehehe

  5. ya ngikut GA ini banyak banget ya, kemarin juga ramai di twitter, pasti peserta yang ikut banyak banget
    tp tetap optimis mba, dan yang terpenting sudah berusaha🙂

  6. mengharukan >.<
    saya bangga anak mbak mau berbagi🙂

    oiya review saya di blog argalitha belum jadi😀 Itu testing aja, ini baru mau dilanjut

  7. Ping-balik: Pemenang Kontes Ngeblog Review “Cerita Di Balik Noda”

  8. Biasanya tindakan didasari oleh sifat dan pemikiran Mbak, untuk anak Mbak sepertinya dia sudah bisa membedakan antara mana yang kotor dan tidak kotor. Dalam hal ini untuk bajunya memang bekas tapi masih bisa dicuci bersih sehingga tidak kotor. Sedangkan untuk buku tidak bisa dicuci krn pasti hancur sehingga berikanlah yang baru. Btw, selamat ya Mbak. Ternyata kebaikan membelikan sesuatu bagi orang lain langsung dibalas dalam bentuk kemenangan ini.🙂

    • Biar makin pinter nulis yg baik Mbak..hihihi # buat sarana belajarku juga…kalo ternyata berhasil memikat juri..Alhamdulillah kalopun belum..tak masalah ya belajar lagi…🙂

      Melatinya tak petik buatmu Mbak..🙂
      Biar tambah cantik juga..:)

  9. Ping-balik: SETELAH SATU TAHUN BERSAMAMU :) | Lieshadie's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s