REVIEW JURNAL EVI INDRAWANTO ( BAPAK )


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mbak Evi…

Aku ingin ikut belajar  mereview blog nih, maklumlah baru kenal blog kurang lebih sepuluh bulan lalu..hehehe

Eh, sstttt tapi bingung sama postingan Mbak Evi yang semua – muanya keren beud ! Mana yang harus ku review yaa…saking banyaknya dan konten postingan di Jurnal Mbak Evi tuh semuanya BERNAS !

 Aku mau cerita dulu,  ihwal keberuntunganku kenal dengan blog Mbak Evi, pada waktu itu kalau gak salah bulan Juni 2012, ( blogku baru lahir hihihihi ), meski masih baru tapi kok ya… pecicilan pengin ikut lomba yang di adakan oleh PT. Sari Husada bersama komunitas CSRnya yaitu Nutrisi untuk Bangsa. Nha berhubung aku masih  gagap blog, pengin ikut lomba tapi pasang bannernya aku gak bisaaaa!!! Heuheuheu.

 Nah, daripada manyun – manyun esmosi, melalanglah aku dari blog satu ke blog yang lain peserta lomba Nutrisi Untuk Bangsa. Dalam hati… pengin banget sama hadiahnya yang  jalan – jalan ke Gunung Kidul itu. Hwaaaa…

 Akhirnya ketemulah sama blog yang cetar membahana ini, dan…ternyata postingan Mbak Evi yang di lombakan itu menang pula!! Wah makin kagum deh sama Mbak Evi.  Trus karena pada dasarnya saya doyan pecicilan ke mana – mana salah satunya iseng main ke Kompasiana yang  kesohor  itu, ketemu Mbak Evi lagi di sana, aku ubek – ubek deh tulisan – tulisan Mbak Evi. Wes..wes …wes tak acungi jempol 10 deh ! Pingin aku  bisa menulis yang isinya sangat bernas seperti tulisan  Mbak Evi.

 Sssstt…dari tadi malah crito dewe…reviewnya manaaaa ???

 Reviewnya dimulai  aja yaaa…

 Dari sekian banyak postingan Mbak Evi  yang bagus – bagus  itu, aku pilih postingan yang menurutku sangat – sangat humanis, yaitu yang berjudul :

BAPAK !

Bapak2

Tulisan ini sudah lama di posting yaitu pada tanggal 17 Desember 2007, meski tulisan ini  sudah lama tapi tetap menjadi  TOP POST AND PAGES !!! Bener – bener keren ! Dari sisi humanis maupun dari nilai kehidupan. Mbak Evi menuliskan kesedihanya dengan penuh ketegaran  sebagai seorang anak dan itu sangat menyentuh. Aku salut !

 Ya, tulisan yang menceritakan  seorang Bapak yang bersahaja tak banyak kata, tapi mulia dalam amal  ibadahnya. Seorang hamba yang begitu pasrah akan kehambaanya kepada sang Illahi, pun ketika di hadapkan pada ujian berat, pada saat memenuhi  panggilanya ke rumah Allah ( Baitullah ). Sang Bapakpun tetap pada keyakinanya bahwa rasa bersyukur dan keihklasnya adalah iman yang  utama,.

 Barangsiapa cinta karena Allah dan benci karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan karena-Nya, adalah orang itu memperoleh kesempurnaan iman (HR Abu Dawud & Tirmizi)

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Insya Allah Bapak telah menggapai Haji Mabrur

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.”

 (HR. Bukhari  1773 dan Muslim 1349).

 Itu review dari saya Mbak Evi, semoga berkenan…

 Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.

BANNER-EVIINDRAWANTO1

First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto

Iklan

51 pemikiran pada “REVIEW JURNAL EVI INDRAWANTO ( BAPAK )

    • Bener bangeeddd Dan, tulisan mbak Evi baguss2 semua, banyak ilmu dan menginspirasi…nih bingungnya seperti bingungnya aku nulis tips hemat buatmu Dan 🙂

      Iya, aku ubek blog Evi berhari hari loh…akhirnya nemu yang Bapak ini.. 🙂

      Yuk, buruan daftar Dan ! 🙂

  1. Bu LIes …
    Bu Evi memang penulis yang handal …
    terutama kalau sedang menceritakan perjalanannya …
    ada foto plus cerita yang melengkapinya

    salam saya Bu Lies
    Semoga sukses

    • Amiin..

      Sama – sama Mas Lozz Akbar…senang bisa menyemarakan GA mbak Evi…

      Salam kenal kembali…# sebenarnya dah kenal nama ding, di WEBE namane njenengan berkibar terus…hehehe

    • •‧::‧• ♥♏ªƙªsίђ♥ •‧::‧• Mbak Ely… 🙂

      IBB yg kemarin keren deh Mbak temanya…bintangnya sangat inspiratif…Pak Bams yg piyayi Jogja, Insya اللّهُ malem Sabtu besok aku ketemu Beliau…

  2. Hukhukhuk..Ini aku nangis habis baca kalimat-kalimat terakhirnya Mbak Lies..Untung lah Bapakku masih hidup jadi aku masih bisa kirim SMS mengungkapkan kangen padanya..
    Makasih atas tulisannya Mbak Lies..Tercatat ya #sambilngusapairmata hahaha…

    • Hadeeuuuhhhh…..minta maapkeun saya Mbak Eviiiiii….saya salah interprestasi kalo gituh…di tulisan ” ikhlas melepas kepergianya ”

      Tolong mintakan maaf sama Beliau ya Mbak…semoga Beliau selalu di beri usia panjang yg berkah dan kesehatan yg baik…

      #mas Lozz Akbar kok ya ndak komplen tadi yaaa….maapkeun saya Mbaakkkk !!!

      • Oh hahaha..yang bikin aku nangis tadi..bukan soal iklas melepas kepergian belia Mbak..Aku tadi intreprestasikan melepas kepergian ke Mekah kok…

        Aku terharu membaca bahwa Mbak Lies menangkap kegalauanku dalam memikirkan Bapak…

        Waduh..Kalau gitu kita sama-sama minta maaf Mbak..Lah aku kok pakai acara nulis nangis yak..

    • Tetep aku yang salah interprestasi Mbak….mau aku revisi ah !!! Berdosa deh aku sama Beliau…

      Aku di diskualifikasi gapapa Mbak, yg penting ikut meramaikan acara ini hehehe 🙂

      • Waduh..Gak apa-apa Mbak Lies..Kok pakai acara diskualifikasi sih..Dan kalau tahu Bapakku juga gak akan masalah kok..Wong mata beliau itu melihat dunia ini dengan luas sekali. Jadi aku gak mengkualifikasi ya..Kesalahan dikit dan manusiawi,,,So take itu easy Mbak 🙂

    • Tetep tak revisi ah…

      Berarti misal Bapak bisa punya blog kontennya pasti setara dg punya mbak Evi yaa…karena pengetahuanya sangat luas…pasti Mbak Evi nurun Bapak wes hehehe 🙂

      #mbak yg kalimat terakhir mau aku hapus aja…bener2 salah besar nih aku !

    • Makasih Mbak…gapapa ikutan,ngeramein acaranya Mbak Evi, aku sering kok bersaing dengan ratusan peserta..just having fun, tenang rejeki gak akan kemana #eh ! 🙂

  3. Saya juga suka banyak tulisankak Evi. Bernas seperti yang mbak bilang. Yang ini malah saya belum pernah baca, saya ndak ngobok2 sedalam yang mbak Lies obok2 😀

    Ada satu yang saya masih ingat ttg masa SMP kak Evi kalo gak salah, waktu uang sekolah dipakainya untk sewa buku cerita sementara kondisi keuangan sedang amat pas2, duh .. baca endingnya ikut nangis saya .

    Sayang saya lupa judul postingannya. Waktu itu kak Evi ikut kontesnya pakdhe. Dan menyabet KISAH TERDRAMATIS. Asli dramatis mbak … Kalo mbak Lies baca, pasti setuju dengan saya 🙂

    Moga menang yaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s