FROM NURNBERG – BANDUNG – JOGJAKARTA WITH LOVE :)


Rasanya tak percaya  ketika membaca inbox dari seorang sahabat blogger yang tinggal nun jauh di Nurnberg sana, menuliskan, ‘ Mbak Liieesss, aku udah sampe Bandung, Insya Allah besok mau jalan – jalan sama Momih  ke Jogja !” 

Yap ! Siapa lagi yang punya gaya ceria seperti ini, kalau bukan Teteh Dewi  Firyani Ringgana, yang di dunia blog kerap di sapa Nengwie. Blognya yang selalu ceria, selalu rajin berbalas komentar merupakan ciri khasnya yang membuat blognya di sukai banyak sahabat blogger lainya.

Tulisanya simpel tapi menarik dan selalu ada keceriaan di sana, tak jarang ke’bodor’an pun muncul tatkala menceritakan ke empat buah hatinya. Sering aku tersenyum simpul dibuatnya. Tapi jangan tanya soal keromantisan Teteh yang satu ini, tengok saja blognya, pasti banyak video musik yang full romantis plus kemanjaan Teteh dengan Kangmas tercintanya. Hmmmm…

Teteh Dewi  selain pinter masak, juga pinter memainkan alat musik angklung, kesenian khas dari daerah Teteh yaitu Bandung. Teteh yang geulis ini kerap pentas memamerkan kesenian Indonesia di KBRI  Jerman. Wah keren banget yaa … 🙂

Hari yang dinantikan pun tiba, dari malem sampai pagi saling teleponan dan sms an, weslah pokoke ‘heboh karepe dewe’ hihihihi. But, bingung juga aku, mau di bawain apa ya dari Purworejo ini ? Karena inget Teteh pengin nanem daun kemangi, ya weslah blusukan dulu nyari biji kemangi biar di tanem di Jerman sana. Hihihihi ( tapi gak tau deh jadi di bawa ke Jerman apa enggak. :))

Sepanjang perjalanan dari Purworejo ke Jogja, bawaanku senyam senyum terus, untunglah Pak supir shuttle bus di sampingku seperti mengerti isi hatiku, jadi terbawa keceriaanku juga, nyetirnya sambil nyanyi – nyanyi. Perjalanan satu jam setengahpun tak terasa.

Sampai di Tugu Jogja, akupun turun, celingak – celinguk di depan The Phoniex Hotel. Karena sebenarnya aku  janjian juga sama sahabat blogger lainya yaitu Mas Aan Prihandaya yang sangat baik hati, tidak sombong plus rela menjemputku. Betapa baiknya dirimu, Sobat ! Biarpun kami sudah sering bercanda di blog, bbm dan twitter, tapi belum pernah sekalipun kami bertemu. Haaaaa….

Setelah agak missed communication, karena ternyata Mas Aannya kebabalasan dan salah arah ketika menjemputku. Bolak – balik aku telepon hihihihi maapkeun daku yaaa..yang telah merepotkanmu. Akhirnya mobil hitam imut itupun muncul tepat di depanku menyeruakan wajah si empunya, hahahaha kenalan dulu ! Salim 🙂 Tos !!! Lanjuuuttt…..menuju Ibis Style Hotel yang  berada di Jl. Dagen 109, melanjutkan perkenalan sambil bercanda di sela deru kota Jogja.

Beliau punya banyak blog, antara lain  Blog Pawuhan dengan nama pena Sigoese dan Urip Prasadja. Blog Mas Aan ini asik banget, tulisanya simpel tapi mengandung makna yang dalam, meski penyampaianya kadang bercanda, di tambah foto – foto yang menurutku te o pe be ge te lah ! Bagaimana tidak TOP, beliau ini seorang potoglapel ciamik, plus punya usaha industri kreatif berupa majalah Fashionita yang terbit secara Indie. Wooowww ! Salut aku Mas ! # Eh, sssttt mau dong jadi model majalahmu …gubraaagggss !!!. Hahaha.

Sampai di lobi hotel, kami memilih lobi outdoor, selain suasana lebih nyaman dan asri, menurutku sih mirip – mirip resort  gitu, Mas Aan pingin merokok katanya. Karena si Teteh lagi sholat di lantai atas. Belum ada sepuluh menit, kami menuntaskan kenalanya, eh si Teteh muncul …gempita seketika di lobi yang gak begitu luas itu….Waooowwww….aku terpana deh ! Yayayayaya…Memang sudah mempunyai empat buah hati tapi performnya itu cyynnnnn…kayak masih mahasisiwi semester akhir ! Beneran ! Sumpah !

kopdar tanpa foto = hoax ! :)

kopdar tanpa foto = hoax ! 🙂

Mengenakan rok panjang semata kaki warna biru motif daun pakis kecil – kecil, di rangkep jaket blue jeans, kerudung simpel warna putih plus sepatu boot hitam. Rahasianya apa sih, Teh bisa awet muda kayak gitu ? Jangan bilang harus tinggal di Jerman lho …Awas ! Hahaha

Ceritapun mengalir sepanjang pertemuan, dari perjalanan  Teteh yang ternyata  memiriskan yaitu, pesawat Emirat Arab yang ditumpanginya sempat mengalami kendala penerbangan ( mesin error, yang menyebabkan pesawat terpelanting beberapa detik, menyebabkan beberapa penumpang terluka karena goncangan mendadak ke atas kemudian turun secara keras ).

Alhamdulillah Teteh termasuk penumpang yang mengikuti aturan penumpang untuk selalu mengenakan safety belt, jadi masih selamat tidak ikut terpelanting, meski dia bilang hati dan jantungnya udah sampai ke ujung mata kaki dan dan lafal dzikirpun tak ada hentinya di ucapkan sambil gemetaran.  Meskipun  acara transit di Singapore, harus menginap di sana semalam untuk menunggu perbaikan mesin pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Akhirnya karena berkah Allah semata, sampai di Indonesia dengan selamat. Alhamdulillah.

Dan lagi –lagi perjalanan Teteh musti di warnai kekecewaan ketika harus berkawan dengan kereta Arga Wilis yang membawanya dari Bandung ke Jogja,  Teteh merasa aneh aja bahwa kereta seeksekutif dan semahal Arga Wilis tapi tampilan keretanya masih….ya gitu deeehhh.., plus banyak karat di sana sini. Jauh dari bayanganya katanya. Aku Cuma bisa bilang, ‘ Jangan di samain dengan fasilitas yang ada di Jerman sana  ya Teh ‘ # Hellooooo, PT KAI ? Do you hear our voice ?

Tapi yang terpenting kita bisa kopdaran di Jogja rame  – rame…hehehe. Sambil mendengar konsultasi Teteh sama Mas Aan tentang pariwisata di Jogja, yang wajib dikunjungi , tanganku sibuk sms sama si mungil Phie Jatuasri yang berjanji mau datang juga di Ibis. Belum rampung nulis sms, ada sms masuk, ternyata dari Phie ! Mengabarkan bahwa dia ada di lobi selatan. Waduh kan berjarak 5 meter dariku, cuma kehalang tembok lift  doang ! Langsung kutemui si mungil yang ternyata rela meninggalkan Jurnal Ilmiahnya di UGM sana untuk menemui kami di sini. Jaket kremnya basah kuyub, karena ternyata langit Jogja sedang tidak bersahabat dengan kami. Hiks !

Mas Aan ganteng dewe !!! :P

Mas Aan ganteng dewe !!! 😛

Senyum ceriapun mewarnai kehebohan berikutnya, berbagi cerita dan saling menimba ilmu tentang perblogan pun di mulai. Dari menaikan Page rank, merampingkan Alexa, bagaimana biar banyak pengunjung, sampai tips ikut kontes nulis, menulis di media, memotret  dan mengikuti  GA. Komplit – plit. Itulah asiknya menjadi blogger semua saling berbagi dan menginspirasi, meski sebelumnya belum pernah berjumpa sekalipun.

Jam hotel menunjukan waktu ke angka dua, aku belum sholat dzuhur, mending aku sholat, bersyukur bisa bertemu dengan teman – teman baik berenergi positif di dunia blog. Ternyata tempat sholatnya di atas, yo wes aku tinggalin mereka sejenak. Karena cuma aku sendiri yang belum sholat. Turun dari atas…aaaaa itu Mbak Ika Koentjoro sudah datang rupanya, di jemput  sama Mas Aan juga, yang menemukan Mbak Ika duduk manis di bawah pohon beringin depan Kantor Pos Jogja. Hahahaha…jadi penunggu pohon beringin dadakan ya Mbak ?

Obrolan makin seru, sampai Ibunda Teteh bingung kali yaaa…apa ini yang diomongin gak jelas banget juntrunganya. Maap Ibuuuu…kami jadi menganggu acara liburanya, tapi gak pa pa kan ? Kami anak baik – baik kok Bu.. 🙂

Meski hujan mengguyur  tak mengurangi semangat untuk mencicipi salah satu  kuliner andalan Jogja selain gudeg ! Karena Ibunda dan Teteh trauma akan rasa manis nan legit dari gudeg, jadi gak mau coba lagi. Hohoho. Setelah berunding dengan berbagai macam pilihan kuliner, akhirnya di putuskan untuk maem di Soto Kadipiro di Wirobrajan, karena Ibunda Teteh pengin yang segar dan hangat – hangat.  Meluncurlah kami ke arah Wirobrajan setelah sebelumnya mampir ke Ina Garuda Hotel, nganterin Teteh nuker uang di Mulia Money Changer.

Sampai di Soto Kadipiro, ternyata masih ada satu lagi sahabat blogger yang berkenan hadir di acara ini, yaitu Bunda Muna, yang tadinya mengabarkan tidak bisa datang, akhirnya menyempatkan diri di sela kesibukanya mengajar les privat, dia bilang jadwal lesnya di undur satu jam dari jam seharusnya. Wah, demi kopdar rela ya Bund..Siiplah. Salam deh buat muridnya yang mau ngertiin Ibu Gurunya itu. Hehehe.

Hangatnya soto Kadipiro, makin menghangatkan persahabatan kami :)

Hangatnya soto Kadipiro, makin menghangatkan persahabatan kami 🙂

Matahari terlihat menuju ke ufuk barat, langit sore mulai berlabuh, menandakan aku harus segera mengakhiri pertemuan hari ini,  meskipun  dengan berat hati akupun berpamitan untuk pulang terlebih dulu, walaupun  bertemu cuma sepenggalah hari, tapi ini sungguh sangat berkesan. Semoga lain waktu Allah mempertemukan kita kembali dan persahabatan kita akan tetap  langgeng dan hangat sehangat soto Kadipiro !

Iklan

69 pemikiran pada “FROM NURNBERG – BANDUNG – JOGJAKARTA WITH LOVE :)

  1. Mbak Lieeeeeeeeeeeeeeeeesss……!!!!*udah lama ngga tereak dimari hihihi*
    Waduuuhh kumplit bin lengkap buangeet..jadi heran deh, pdhl kemaren ngga bawa alat rekam, ko semua ada yaaa:: ??? woaaaa untung diriku tidak ngomong yang aneh2 😀

    Dankeeee…vielen..vieleeeen Dank untuk saat-saat yang tak terlupakan kemarin…Soen sayang satu-satu..kecuali Babeh 😀

    InshaAllah ketemu lagi ya Mbak LIes….aamiin.

    Nanti saya posting jg acara kopdaran kita… tp kapan yaaaa..?? ini batuk bikin cape duluan 😥

    • Wuaaaaa…yang di rumpiin nongol pertamax hahahahaha

      Ga tau kan kalo aku bawa alat rekam yg di selipin di kerudung hahahaha #bo’ong ding !
      Ngomong yg aneh juga kayaknya gapapa Teh…asik asik aja kok..hihihihi

      Insha Allah, semoga kita bisa bertemu lagi..
      Ayo posting…posting…# sambil sodorin peresan jeruk nipis plus madu 🙂

  2. Saya belum berkenalan dengan Ibu Dewi ini …

    Yang jelas … seperti biasa … jika membaca reportase serupa … maka saya akan selalu bilang …
    This is the beauty of Blogging …
    Berita mengenai kopdar tak akan pernah membosankan … tak akan pernah basi …

    Salam saya Bu LIes

  3. wah .. senengnya yg habis kopdaran, rame begitu ya mbak, pasti lupa waktu deh, bener nggak mbak ? kurang malah kali ya waktunya buat ngobrol 😛

    • Iya..ngapain yaaah? hehehe
      Babeeeeeeeeeeh….. hatur Danke sudah nganter2..jadi guide dadakan buat saya dan momih…. *bungkuk2 ala urang Jepun*

      • Iya Babeh mah sudah propesional..cuma hari itu maujadi guide dadakan buat teteh hehehe..
        Yg konooon kalau nganter2 tamu, biasanya dikasihkan ke guide lokal, nah Babeh mah duduk nyantei sambil ngerokok..tul khan Beeeeeeeh…???? 😀

  4. wah seeeruuuu abiss …
    pantes kok habis pesta klepon kok teh Dewi ngilang, ternyata mempersiapkan diri buat kopdar ceria di Yogya …
    tidak bisa disangkal, Mas Aan memang paling ganteng … :mrgreen:

  5. Loh ada mbak Phie juga di sana.. emang kopdar membuat ketagihan.. Meski sebelumnya cuma sebatas kenal di ranah maya, tapi saat ketemu serasa reuni sahabat lama. Kapan kopdar dengan saya nih mbak Lies? 🙂

    • Sepakat Masa Lozz, kopdar itu sensasinya mirip reuni, ketemu sahabat lama…dan berasa udah dekeeettt banget !!!

      Insha اللّهُ, kalo Mas Lozz ngadain Road Show to Jogja…aku ngikuuuuuttt !!! Hahaha #mupeng deh liat kopdaran Uncle satu ini di Jakarta bisa ketemu sahabat2 blogger di sana, mana bisa to be continue lagi !!! Hehehehe

  6. eh mbaklies, holahola, mukanya kaya familiar gitu, pernah ketemu dimana ya?
    seru nih makan enak di jogya.. dan baru tahu penampakan mas aan aka mas urip ternyata idnya juga sigoese.. *garukgaruk pala.. idnya apa lagi ya?
    dan itu ada muna & ika, rame aja jadinya..

    [foto kita berempat di bandung mana ya tehdewi? kayanya yang ambil foto cuma neng nuriska ya]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s