[ RESENSI NOVEL 12 MENIT ] : BERANILAH BERMIMPI, DAN PERCAYAILAH !


12 Menit

JUDUL BUKU           :  12 MENIT

PENULIS                  :  OKA AURORA

PENERBIT                 :  NOURA BOOKS ,JAKARTA

CETAKAN                 :  I , MEI 2013

TEBAL BUKU             :  XIV + 348 Halaman

ISBN                          :  978 – 602 – 7816 – 33 – 6

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sebuah bangsa sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri “ ( QS Al-Ra’d [13] : 11 )

Kalimat tersebut diatas adalah kalimat pertama yang saya tangkap dan masuk ke sanubari, setelah membuka lembar ketiga novel bersampul warna biru gelap dengan ilustrasi yang unik ini. Tak dapat dipungkiri bahwa kalimat tersebut bagai mantra mujarab yang menguatkan, ketika kita sedang mengusahakan apapun di dunia ini.

Membaca novel yang berisi 50 bab dengan judul – judul yang ‘ear cathcy’ mau tak mau mebuat penasaran untuk melihat bab demi bab hingga akhir. Meski banyak ditemukan istilah – istilah Marching Band yang asing seperti , cadet band, brass, battery, rudiment, six stroke roll dan lain – lain, tak lantas membuat pembaca  kebingungan dengan istilah – istilah tersebut karena di sediakan Glosarium yang lengkap di lembar akhir.

Lembar demi lembar dalam novel  ini  menyiratkan tentang perjuangan anak – anak negeri untuk menggapai sebuah cita – cita dengan berbagai macam masalah dan cobaan hidup yang datang silih berganti serta  pergulatan batin yang komplek dari masing – masing tokoh,  yang nyaris mustahil bisa terselesaikan.

Beberapa tokoh sentral yang hebat  dalam cerita ini, adalah  :

Rene, seorang pelatih Marching Band lulusan sekolah musik Amerika yang juga anggota Marching Band berskala Internasional, di minta oleh salah seorang Manajer Perusahaan Pupuk Bontang yang kebetulan juga adalah mantan kekasih Rene. Dengan mengabaikan sebuah perasaan,  Rene dengan  keyakinan yang mantap bersikeras melatih dan menanamkan sebuah kepercayaan bahwa anak – anak daerah dari Bontangpun bisa  menjadi  yang terhebat di di ajang Grand Prix Marching Band ( GPMB )

Elaine, gadis tujuh belas tahun yang cerdas,  berayahkan seorang pekerja keras asal Jepang,  yang bersikeras agar anak gadisnya mengutamakan sekolah daripada bermusik. Untunglah Elaine mempunyai seorang Ibu yang lembut hati dan bijaksana yang selalu siap melindungi dan membelanya. Dengan pilihan yang amat sulit baginya dari awal kepindahanya dari Jakarta ke Bontang, sampai dengan pilihan antara mengikuti Olimpiade Fisika mewakili sekolahnya  atau mengikuti lomba Grand Prix Marching Band sebagai Field Commander.

Tara,  gadis manis yang harus rela kehilangan sebagian pendengaranya karena kecelakaan yang dialaminya bersama  ayahnya.  Peristiwa itu  membuat gadis ini merasa bersalah tak berkesudahan atas kematian ayahnya. Di sisi lain sepeninggal Ayahnya, Ibunya memilih meninggalkanya untuk melanjutkan studi di luar negeri, demi kehidupan yang lebih baik di masa datang  bagi dirinya dan Tara. Kesedihan mendalam,  keterbatasan pendengaran dan merasa diperlakukan tidak adil ,  membuat Tara menjadi   remaja yang sangat labil dalam menyikapi  berbagai masalah yang menghinggapinya. Beruntung memiliki   Oma dan Opa yang melimpahkan segala kasih sayangnya kepada cucu satu – satunya itu  dan mendukung penuh talenta bermusik Tara yang tak berkurang sedikitpun, meski  indera pendengaranya telah berkurang.

Lahang, anak laki – laki semata wayang dari pemuka adat suku Dayak, meski  derita dan kekurangan daya  selalu melingkupinya,  tak mengurangi semangat untuk menggapai cita – citanya untuk  melihat tugu Monas, sebagai simbol sebuah kemajuan dan keterbukaan mata sebagai anak daerah. Dan satu – satunya tiket untuk bisa mencapai Monas adalah dengan menjadi  anggota tim inti Marching Band. Di tempa segala derita membuat Lahang menjadi anak yang luar bisa kuat dan berani memutuskan sesuatu meski itu sebuah hal yang sangat sulit sekalipun. Ucapan Bapaknya benar – benar mengeraskan hatinya akan sebuah cita – cita, “ Berapapun waktu yang diberikan, tak seharusnya dihabiskan dengan ketakutan. Karena ketakutan, Anakku, tak akan pernah menyambung hidupmu, yang akan menyambung hidupmu, hanya keberanian. ” ( hal. 104 ).

Kisah dengan latar belakang sebuah korps Marching Band  Bontang  Pupuk Kalimantan Timur ini,  menyajikan sebuah cerita panjang tentang sebuah mimpi yang disertai dengan kerja keras, kepercayaan,  kesabaran, keuletan, ketahanan dan keteguhan hati, kesempatan  sekaligus keberuntungan atas  doa – doa penuh harapan.

Jika penulis sehandal Helvy Tiana Rossa menuliskan endorsement seperti ini, “ Sebuah kisah segar tentang persahabatan dan perjuangan anak – anak daerah yang merupakan anggota marching band di Bontang. Cerita yang akan menyemangati dan menginspirasi pembaca hingga lembar terakhir “ tentulah novel  ini sangat patut dikoleksi  sebagai bacaan yang bermutu.

Dan Oka Aurora, yang menulis novel apik ini, seorang penulis perempuan, Ibu dari tiga orang anak yang  juga sebagai penulis skenario film. Lepas dari pekerjaan di sebuah perusahaan besar tak membuatnya berhenti melangkah dan berkarya,  bahkan Beliau mampu membidik dengan cerdas segmen pasar yang saat ini sangat membutuhkan cerita remaja yang dinamis,  inspiratif dan mencerahkan dalam melewati masa transisi dari masa anak – anak menuju masa remaja.  Kabar baiknya kisah dalam novel  ini tak akan lama lagi dapat kita saksikan di gedung bioskop,  dan yang pasti harapan saya dan pembaca lainya adalah kisah  yang diangkat ke layar lebar akan  sesuai dan sebagus jalan cerita yang ada  di novelnya. Semoga !

Iklan

12 pemikiran pada “[ RESENSI NOVEL 12 MENIT ] : BERANILAH BERMIMPI, DAN PERCAYAILAH !

    • Mbak Prih, yang keren mah novelnya..yg ngeresensi tinggal nulas nulis sakarepe dewek hehehe

      Iya baca ya mbak…keren bener kok novel ini ! Suer wes ! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s