[ REVIEW NOVEL ] : CINTA SELEMBUT MACAROON


B1

JUDUL                 :  MACAROON LOVE : Cinta Berjuta Rasa

PENULIS             : WINDA KRISNADEFA

PENERBIT           : QANITA, PT MIZAN PUSTAKA, BANDUNG

CETAKAN           : I, Maret 2013

TEBAL                  : 264 Halaman.

ISBN                     : 978.602.9225.83.9

Melihat sampul Novel Macaroon Love : Cinta Berjuta Rasa, berjejer bersama novel – novel lain di rak toko buku, membuat mataku tak  berpaling dari novel berwarna hijau lembut dengan ilustrasi kue  warna – warni dengan tangga cinta. Manis !

 

Membuka lembar – lembar pertama, agak asing juga menemukan nama – nama aneh atau unik menurutku, seperti Magali,  Beau , dan sebutan Nene untuk nenek. Tapi apalah arti sebuah nama ? Benarkah sebuah nama itu tidak penting ? Mungkin sebagian orang sangatlah penting akan sebuah arti nama, sedang sebagian lainnya tidak begitu mempermasalahkan, karena nama intinya adalah hakikat sebuah materi ataupun perenungan esensi dari sebuah nama.

 

Jika sebuah nama tak berarti penting seperti anggapan Shakespeare, tentu seorang Magali, perempuan 24 tahun itu,  tak perlu  resah di hari ulang tahunnya, untuk selalu meminta dan berdoa  agar namanya bukan Magali ! Atau bahkan menganggap namanya adalah pembawa kutukan sehingga dirinya memiliki sifat dan selera yang aneh. Dan hidup dalam keluarga yang aneh.

 

Sebagai seorang freelance food writer,  meliput berbagai macam kuliner dan  restoran  adalah sebuah pekerjaannya sehari – hari, menemukan sebuah kebetulan demi kebetulan secara beruntun dalam kehidupan Magali. Ini adalah sebuah takdir yang membawanya ke sana, lingkaran rahasia hidup  telah di pastikan untuknya.

 

Bertemu dengan seseorang yang  mampu mencuri hatinya karena mempunyai selera yang sama, kemudian datang ke sebuah restoran bernama  Suguhan Magali, ketakjuban berikutnya, si pemilik restoran ternyata adalah Ammar, si pencuri hati  yang ternyata mempunyai  pekerjaan yang sama pula dengan Jodhi,  ayah Magali.

 

“ Semua hal yang terjadi dalam hidup kita adalah sambungan rantai dari kejadian sebelumnya. Tidak bisa diputus begitu saja. Bottomline, aku memang ditakdirkan untuk menemukan Suguhan Magali agar bisa melanjutkan rantai kejadian lain dalam hidupku, sehingga sekarang mengantar aku sampai ke kejadian ini.” (  hal ; 239-240 )

 

Cinta memang  lautan tak bertepi, begitupun dengan cinta Magali, betapapun kerasnya mengikari, tapi getaran lembut itu tak akan bisa membekukan rasa. Apalagi  ketika di hari ulang tahunnya ke 25, Ammar mempersembahkan Macaroon tower warna – warni yang cerah dan cantik, tentu saja rasa yang tersimpan dalam itu semakin membuncah.

 

Menjadi unik dan berbeda memang bukanlah suatu kesalahan apalagi kutukan, justru karena berbeda itulah hidup menjadi penuh warna. Tidak ada yang aneh dalam dunia ini, yang ada hanya perlu waktu untuk berdamai dengan dunia. Cerita dalam novel ini adalah gambarannya.

Dimana aku berada, Macaroon selalu kubawa :)

Dimana aku berada, Macaroon selalu kubawa 🙂

 

Sebuah kisah  cinta  yang  terinspirasi  dari  media sosial Facebook dan Twitter,  juga observasi karakter dan lingkungan dari sahabat – sahabat dekatnya, ditulis dengan manis oleh Winda Krisnadefa, sibuk sebagai Ibu rumah tangga dan pengelola sebuah Blog Komunitas Menulis Kampung Fiksi,  tak mengurangi prestasinya dalam menulis, beberapa penghargaanpun telah di raihnya. Dan Novel ini termasuk Naskah Unggulan Lomba Penulisan Romance Qanita dan beberapa minggu setelah diterbitkan, menjadi The Most Book Wanted !

Iklan

31 pemikiran pada “[ REVIEW NOVEL ] : CINTA SELEMBUT MACAROON

    • Hadeehhh…kudungku mendadak sobek iki, Hind…

      Aku mbonceng tanggaku Hind, yg pada mau pergi ke sawah…anak2 pake sededa mini, tak umbar nang galengan, mboke moco buku..hahaha

      Aku masih bisa kok pake pit lanang..

  1. Mbak… aku barusan baca tuh novel tapi belum sempat bikin resensinya.
    BTW, aku suka banget ama fotonya ituuuu… keren banget. 🙂

    Gudlak utk kontesnya ya Mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s