SEDIKIT OLEH – OLEH DARI JAKARTA


Mohon di maapkeun kalau oleh – oleh dariku ini  sedikit telat, sampai ke sahabat blogger semua, tetapi aku harap tetap bisa bermanfaat ya : )

Jadi ini  cerita selanjutnya tentang dresscode orange dan telat sampai ke acara untuk mengikuti Clinic Writing  #biasa toh, Jakarta itu maceeettt, mosok dari Pekayon sampai Kuningan 3 jam lebih ! weslah kapok hahahaha.

Meski sedikit yang kutangkap,  tetapi akan tetap kutulis semampuku dan seingat – ingatnya otak yang keburu di jejali banyak kerempongan seorang Emak – emak 😀

Tiba di lokasi udah telat, so aku kebagian kursi paling mburi dewe, rapopolah, lumayan kanan kiriku semua  Mbak – mbak dari Staff Femina, yang belakangan acara kuketahui,  ternyata Beliau – Beliau ini adalah Pemimpin Redaksi dan staff Eksekutifnya. Wih ! # Kok tau ? Iya soalnya yang nyerahin hadiah buatku yaa…Beliau – Beliau ini..hihihihi # hmmm pamer ! 😛

Clinic Writing hari itu adalah Travel Writing atau Menulis Perjalanan, meski aku belum pernah jalan – jalan ke mana gitu apalagi menuliskanya, tapi pastilah ilmu ini sangat bermanfaat. Acara yang di sampaikan oleh Mas Agustinus Wibowo, seorang fotografer, blogger, backpacker dan jurnalis ini, sangatlah patut untuk di simak dan sangat sayang untuk di lewatkan begitu saja.

Beliau bercerita bagaimana awal mula sebagai seorang backpacker, adalah karena hobi fotografinya yang melecut keinginan untuk melakukan berbagai perjalanan ke seluruh dunia.  Sebuah foto memang bercerita tentang seribu kata, tapi ternyata tak cukup untuk mengungkapkan segala cerita, ungkap Beliau.

So, dari sinilah Mas Agus menuliskan semua cerita perjalanan, yang katanya, perjalanan ke berbagai manca negara itu juga berawal dari hadiah – hadiah atas kemenanganya dalam dunia fotografi. Fuii, asyiknya..! #Mupeng banget pas di puterin video perjalananya, keren banget dah !

Meskipun belum satupun Buku Beliau yang aku baca, tapi aku yakin suatu saat nanti aku harus baca setidaknya satu dari ketiga bukunya yaitu : Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol. Dan sayangnya lagi,  pas di adakan acara kuis menuliskan satu paragraf tentang destinasi lokasi perjalanan tanpa menyebutkan tempat, aku gak berhasil memenangkan salah satu bukunya. Hiks, mesake deh aku 😦 padahal wes ngarep banget !

Suasana Travel Writing with Mas Agustinus Wibowo yang mengidolakan Bp. Pramoedya Ananta Toer

Terus, apa sih resep tulisan perjalanan itu bisa menarik, mempunyai ciri khas dan gak ditinggalkan pembacanya ? Dan apa sih Tulisan Perjalanan itu ? Hmmmm…simak – simak baik – baik tulisanku berikut ini : 😀

1. Tulisan Perjalanan harus deskriptif, kontemplatif dan realistis !

2. Karakteristik Tulisan Perjalanan : Timeless, kisah kecil untuk melihat gambaran lebih utuh.

3.Bahwa Tulisan Perjalanan adalah karya jurnalistik yang ramah pembaca dan sarana untuk berbagi pengalaman.

4. Tulisan Perjalanan adalah bagian dari sejarah manusia dan fantasi universal / umum.

Ada beberapa gaya dalam menuliskan sebuah perjalanan, yaitu : Tematik, Story Telling dan Foto Feature…tinggal pilih mana yang paling klik dengan selera kita.

Ada banyak sumber cerita yang di dapat dari sebuah perjalanan, dan untuk mendapatkannya kita pun memerlukan : observasi, catatan perjalanan, foto – foto dan lain – lain. Harus banyak menggali ide dari cari lokasi, pemikiran, pengamatan dll. Untuk menghidupkan sebuah cerita, tak ada salahnya kita mengenal dan berbicara dengan penduduk lokal, budaya dan tradisi penduduk setempat ( Respect the Culture ).

Sebuah tulisan perjalanan akan  menarik dan akurat juga memerlukan riset  destinasi mana yang akan dituju, yang di lakukan sebelum melakukan perjalanan, sedang dan setelah perjalanan itu sendiri. Tapi tak sekedar sebuah destinasi tapi juga sebuah sudut pandang baru dalam mengungkapkan sebuah cerita agar tulisan menjadi unik.

Roh dari semua tulisan perjalanan adalah tentang manusia, jadi inti dari sebuah perjalanan adalah menerima apapun secara terbuka akan segala hal dan niat belajar. Tinggalkan semua prasangka pada sebuah destinasi atau tempat tujuan. Galilah cerita dari segala hal yang kita temui.

Menulis juga diperlukan sebuah tanggung jawab pada tempat tujuan, maka selayaknya tulisan harus tetap berimbang. Baik perjalanan positif atau negatif itu hanyalah sekelumit cerita tentang fakta yang ada di tempat itu.

Kisah perjalanan yang kuat adalah ketika penulis melibatkan emosi pembaca, jadi janganlah melebih – lebihkan sesuatu yang tidak terjadi atau yang tidak realistis, karena tulisan perjalanan merupakan juga jurnalis yang membutuhkan data – data akurat. Tulisan bisa sangat menarik dan bagus, jika di akhir perjalanan ada sebuah kejutan atau sesuatu yang sangat tidak terencana.

Lalu, bagaimana tips dan teknis menulis perjalanan itu ? Ini nih, resepnya….

Pertama adalah  membuat kerangka karangan yang terdiri dari :  Pembukaan, Isi dan Penutup.

1. Pembukaan :

Kalimat pembuka yang menarik adalah :

– Menunjukan langsung pembaca ke lokasi  ( bukan seperti mendeskripsikan tentang  cuaca hari itu, seperti tulisan pada umumnya, karena itu sangat membosankan ).

– Gunakan fantasi atau perbandingan yang sudah dikenal secara umum.

– Atau bisa juga dengan melempar sebuah teka – teki / pertanyaan / misteri / kontradiksi agar pembaca penasaran untuk membaca tulisan lebih lanjut.

2. Isi :

Agar pembaca betah berlama – lama dengan tulisan kita : Dont show tell ! Jangan sekedar bicara, tapi deskrisikan keadaan tanpa menyebutkan sebuah tempat, ajak pembaca berpikir. Gunakan semua panca indera untuk mendiskripsikan sesuatu, dan apa yang kita alami jangan hanya mengandalkan penglihatan saja.

Agar tulisan hidup, selipkan juga beberapa dialog yang efektif yang tidak membosankan ( salah satu kegunaan kita, ngobrol langsung dengan penduduk lokal ), sisipkan juga beberapa adegan, agar pembaca mampu mendiskripsikanya sendiri.

Gabungkan teknik menulis fiksi dengan berbagai plot : Flashback , Plot maju atau plot campuran. Gosipnya dengan plot maju, tulisan akan terasa membosankan, jadi pilihlah plot lainya. 😀

Dalam menulis juga seperti halnya bermusik agar tidak membosankan diperlukan ritme. Untuk menggugah imajinasi pembaca ada baiknya kita menggunakan kalimat pendek dan kalimat panjang juga dialog – dialog / percakapan.

Berikan juga narasi sebuah perjalanan. Less is more, semakin  sederhana sebuah tulisan adalah semakin bagus dan don’t be wikipedia ! Maksud kan ya ? 🙂

3. Penutup

– Tutuplah cerita se simple mungkin, bisa berupa kesimpulan, renungan atau penutup yang menggantung. Nothing is new kata Mas Agus. Terapkan konsep KISS = Keep it simple, stupid and short !

Dan satu  lagi untuk menuliskan sesuatu ataupun sebuah perjalanan apapun itu kuncinya adalah : Do travel more , Do write more and Do read more !   Setuju bangetlah !

Mas Agus sedang menanda tangani Buku hadiah dan aku cuma bisa melongo 😦

Sahabat bloggers, itulah sedikit oleh – oleh dariku dari Jakarta dan di akhir acara ada surprise yang benar – benar surprise buatku, ketika aku di nyatakan sebagai Pemenang Kedua Sayembara Gado – Gado Majalah Femina. Alhamdulillah. Bermacet – macet dan bersusah payah ke Jakartanya ada berkahnya. Meski sepanjang acara aku sangat – sangatlah ciut nyalinya, coz para undangan lainya adalah para penulis  buku jempolan. Lha aku iki opo ? Masuk sebagai salah satu dari tujuh nominasi wae wes disyukurin banget.  🙂

Alhamdulillah 🙂
Iklan

52 pemikiran pada “SEDIKIT OLEH – OLEH DARI JAKARTA

  1. alhamdulillah, udah dapet pengetahuan baru di sini, eh ada yg bahagia pula. salut, mba. tips menulis itu mesti bisa saya terapin di blog

  2. mba lies… maaf lahir batin ya mba, semoga amal ibadah Ramadhan diterima oleh Nya..aamiin..

    selamat menikmati macet ya mba 😀 hehehe, btw ke jakarta memang buat ikutan acara ini atau lebaran dijakarta mba?

    • Daniiiiiii…kemana aja…baru nongol lagi ?
      Iya maaf lahir batin juga yaaa…

      beuuhh macetnya ampun Dan…itu acara pas tgl 26 Juli kemarin..baru sempet nulis sekarang 🙂

  3. suka nulis gadogado di femina ya.. samaaaa, ku juga suka nulis, udah lama banget deh ga nulis gadogado lagi..
    selamat ya mbaklies, selamat sampe juga dari pekayon ke kuningan 3 jam.. 😀 begitulah ibukota.. kudu punya stok sabar..
    ku dah baca bukubukunya agus, kalu ada sisa pengen deh bagi ke mbaklies.. ga tahu udah kubagi kesiapa ya?

    • Halah, kebalik Nduk, aku yg suka belajar dari blogmu…

      Iya pas ASEAN Blogger itu yaa…#sayang diriku ndak ikut 😦

      Mohon maaf lahir batin juga yaa…#peyuk Idah erat2

  4. janganlah melebih – lebihkan sesuatu yang tidak terjadi atau yang tidak realistis, karena tulisan perjalanan merupakan juga jurnalis yang membutuhkan data – data akurat.

    Saya suka sekali tips ini …

    Saya rasa ini berlaku umum …
    Bukan untuk tulisan perjalanan saja …
    Tapi juga untuk tulisan yang lain … (kecuali Fiksi tentu)

    Salam saya

  5. ada satu hal yang nyebelin dari tulisan tentang obyek wisata
    senengnya bahas keindahan alam, fasilitas oke, rame pngunjung dll dll
    tapi jalanan rusak ke arah sana sering ga disentuh
    *rumongso sering kapusan blogger plesiran…

  6. Saya pwenah melihat mas Agustinus Wibowo dari dekat, duduk sederetan dengan saya di sebuah acara di Makassar. Tapi saya gak pernah ikutan travel writingnya. Waktu itu saya telat daftarnyaaaa huhuhu. Untung ada note ini jadi bisa menyimak di sini. Makasih ya mbak 🙂

    Juara 2 ? Wow selamataaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s