PERLUKAH VISA WISATA ?


“ Hampir semua negara di ASEAN, telah membebaskan pengurusan visa bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negaranya, namun tidak dengan Myanmar. Kenapa ya, berwisata ke Myanmar tidak cukup dengan mengandalkan paspor saja? Perlu atau tidak visa bagi perjalanan wisata? “

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas ada baiknya saya mesti tahu apa itu paspor dan apa itu visa. Meski belum pernah sekalipun bepergian ke luar negeri, tapi siapa tahu suatu saat nanti saya merasakanya, syukur – syukur berwisata juga. Amin. 

 

Paspor adalah sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara yang berisi identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalan antar negara, yang berlaku selama 5 tahun atau dengan jangka waktu 3 tahun, kemudian di perpanjang 2 tahun sesudahnya.

 

 Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara untuk memberikan ijin buat seseoranguntuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode tertentu dan tujuan tertentu ( misalnya : politik, sosial, sekolah ).

 

Banyak negara yang telah membebaskan visa bagi para pemegang paspor untuk berkunjung, baik di kawasan Eropa, Amerika, Afrika dan Asia ! Di kawasan Asia beberapa negara yang  telah membebaskan visa bagi para pengunjungnya adalah  Brunei Darusalam, Kamboja, Hongkong, Macau, Malaysia, Filipina,  Singapura, Thailand, Vietnam,  dan Indonesia, masing – masing juga dengan periode tertentu rentang dari 14 – 30 hari waktu berkunjung.

 

Hal tersebut di atas tentu adalah sebuah kebijakan dengan alasan tertentu dari masing – masing negara dalam memberlakukan kemudahan bagi para pengunjungnya. Kemudahan tersebut di mungkinkan juga untuk mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke sebuah negara.

 

Namun tidak semua negara memberlakukan kemudahan sebagaimana di atas, ada beberapa yang tetap harus menggunakan visa on arrival ketika harus berkunjung ke negara tersebut contohnya, Laos, Fiji, Kamboja, Turki dan  Myanmar ! Visa on arrival yang pembuatanya bisa di lakukan di beberapa bandara international negara tersebut dengan biaya tertentu.

Kenapa negara – negara tersebut tetap memberlakukan visa bagi para pengunjungnya ? Pastinya ada alasan penting mengenai itu. 

 

Bagaimana dengan negara Myanmar ?

 

 

Myanmar, seperti kita tahu, bahwa negara ini sangat sarat dengan intrik politik dalam negri. Sejak lama Myanmar menutup diri dari kancah internasional. Berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di negara ini menyebabkan dunia Internasionalpun membuat jarak dengan negara ini.  Meski demikian hubungan dengan negara tetangga atau ASEAN tetaplah baik, ditunjukan dengan memberikan Visa On Arrival kepada negara – negara ASEAN sejak 12 Juni 2012. Visa On Arrival bisa di ajukan terlebih dahulu ke Kedutaan besar Myanmar di negara  asal , kemudian setiba di bandara Internasional setempat langsung bisa mengurus visa dengan membayar sejumlah biaya administrasi sesuai dengan tujuan dan berapa lama  pengunjung tinggal.

 

Jadi sebagai negara tetangga bila ada kesempatan tentu ingin juga berwisata ke Myanmar. Banyak pariwisata menarik di negara ini,  beberapa yang saya search di google, sepertinya keindahan alam, adat budaya dan penduduknya sangat mirip dengan negara kita. Beberapa tujuan wisata di Yangon, Bagan dan Mandalay sungguhlah mempesona dan memanjakan mata bila sampai ke sana. 

 

 

Perlu atau tidakah sebuah negara memberlakukan visa bagi pengunjungnya ?

 

Itu juga tergantung kebijakan pemerintahan negara masing – masing sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Apapun kebijakan sebuah negara selayaknyalah kita harus tetap menghormatinya bukan ?

Iklan

8 pemikiran pada “PERLUKAH VISA WISATA ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s