PERAN INDONESIA UNTUK ASEAN ( Jakarta, are you ready ? )


 
Ibukota tercinta  Jakarta !Tema #10daysforASEAN : Jakarta, Diplomatic City of ASEAN
Indonesia adalah negara terakhir yang dijadikan tema dalam lomba Blog #10DaysforASEAN yang diadakan oleh ASEAN Blogger Chapter Indonesia bersama dengan beberapa sponsor di antaranya US Mission.
Untuk tema kali ini dipilih Jakarta, ibukota negara Indonesia, yang juga menjadi markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.
Menurut teman-teman blogger mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?

Kantor Sekretariat ASEAN

Horeeeeee, the finally Indonesia jadi tema #10daysforASEAN ! Hari terakhir tantangan, meski tinggal sisa – sisa tenaga, tetap semangat untuk menuliskan tentang negara kita tercinta Indonesia ! Kita layak bangga  Indonesia dipercaya menjadi penghubung antar negara – negara anggota ASEAN atau bahasa kerennya Diplomatic City of ASEAN. Wow !

Indonesia yang beribukota Jakarta dengan luas daerah sekitar 661,52 km2, dengan jumlah penduduk 10,187,595 jiwa dan tentu saja terus meningkat setiap tahunnya. Jakarta yang merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara,  memang magnet luar biasa bagi warganegara Indonesia untuk berbondong – bondong datang ke Jakarta.

Lazimnya sebuah metropolitan sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN.

Bendera negara – negara anggota ASEAN

Tahukah teman, bahwa Gedung Sekretariat ASEAN itu didirikan atas prakarsa dari Bapak Presiden RI ke – 2 Suharto pada tahun 1981. Meski kekuasaan Orde Baru telah tumbang di tahun 1998, namun sisa kejayaan dan kebanggan sebagai negara ‘terpandang’ oleh ASEAN itu masih ada.

Gedung dengan bangunan megah serta logo 10 padi emas, sebagai simbol ASEAN di halaman gedung berhiaskan bendera negara – negara ASEAN yang berkibar tertiup angin, sungguh pemandangan yang sangat elegan menghiasi Ibukota negara. ke – 10 bendera berkibar bersama seperti menyiratkan sebuah kesatuan dari Komunitas ASEAN. Tak cuma itu pada Galeri Sekretariat pun di hiasi ornamen – ornamen yang melambangkan perkembangan yang sudah di capai ASEAN.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Jakarta atau Indonesia bisa terpilih sebagai Diplomatic City Of ASEAN ? Tentu saja ini tak lepas dari kontribusi positif  Indonesia yang selalu menjaga stabilitas ASEAN sebagai modal utama ASEAN untuk berkiprah  di dunia Internasional, sehingga ASEAN  berkibar dan menjadi perhatian dari negara – negara besar seperti Amerika, India dan Perancis.

Menyandang gelar Diplomatic City of ASEAN tentu memberikan banyak dampak, baik positif ataupun negatif. Semua itu harus bisa diterima sebagai sebuah konsekwensi sebagai negara penghubung antar negara – negara anggota ASEAN yang tentu saja masing – masing punya cara pemikiran dan kebijakan sendiri – sendiri.

Dampak positif

Sebagai Diplomatic City of ASEAN tentu saja tak hanya membuat Indonesia terkenal di dunia Internasional, tetapi tentu saja Indonesia akan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, keamanan dan sosial budayanya agar tetap selaras dengan cita – cita ASEAN.

Pendekatan pemikiran antara sesama anggota ASEAN, mementingkan kerjasama daripada sengketa merupakan harmonisasi untuk menuju kesuksesan dalam perkembangan ASEAN. Dan Indonesia haruslah menjadi pelopor untuk pemikiran ini.

Dampak negatif

Selain berdampak positif tentu di sisi lain ada dampak negatif dari kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Sebagai mediator untuk berbagai permasalahan dengan berbagai negara sangat dimungkinkan akan terjadi ketersinggungan, yang justru akan merugikan Indonesia, jika semua tak di hadapi dengan bijak.

Banyaknya masalah internal ASEAN untuk menyongsong Komunitas ASEAN 2015 seperti pelanggaran HAM, sengketa wilayah, kemiskinan dan lain – lain akan membuat Indonesia tidak fokus dengan permasalahan kompleks yang ada di dalam negeri, yang juga perlu segera di tanggulangi.

Kekhawatiran takut kalah saing pelaku usaha di Indonesia melihat Komunitas ASEAN . Pemerintah RI terus berupaya untuk menerangkan ASEAN ke warganya.  Proses sosialiasi bersifat lintas sektoral dengan melibatkan seluruh kementerian.

 Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh Jakarta ?

Survey menyebutkan bahwa 80% warga negara di seluruh negara anggota ASEAN kurang memahami ASEAN, termasuk Indonesia, untuk itu perlu di adakanya sosialisai secara terus menerus  tentang apa dan bagaimana ASEAN. Contoh konkritnya, seperti yang berlangsung sekarang ini, dalam wadah Asean Blogger Indonesia, setidaknya dengan ajang ini akan jadi ujung tombak jurnalis warga untuk mengenalkan ASEAN pada semua warga negara.

Jakarta yang terkenal dengan kepadatan penduduk yang berdampak pada banyaknya pemukiman kumuh, penduduk dengan angka kemiskinan tinggi, kemacetan yang susah diurai, ruwetnya berbagai macam persoalan yang membenani Jakarta, perlu segera bebenah dalam segala lintas sektoral agar terlihat lebih ‘sedap’ di pandang. Memang perlu proses panjang untuk ini semua, namun setidaknya langkah demi langkah akan mengurangi beban yang di sandang sehingga Jakarta siap sedia untuk menjadi tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa – bangsa ASEAN !

 Sumber :
news.detik.com
news.liputan6.com
http://www.kidnesia.com
international.okezone.com
opiniindonesia.wordpress.com
Iklan

11 pemikiran pada “PERAN INDONESIA UNTUK ASEAN ( Jakarta, are you ready ? )

    • Inilah kemenanganku mbak menaklukan rasa ‘drop’ mnulisku..

      Aku jane gak pede blas..ra karuan juntrunge..tapi demi memompa semangat menulis..lanjut..ra ketang tempel koyo tiap malaem..hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s