RESENSI BUKU : LABIRIN RASA, SEBUAH RUANG HATI UNTUK CINTA


labirin rasa

JUDUL BUKU       : LABIRIN RASA

                PENULIS               : EKA  SITUMORANG – SIR

                PENERBIT             : WAHYUMEDIA

                TEBAL                   : 394 HAL + vi

                JENIS                     : FIKSI ROMAN

                CETAKAN I          : 2013

                ISBN                    : 979 -795 -753 -5

 “ Tak tentu arah bukan berarti tersesat. Mungkin hanya belum menemukan jalan yang tepat “

Membaca buku Labirin Rasa serasa saya melakukan perjalanan panjang ke berbagai tempat indah di nusantara tanpa harus beranjak dari tempat tidur.  Ya, ini ciri khas Eka si penulis buku, penyuka travelling sejati, bahkan  pernah menjadi nominasi blogger wanita terbaik . Dan sayapun di bawa melanglang buana ke alam bawah sadar, kembali menjadi gadis muda yang ceria berpetualang mencari cinta sejati , mencoba menemukan sang Pangeran Fajar si tambatan hati pelindung sehidup semati.

Kayla, si tokoh utama seorang mahasiswi  berusia 21 tahun, sebagai anak tunggal seorang pengusaha kaya, beribukan seorang dosen, namun sayang keenceran otak kedua orang tuanya tak di wariskan kepada anak perempuanya. Tapi bukan Kayla namanya kalau tak bisa membela diri dengan keadaan minusnya. Otak dan wajah boleh pas – pas an, tapi jiwa mandiri, tangguh , kuat, memegang teguh prinsip patut di acungi jempol !

Gadis keturunan Batak – Jawa penyuka travelling dan  tak mempercayai ramalan itu membuang rasa kecewa atas hasil studi dengan berlibur ke rumah neneknya di Yogyakarta.  Dari sinilah awal mula cerita terjadi  dari petualangan satu ke petualangan berikutanya, dan ajaibnya  setelah menemukan surat wasiat Kakeknya  yang ternyata seorang kerabat jauh dari Keraton Yogyakarta, Kayla mulai mempercayai sebuah ramalan !

Ruben sebuah nama pertama yang menancap di hati seorang gadis ‘ semau gue ‘ , ya Kayla jatuh cinta pada pandangan pertama di kereta yang membawanya ke Yogyakarta. Rubenlah yang pertama kali menggelorakan rasa di dalam dadanya, mempermainkan  rasional dan irasionalnya tentang sebuah ramalan Kakeknya.

Cinta dan sakit hati memang jaraknya hanya selapis,  bak serambut dibelah tujuh, sakit hati yang diterima Kayla atas cinta bertepuk sebelah tangan dengan Ruben, tak memupusnya untuk tetap semangat berpetualang  kemanapun ia mau, gunung, laut  ataupun gua sekalipun untuk bertemu siapapun, yang terpenting melupakan sebuah nama :  Ruben !

Mampukah Kayla ?

Temukan jawabanya dalam buku bersampul hijau cerah ini, yang menawarkan suatu hal yang lain daripada yang lain perpaduan antara cerita persahabatan, pencarian jati diri, petualangan  perjalanan  dan cinta yang di ramu manis oleh penulisnya. Saya merasa  si tokoh utama bercirikan jiwa penulisnya  yang bebas lepas namun masih memegang prinsip hidup  yang teguh. Diwarnai banyak kesalahan editing dan typo di sana sini tak mengurangi semangat untuk terus melanjutkan membaca. Saya berharap untuk cetakan berikutnya editing lebih jeli sebelum naik cetak, sangat disayangkan cerita bagus seperti ini, namun pembaca harus berkali – kali mengerutkan kening atas apa yang baru di bacanya untuk memaknai beberapa kalimat yang terasa sangat janggal.

Cerita  dengan suasana pergaulan  sangat masa kini dan sedikit bebas, saya rasa ada baiknya jika di beri  keterangan di sampul buku bahwa buku ini khusus untuk dewasa, karena pengalaman kemarin buku ini tak sengaja tergeletak di tempat tidur,  dan dibaca oleh anak saya  yang baru duduk di bangku kelas 2 SMP. Terus terang saya agak kelabakan juga, karena di dalam cerita ini ada beberapa kata yang hanya di mengerti oleh orang yang sudah dewasa. Ini menjadi pembelajaran buat saya, untuk tidak menaruh buku dewasa secara sembarangan.

Sebagai buku karya pertama, Eka sukses dalam membawa pembaca ke alur cerita yang tidak monoton. Pembaca di bawa melambung, terhempas, tertawa, menangis, dan bahagia. Secara keseluruhan Labirin Rasa layak dimiliki oleh khalayak muda baik penyuka traveling maupun bukan , selain  banyak bercerita  kisi – kisi keindahan eksotis alam Indonesia kita tercinta, namun juga mampu memberi kita semangat untuk selalu berjuang keras untuk mencapai sebuah cita – cita dan cinta yang di dambakan.

logo-smartfren-anti-lelet-live-smart

Note: 578 kata
Iklan

27 pemikiran pada “RESENSI BUKU : LABIRIN RASA, SEBUAH RUANG HATI UNTUK CINTA

  1. resensimu bagus mba,,komplit plus minusnya,,eh,,typo tu yg kyk gmna ya mba,,aku sih blm prnh bca bukunya,,kyknya ceritanya petualangan bagus tp kalo liat sampulnya aku udah gak bgitu suka,,kyk kurang mewakili isinya gt,,kurang menarik,,pdhl kalo baca resensimu kyknya buku ini ceritanya bagus,,

    • Makasih Bunda Aisykha…typo itu salah penulisan…bukunya bagus, apalagi buat yg suka travelling,,

      Soal cover memang soal selera ya Bund…mungkin karena judulnya Labirin Rasa, jadi pake gambar semacam labirin gitu… 🙂

  2. Selain banyaknya typo yang menghiasi halaman2 buku ini, Eka memang berhasil membawa pembaca menikmati cerita sekaligus tempat2 ekosotis yang menawan. Dan Patar menjadi Pamungkas yang dahsyat! Semoga menang Mbak kontes review-nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s