DESA WISATA NAN ASRI ITU BERNAMA TEMBI


Sahabat blogger, pernahkah kalian mendengar Desa Wisata Tembi ? Mungkin sudah gak asing lagi ya, namun bagi saya yang sebenarnya bertempat tinggal tak jauh dari Yogyakarta, baru sekali ini mendengar dan berkunjung ke sana. Keterlaluan ya ? Maklumlah, emak – emak rempong  seperti saya, jarang sekali melakukan perjalanan wisata, meski ke kota terdekat sekalipun.

Beruntung pada tanggal 30 Nopember – 1 Desember 2013 kemarin saya ikut serta dalam Kopdar Blogger Nusantara 2013, sehingga saya bisa menikmati ‘kebebasan sejenak’ dari rutinitas sebagai emak di rumah. Sungguh sangat menyenangkan bertemu dengan sahabat – sahabat blogger dari seluruh nusantara di acara akbar itu. Kekurangan sempurnaan pengaturan acara tak mengurangi kebahagiaan dan keceriaan kami, apalagi setelah tiba di desa wisata Tembi.

tugu penanda desa Tembi

tugu penanda desa Tembi

Desa wisata Tembi yang berjarak kurang lebih 8,5 km dari pusat kota Yogyakarta, atau tepatnya berada di jalan Parangtritis km. 8,5 Kelurahan Timbulharjo Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Di tempuh dengan hanya 15 menit menggunakan angkutan umum, sampailah kita ke desa Tembi.

Gerbang desa Tembi

Gerbang desa Tembi

Nama Tembi konon di ambil dari nama seorang Dewi yaitu Dewi Tembi. Lepas dari sejarah itu, ada beberapa yang memenuhi kepalaku, berkaitan dengan asal muasal kenapa dusun Tembi ini di kemudian hari menjadi desa wisata yang sungguh menyejukan mata dan hati ini.

Dari cerita Bapak Endah Harjanto, si empunya homestay 42 tempat kami menginap kemarin, diceritakan awal mula keberadaan Desa wisata Tembi ini, pada tahun 1994 seorang warganegara Australia, bernama Warwick  Pursen Larsen yang sangat peduli dengan pesona alam pedesaan di wilayah Tembi. Kepedulian tersebut seperti gayung bersambut dengan Menteri Kebudayaan Indonesia waktu itu, yang melihat potensi Desa  Tembi sebagai desa yang asri cocok untuk homestay dan sentra kerajinan. Maka desa Tembi pun di resmikan menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yaitu sebagai Desa Wisata Tembi.

Rumah dan ornamen tradisional desa Tembi

Rumah dan ornamen tradisional desa Tembi

Kerajinan dari desa Tembi

Kerajinan dari desa Tembi

Namun desa Tembi yang sudah tertata rapi mengalami porak poranda ketika terjadi gempa hebat akibat meletusnya gunung Merapi pada tahun 2006, yang  menjadikan sebagian rumah warga rata dengan tanah. Untunglah ada sebuah bank swasta besar yang peduli akan kelestarian desa wisata, sehingga semua warga desa Tembi bangun dari keterpurukan dan membangun kembali desanya menjadi desa wisata yang sekarang ini.

Monggo...silahkan pilih ! :)

Monggo…silahkan pilih !🙂

Menelusuri sepanjang desa Tembi,  membawa aura kebahagiaan tersendiri, jalan – jalan dusun yang bersih, pemandangan yang menakjubkan dan keramah tamahan penduduknya, membuat nyaman, untuk sejenak melupakan kepenatan rutinitas sehari – hari.

Jalan setapak desa Tembi yang resik dan artistik

Jalan setapak desa Tembi yang resik dan artistik

beberapa sudut pemandangan desa Tembi

beberapa sudut pemandangan desa Tembi

Ah, ya sepanjang petualang saya di desa Tembi, banyak sekali yang membuat saya terhenti sejenak untuk sekedar melihat dan bertanya kepada warga sekitar, ada beberapa galeri batik, sanggar lukis anak – anak yang bekerja sama dengan Kedutaan negara Mexico, resto ala ndeso namun dengan menu internasional di Omah Yogya, yang lagi – lagi bekerja sama dengan Konsulat Mexico.

Bati Gallery

Batik Gallery

Komplit kan ya..

Komplit kan ya..

Tidak suka dengan menu internasional seperti saya ? Hmmmm…tentulah angkringan Jogja yang kami tuju, dengan menu sederhana namun nikmat, menambah semangat jalan – jalan pagiku di hari Minggu itu.

pecel...pecel.... !

pecel…pecel…. !

Berkeinginan untuk mengitari desa dengan menggunakan andongpun di sediakan, namun sayang, pas saya ke tempat penyewaan andong masih terlalu pagi dan kudanya masih bobok loh ! Hehehe

Naik delman yuuk...!

Naik delman yuuk…!

Trus, kenapa desa ini begitu rapi dan bersih ya ? Ternyata memang ada petugas khusus untuk menjaga kebersihan desa Tembi ini, bahkan saya sempat ngobrol dengan salah satu petugas kebersihan di sana yaitu,  Mbah Wiro sang pahlawan kebersihan itu.

Mbah Wiro sang pahlawan kebersihan desa Tembi.. :)

Mbah Wiro sang pahlawan kebersihan desa Tembi..🙂

Aura keramah tamahan penduduknya semakin jelas terasa, ketika saya kebingungan mencari toko kecil untuk membeli batu batere kamera yang drop, sedangkan nafsu memotret segala hal tentang desa Tembi masih berkobar. Tak segan – segan seorang mbak – mbak ( sayang, saya lupa  tak menanyakan namanya ) menawarkan diri untuk membelikannya, di toko yang lumayan jauh dari tempat saya duduk di teras rumah salah seorang warga.

Matahari semakin tinggi, rasanya belum puas menuntaskan penelusuran tentang desa Tembi ini, karena saya belum sempat  singgah di Rumah Budaya Tembi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari homestay saya, namun saya harus kembali pulang, karena terus terang saya termasuk emak – emak yang susah jauh dari anak – anak, meski berbaur dengan segala keriangan kopdar blogger, bayangan anak – anak selalu ada di pelupuk mata saya.🙂

Lalu, hey…oleh – oleh apa yang unik dari desa ini ya….trus setelah jalan kesana kemari, menemukan juga jajanan khas yang di jajakan oleh gadis – gadis kecil yang menawarkan beberapa bungkus kepada saya. Gadis – gadis kecil seusia anak saya itu dengan gigih menawarkan daganganya,  ” Kripik bonggol pisang, enak lho Mbak ! ” Hah ! Beneran ini bonggol pisang ? Iya bener ! Saya masih asing dan baru sekali ini tahu dan mencicipi cemilan kriuk ini. Dengan dua pilihan rasa yaitu rasa balado dan original. Kripik bonggol pisang merupakan inovasi baru dan membuat saya penasaran akan resepnya.   Bonggol pisang yang biasanya cuma dipinggirkan di ujung kebun, bila habis menebang pohon pisang, tapi di sini di olah menjadi makanan lezat  dan keren. Harganyapun lumayan mahal lho, sebungkus kecil Rp. 5000,- . Masih merasa aneh dengan tawaranya, sayapun membeli beberapa bungkus sebagai oleh – oleh untuk anak – anak di rumah.

kriuk...kriuk...yummi !

kriuk…kriuk…yummi !

Ternyata desa Tembi selain menyajikan panorama alam yang menyejukan, kerajinan tradisional yang membanggakan, warganyapun kreatif, melalui Kelompok Sadar Wisata,  membudi dayakan potensi  bahan pangan lokal menjadi  produk unik yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Sahabat blogger, itulah sekilas pengalaman sehari di desa wisata Tembi sebagai rangkaian acara Kopdar Blogger Nusantara  2013, yang memberi saya banyak arti dan inspirasi. Dan tentu saja masih banyak acara – acara menarik lainya di sana. Insya Allah akan saya tulis di  postingan selanjutnya. Jangan bosen membaca tulisan saya ya….🙂

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Tulisan Kreatif Kopdar Blogger Nusantara yang diadakan oleh blogger Blogdetik Ari Es

66 thoughts on “DESA WISATA NAN ASRI ITU BERNAMA TEMBI

  1. kereen mbak…aku pernah dengar nama desa wisata ini, kl nggak salah ini salah satu pelopor desa wisata
    penduduknya udah sadar wisata semua ya…,
    ini para peserta KBN nginapnya di rumah2nya penduduk?

    • Mbak Monda kalo ke Jogja mampir ke sana gak ada ruginya lho…

      Iya bener banget penduduknya sadar wisata banget, biarpun menginap di rumah penduduk namun, fasilitas yang disediakan menurutku lebih dari cukup…selain rumah2 di sana bersih dan rapi, sebagai tuan rumah mereka ramah dan siap membantu apa yang kita perlukan….

    • Yang jualan gadis2 kecil Om….di pendopo sebelah barat homestay saya…

      Kripiknya kriuk…kriuk…yang empuk adanya dodol tape Om, saya juga beli…buat eyangnya anak – anak🙂

  2. Iiihh jadi kepengen bangeeet, 3 hari 2 malam di Jogja kemaren, teteh mah cuma pindah makan dan tidur thok😥

    Ulang lagi aaahh inshaAllah kalau liburan lagi ke Indo..

    • Maak keren sih Mell..heu..heu…cuma nulis pengalaman kemarin aja…tapi emang banyak ilmu di Kopdar kemarin…🙂

      soalnya waktunya juga kurang ya Mell..mestinya 2 hari gitu hehehehe..#kayak betah ninggalin anak aja saya !

  3. Duuuh..
    lengkap sekali inih inponya mbaaa…
    hasil google apa hasil chatting an niiih…hihihi…

    KAlo gak gara gara blogger nusantara, sepertinya aku gak bakalan sampe ke Tembi lho mbaaaa…
    Bersyukuuuur banget karena kemaren ikutan Blogger Nusantara🙂

    • Kalo tetep ngandelin Mbah gugel, percumah dong punya calon mantu Dik Denada cowok imut dari Tembi itu….heuheuheuheu…# mbah gugel mana kenal dgn mbah wiro ?😀

      Aku juga bersyukur banget nekat ikut kopdar kemarin, selain menambah kekayaan batin juga bertemu sahabat2 blogger yang asik asik…sepertimuuu ! # peluuukkkkk

  4. Widih, si embak hasil reportasenya komlit banget bok
    Ini hasil cetingan sama calon mantu ya wkwkwk
    SIp banget mbak tulisanmu🙂

    Semoga bisa bertemu lagi ya mbak, aq juga pengennya next BlogNus di Bandung🙂
    Aq gak dapat lanting kemarin huhuhu

  5. Serius Mbak Lies sempat bincang-bincang sama Bapak pemilik wisma 42? Serius apa modus nih Mbak haha..
    Postingan Mbak Lies tentang Tembi ini lengkap banget deh sampai gerbang nama desa aja di foto juga. Menyesal kenapa saya gak foto-foto ya, sibuk narsis sih😀

  6. Cakeeepp deh blognya Mbak. Mau banget diajarin nulis n ngedit begini, hehehe ngareppp.
    Saya di Tembi loh Mbak, lagi nyoba menulis tentang desa ini juga. Minta izin nyomot fotonya boleh ? (tentunya dengan menyertakan sumber). Kali saya yg ga sempet jalan pagi keliling buat moto2, hehe….

    • Baru kali ini lih ada yg bilang blog emak2 ini cakep…bener ! Wah lagi wisata ya…duh senengnya….asik banget kan ya di Tembi….

      Boleh gapapa ambil aja, oya sebenarnya masih ada yg kurang, coba jalan ke rumah Tembi, banyak yg di eksplor di sana…🙂
      Oya itu editnya cuma pake photoscape kok,,mudah bgt !download aja..

      Makasih ya udah berkunjung..

    • Baru kali ini lih ada yg bilang blog emak2 ini cakep…bener ! Wah lagi wisata ya…duh senengnya….asik banget kan ya di Tembi….

      Boleh gapapa ambil aja, oya sebenarnya masih ada yg kurang, coba jalan ke rumah Tembi, banyak yg di eksplor di sana…🙂

      Makasih ya udah berkunjung..

  7. Halo Admin / Blogger🙂

    Saya sangat suka dengan postingan foto-fotonya 🙂
    Perkenalkan, saya Dewi dari tim kumpulbagi. saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi foto-foto,video,menggunakan hosting yang lain dengan tujuan promosi ? 🙂
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini http://www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload foto-foto,video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis🙂

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s