MENGINTIP DAPUR SUNDA DI BUMBU DESA RESTO


Halal bihalal dan Kopdar hari Minggu kemarin masih menyisakan keinginan untuk menulis apa saja yang terjadi. Setelah seru – seruan bertemu, lanjut dengan seseruan dengan hidangan yang dipersiapkan oleh Bumbu Desa Resto.   bd1 Nuansa Sunda yang kental, membuat saya sedikit lupa dengan legitnya  gudeg Jogja, saya malah membayangkan Nasi tutug oncom plus lalapan komplit. Resto ini mengusung konsep resto kelas menengah dengan suasana nyaman, adem dan berkelas. Jadi jangan harap bisa ngikik – ngikik cantik di sini ya, tar di lirik judes sama pelanggan lain yang membutuhkan ketenangan dan kenikmatan dalam bersantap. bd3 Sembari mencuri – curi pandang pada interior resto, mengintip pada keseluruhan bangunan, tak lama  datang  es kelapa muda nan seger sumringah, tak sabar karena datang dari jauh, saya sruput pelan, rasa manis sirop berbaur dengan lembutnya kelapa muda, mungkin tak asing ya, namun karena lama tak menikmati es kelapa muda, menurut saya menu es ini yang paling ‘nendang’ di antara menu berikutnya.

Hemmmm....

Hemmmm….

Masih membayangkan nasi tutug oncom, namun yang di bawa sama mas pramusajinya, bukan itu, ada beberapa pilihan menu, ayam goreng pandan, ayam goreng serai, ca sawi sendok ( bokcoy ), sop jamur, balado kentang, cemilan bakwan jagung dan kerupuk udang. Nah, kalau mau menu idaman saya, mesti pesen sendiri, dan ambil di bufet sebelah kiri saya, yang berderet rapi dengan wadah – wadah dari wajan tanah liat. Etnik dan unik, namun saya malu untuk mengambil gambarnya, ‘rikuh’ karena gak pesan menu di situ. Hihihihihi. bd4 Sop jamur kuping sebagai menu pembuka, cukup mengantarkan saya pada rasa makin lapar. #dijitk Mak Ika 😀 . Maka tanpa banyak kata, langsung ambil piring ambil nasi, sayur  dan lauknya. Ada ayam goreng serai sebenarnya, namun jauh dari jangkauan jadi gak saya foto deh, tapi sumpah tampilanya bikin saya ngiler juga. Rasa ayam goreng pandan ini, gak berbeda jauh dengan ayam goreng tanpa pandan, namun  kayaknya boleh juga untuk memasak sendiri di rumah, sebagai  variasi ayam goreng.

Ayam goreng pandan

Ayam goreng pandan

Karena saya suka bakwan jagung, ambil dua deh pas kemarin, abis gak laku, yang nyemil ini cuma saya dan Mak Ety deh kayaknya.  Cuma saya mau motret batre kameranya habis. Sayang banget menu makananya gak ke foto semua ya… O, ya dengan menu yang lumayan komplit itu untuk harga masih terjangkau banget dengan kantong emak – emak irit macam saya,  gak rugi karena sebanding dengan rasa dan suasana yang di dapat dari resto ini. Lain kali, saya mesti ke sana lagi dan nyobain menu khas Sunda  lainnya  atau jika  KEB mau ngadain acara lagi di sana,  saya ndaftar ikut yang pertama wes ! 😀

Iklan

30 pemikiran pada “MENGINTIP DAPUR SUNDA DI BUMBU DESA RESTO

  1. Bumbu desa lumayan juga jadi pilihan kumpul-kumpul. Kalo saya lagi males masak dan pengen makan sayur sekitar rumah dibanding resto yang lain bumbu desa yang paling mending. Tapi harganya lumayan mihil sih Mbakyu. Huehehehe..

  2. Emang enak kok bakwan jagung-nya, Mbak Lies. Sebenarnya mau nambah sih, cuma kok rikuh juga ya sama emak-emak lain hehehe *ditoyor Mbak Lies*
    Sesekali mahil boleh, Mbak, benar itu. Itungan amannya 3 bulan sekali 😆
    Btw, kalau kita bisa ngumpul dengan betuk lingkaran keknya siip deh buat ngumpul lagi. Kemarin itu suata Mbak Ika & Mbak Lusi sayup sampai tak terdengar soalnya. Bisa jd karena penataan mejanya yg memanjang gitu. Teruuus, karena nuansanya yg tenang, ga jadi deh bawa TOA masjid 😛 😆

    • Hayah ndadak rikuh barang….sepiring juga boleh kok ! #dilirik mak Ika 🙂
      Betul juga katamu kalo konferensinya pake meja bundar gitu asyik yaa…semua bisa masuk frame…
      Emang kudu pake toa kemarin yaa…tapi tar di timpuk kuali sama meja sebelah Phie ! Hahahaha

  3. Ping balik: Seru-Biru-nya Halal bi halal Emak Blogger Jogja-Solo-Jateng Selatan | Segores Pena Phie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s