TUMIS BUNGA PEPAYA


Sahabat blogger…

Lebaran Idul Adha kemarin, tentu masih banyak menyisakanΒ  cerita tentang menu daging kambing atau daging sapi ya ? Demikian juga dengan saya, seisi rumah dengan menu selera yang berbeda – beda, so sayapun menuruti selera orang – orang tersayang, si Bapak pengin daging kambingnya di masak usik ( gurih manis ) dan sate, si Mbak maunya daging sapinya di buat empal, kemudian Adek minta daging sapinya di masak rendang. Nah, karena Ibunya gak punya ART, pas hari H cuma masak sate daging kambing dan rendang daging sapi.s1

Cuma masak 2 macam menu, tapi sayanya kok mblengernya minta ampun. Parahnya malah gak doyan makan setelah masak daging. Sorenya iseng jalan – jalan di pekarangan tetangga, di bawah pohon pepaya rantai, idepun terlintas, untuk memasak tumis bunga pepaya. Bagi yang tinggal di kota, bunga ini sangat langka. Sayapun juga jarang memasaknya, karena seisi rumah yang doyan sayur tumis bunga pepaya cuma saya. πŸ™‚ Pait, kalau kata Bapak dan anak – anak. Tapi, suwer saya suka banget, endeuslah pokoke ! Apalagai masaknya di campur teri dan pete. πŸ˜€

Ya, sudah demi menuruti keinginan hati, dan ingin berselera makan. ambil galah, petik bunga pepaya beberapa batang, di petik per kuntum, di cuci terus rebus sebentar. Buat bumbu tumis bawang merah, bawang putih, cabe rawit, teri, dan pete satu papan, garam, gula secukupnya. Tumis bumbu sampai harum, masukan bunga pepaya rebus, bolak balik sebentar. Mateng !

Sederhana, mudah dan murah, sayapun makan dengan lahap di dapur, lupa ada banyak lauk daging di mejaΒ  makan πŸ˜€

Biar pahit tapi endeus... :D

Biar pahit tapi endeus… πŸ˜€

Sahabat blogger, adakah yang pernah memasak bunga pepaya ini ?

 

Iklan

32 pemikiran pada “TUMIS BUNGA PEPAYA

  1. ehm,…kalo bunga pepaya sih sepertinya belum pernah mbaaa…
    Palingan daun pepaya doang…
    sama daun singkong di tukang nasi padang…hihihi..

    Mbak nya pinter masak niiiih…aku kan jadi terintimidasi…uhuk…

  2. Fixed, malam ini dinner-nya sate kambing.. Hahaha.. Terimakasih sudah memberikan inspirasi, πŸ˜‰
    Tapi aku gak tertarik sm bunga pepayanya.. Takut sepait daunnya..

      • Aku ajak asistenku makan sate semalam, dy lsg mau.. Katanya krn pas lebaran dy ngiler makan sate, tapi gak ada yang jual sate & dy gak kebagian kambing juga.. Aku pun pas lebaran gak makan kambing, hahaha.. Jd lebarannya hr minggu, makan satenya kemarin.. πŸ˜€

  3. Ah.. petenya ngiler deh. Kalau saya biasanya direbus bareng daun singkong, nggak pake lama sih ngrebusnya, habis tu dioseng juga pake teri, atau nggak juga ga papa. Bunga pepaya, daun singkong, teri dioseng pedes.. *ngecesss… πŸ™‚

    • Direbusnya pake ampo Mbak ( itu lho kerak tanah liat yang ada di bakul jamu rebusan di pasar tradisional, warnanya item, dulu malah suka ku kemilin pas nyidam hihihihi rasa dan baunya seperti tanah kering tersiram air… )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s