PENIPUAN LEWAT TELEPHONE


Sahabat blogger… Siang kemarin tiba – tiba suami telphone dengan nada sangat tergesa – gesa dan sangat singkat, cuma menanyakan si Sulung, hari ini les atau enggak. Meskipun sudah terbiasa dengan karakter khas suami yang selalu bicara singkat, tegas dan langsung ke pokok persoalan, namun di sela – sela menyelesaikan tugas kantor, sempat terbersit tanya dalam hati. Tumben, kok nanyanya sedemikian singkat, dan terdengar seperti nada kekhawatiran yang amat sangat.

Satu  jam lebih telah berlalu…..saya sedikit melupakan telphone suami. Baru saja mau beranjak ke mesjid sebelah kantor, handphone berdering lagi, di layar LCD tertulis “Bapak”, ya suami telphone lagi. sapa Assalamu’alaikum nya kentara ada rasa lega dan gembira  di seberang sana. Dengan sangat berhati – hati, suamipun bercerita, bahwa beberapa jam tadi, telah di telphone oleh “seseorang”, yang mengabarkan bahwa si Sulung telah di tahan di kantor polisi, karena masalah penyalahgunaan narkotika. Sontak saya terkejut setengah mati, mendengar cerita suami, namun saya tahan, demi mendengar cerita selanjutnya.

“Seseorang”  itupun menawarkan bantuan, agar Sulung saya bisa ‘bebas’ dari tahanan, dengan imbalan biaya jasa sebesar Rp. 30.000.000,-. Insting suami, yakin bahwa ini pasti penipuan, namun tak ayal kepanikan itu tetap  melanda, suamipun mengiyakan, dengan tawaran itu dan mengatakan siap tunai dan siap bertemu di suatu tempat. Suami memaksa si penelphone untuk bertemu di suatu tempat, namun si penelphone bersikeras menolak, dan meminta untuk di transfer via ATM saja. Suami bertambah yakin bahwa ini penipuan, di jeda waktu negoisasi dengan penelphone. Suami bergegas ke sekolah si Sulung di sebuah SMP Negeri yang berjarak sekitar 2 km dari rumah.

My priceless daughter ! :)

My priceless daughter ! 🙂

Sambil menunggu Sulung kami datang untuk menemui Bapaknya, Suami bercerita panjang lebar mengenai kejadian yang bari di alami kepada Bapak dan Ibu Guru. Tak lama si Sulungpun datang bersama Ibu Wali Kelasnya, dengan gaya cool and calm, si Sulungpun cuma bertanya ” Ada apa sih, Pak ? dengan wajah tanpa dosa. Bapaknya tertawa ceria di seberang sana pas menceritakan bagian ini.

Alhamdulillah dan perasaan lega itupun mengaliri darah seketika itu juga. Ya, gadis abegeku itu memang sedikit pendiam,  terkadang kami sebagai orang tuanya harus ekstra kerja keras untuk memancing agar dia mau bercerita banyak tentang sekolahnya, teman – temannya, kegiatannya, hobbinya dan lain – lain. Maka dari itulah, Bapaknya khawatir jika dia masuk dalam dunia dan pergaulan yang salah.

Menjadi orang tua memang tidak mudah,  merawat, mendidik dan melindungi mereka dari segala macam bahaya  apapun memerlukan tenaga, pikiran dan yang lebih terutama adalah hati yang harus selalu dekat dengan anak – anak kita. Sesekali posisikan diri kita menjadi sahabatnya, teman diskusi dan teman curhat. Pahami kegiatannya, kesukaan dan hobinya.

Usia remaja, adalah masa pencarian jati diri, ini adalah masa yang akan membuat kita orang tuanya kadang lebih emosi lebih sensitif, maka bersabar dan lapang hati juga termasuk hal paling utama menghadapi mereka. So, Meskipun kita sibuk dengan berbagai aktifitas kerja maupun sosial, yuk tingkatkan kepedulian  terhadap anak – anak kita ! #selfreminder 🙂

My girl ! :)

My girl ! 🙂

Iklan

79 pemikiran pada “PENIPUAN LEWAT TELEPHONE

  1. Cantik sekali princess-nya mak, hehehe salah fokus!!! Tapi bener kok skrg banyak modus penipuan, kita hrs waspada, dan untuk anak bagaimanapun sibuknya kita sbg orang tua hendaknya kita hrs meluangkan waktu untuk menjadi teman curhatnya, agar semakin dekat dan terjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak

    • Termakasih Mak Yuni….
      Modus makin macem2, meski sudah tahu tetap kewaspadaan itu sangat penting !
      kadang kesibukan menjadi alasan utama orang tua tidak dekat dengan anak ya Mak…

  2. Alhamdulillah… percobaan penipuan yang gagal. Dan tidak terjadi apa-apa dengan si Sulung.
    Kalo nomor penipu tercatat di layar, bisa segera dilaporkan, polisi bisa melacak keberadaannya kok.

    Kami juga beberapa kali menerima telepon dengan model yang berbeda untuk menipu. Salah satunya yang baru saja terjadi adalah 2 hari yang lalu, istriku dikabarkan oleh penelepon bahwa saya mengalami kecelakaan di kamar mandi kantor sehingga mengakibatkan gegar otak dan dirawat di rumah sakit. Penipunya kurang kuat konsepnya sehingga langsung bisa dicurigai oleh istriku 🙂

    Wah, si Sulung sudah menginjak usia abege ya … memang perlu kehati-hatian menjaganya. Semoga ia istiqomah dalam ke-shalihah-annya.
    Saya setuju dengan konsep parentingnya mbak Lies yaitu membangun komunikasi yang sehat dengan menempatkan diri orangtua sebagai sahabat anak. Sehingga gak ada gap. Kalo ada masalah, sang anak bisa segera “ngadem” ke orangtuanya, bukan ke yang lain yang berpotensi mendapatkan informasi dan solusi yang keliru.

    • Alhamdulillah Pak Iwan, Allah SWT menjaga kami… 🙂

      Keluarga besar kami kebetulan banyak yang menjadi penegak hukum, jadi nomor ‘penipu’ itu tetap kami simpan untuk di lacak keberadaanya, agar gak ada lagi atau mengurangi penipuan2 seperti ini.

      Dengan sharing cerita seperti ini, dan komentar2 yang masuk, jadi semakin tahu, konsep dan modus- lain dari para penipu

      Saya mengalami 2 kali, dulu yang pertama mengabarkan kalo adik saya kecelakaan, modusnya sama, namun alhamdulillah kami tidak panik dan segera cek dan ricek.

      Amin, semoga kami juga selalu istiqomah juga dalam mendidiknya.

      Salam hangat buat keluarga.

  3. Aih Mak Lies…telepon yg sama prnh kualami. Pas suami lg ke luar kota. Nelpon ke Eyang (ibu saya), bilang kalo suami ketangkep di bandara bawa narkoba. Eyang panik. Sy lngsung telp suami pas Eyang lg ngomong sama penipu itu. Ternyata suami lg tidur2an di kamar hotel nunggu jemputan ke bandara 🙂
    Satu lagi. Mertua sy ditelp kalo ponakan ketangkep polisi krn bawa narkoba. Ponakan mmng tinggal sama kakeknya. Anehnya, mereka tahu nama panggilan ponakan dan mertua sy. Panik. Mertua diteror telpon terus. Pas lg rembukan sama sodara2 yg lain ttng uang tebusan, tu ponakan sy muncul pulang kerja 😀
    Jaman sekarang penipuan sdh makin kreatif aja 😦
    Syukurlah anak gadis Mak Lies yg cantik ga kenapa napa 🙂

    • Yang heran kenapa para penipu itu tahu nomor hape, nama panggilan, dan lain – lainnya ya…ataukah sebelum melancarkan aksinya menyelidiki target ya…serem ya Mak, maka meski di tingkatkan kewaspadaan kita.

  4. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa …
    Semoga kita semua bisa selalu waspada …
    Check and re check harus selalu kita lakukan …
    Putrine ayu jeng … !

    Btw … Si Sulung memakai sepatu, yang ada inisial calon mertuanya tuuhhh ..
    (qiqiqi)

    Salam saya Jeng Lies
    (9/10 : 1)

    • Alhamdulillah Om, iya kita harus tetep selalu waspada dalam hal apapun apalagi berkenaan dengan anak2…

      Terima kasih Om…semoga ayu juga akhlaknya…. Amin.

      Hahahaha, Om Nanang bisa aja…Insya Allah jika Allah Swt mengijabahi. Amin YRA

  5. Huah… Lega banget… Syukurlah si Sulung nggak kenapa-kenapa dan Mak Lies sekeluarga nggak termakan tipuan si penipu. Memang harus hati-hati ya, Mak dan nggak langsung nurut kalau diminta setor duit. Tapi untuk kasus-kasus penipuan asal kayak gini, aku selalu penasaran loh. Dari mana si penipu dapat nomor hape kita ya?

    • Sama mami Ubii, aku juga selalu penasaran mereka tau banget kita, makanya kita harus ekstra waspada dalam hal apapun, termasuk informasi tentang diri kita pribadi.

  6. Alhamdulillah…. ikut deg2an mak…
    Ternyata mak lies dah punya anak abg, cantik lagi… kapan2 sharing ya mak, berasa dedg2an mulu punya anak cw

    • Iya Mak, anak2ku udah gede2,
      Makasih Mak Mira, semoga dia cantik juga akhlaknya..si bungsu cowok kelas 3 SD ..
      Iya aku banyak sharing di blog soal anak2 kok Mak Mira.. 🙂 #japri boleg banget ! 🙂 #hug

  7. Saya juga pernah gitu, mbak. Ditelpon dikasih tahu adik pingsan trus dibawa ke rumah sakit. Trus katanya hrs dikasih obat jadi minta transfer uang sekian. Saya langsung cek ke sekolahnya ternyata nggak ada anak yang dilarikan ke rumah sakit.

  8. mba, baru aja kmrn temanku cerita kalau bapak mertuanya pernah ngalamin jg kayak gini pas tengah malam, telp rumah berdering bilang anaknya ditahan polisi karena narkoba dan kebetulan anaknya lg gak dirumah lagi nginep di mertua..untungnya dia cek dulu, ga jadi ketipu deh

  9. Syukurlah mbak Lies ternyata gapapa..
    Untungnya Bapak ada insting begitu sehingga mancing mnt tunai dan ngajak ketemuan. Cukuplah kejadian begini kasian klo yg gak ngerti, apalagi org yg gak siap duit mungkin cari utangan kesana kemari

    • Bener Mbak Yun, sebelum kejadian yang aku alami, di alami juga oleh ibunya pembantu pemilik perusahaan tempat aku bekerja dengan modus yang sama. Namanya juga ibu yang tinggal di desa, begitu panik datang ke kantor menanyakan keberadaan anaknya yang sedang bekerja di rumah Bos. Aku dan teman2 kantor menenangkan si Ibu yang terus panik dan menangis, ketika kutelpon anaknya, ternyata dia baik – baik saja dan sedang bekerja membersihkan rumah seperti biasanya. Rasanya iba banget melihat si Ibu, eh sekarang aku mengalami sendiri. 🙂

  10. Duuh…Alhamdulillah masih dilindungi yah mbaaaa…
    Walopun kita suka waspada dan curiga bahwa modus kayak gini adalah penipuan..
    Tapi tetep aja kita suka kebawa panik yah mbaaa…

    Dan tjantik sekali sulung mu itu sih mbaaaa 🙂

    • Alhamdulillah Mama Fathir…semoga kita selalu dalam lindunganNya. Amin YRA.
      Iya, makanya aku berpesan kepada siapa saja jika mengalami ha yang sama tetep tenang dan waspada.
      Makasih Bi Erry…semoga dia cantik hatinya juga. Amin YRA

  11. Alhamdulillah, btw kalau si penelepon belum bilang nama anaknya jangan menyebut nama anak dulu. Atau jebak saja untuk menyebutkan nama kalau salah berarti itu penipuan. Gak mungkin tahu nama karena itu ngacak nomor doang 😀

  12. Penipuan yg memiliki pengembangan metode ya mbak. Kita benar-benar harus bisa mengendalikan emosi agar tdk panik dan bisa dengan tenang mencermati berita yg kita terima.

    ” Menjadi orang tua memang tidak mudah, merawat, mendidik dan melindungi mereka dari segala macam bahaya apapun memerlukan tenaga, pikiran dan yang lebih terutama adalah hati yang harus selalu dekat dengan anak – anak kita.” Frase ini makjleb diri saya banget yg belum apa-apa sebagai orang tua.

    • Betul Mbak Ririe, penipu itu selalu mengembangkan ide untuk memperdaya target, apalagi jika kebetulan yang nerima telephone ibu2 makin empuklah sasarannya.

      Mbak Ririe, seiring usia pernikahan dan usia anak – anak, maka dengan alami kita akan belajar dari mereka, lingkungan, pengalaman, kejadian2 yang kita alami, maka kita akan bisa dan terbiasa merwat, mendidik dan melindungi buah hati.

      Semangat Mbak Ririe…salam buat keluarga ya… 🙂

  13. Haduuuh ikutan panik nih. Itulah makanya meskipun kadang sambil ngomel krn jadwal kegiatan sisulung suka berubah seenaknya tapi aku tetep ngotot antar jemput sendiri padahal sudah SMA. Paling banter kalau gak bisa jemput, minta tolong kakeknya. Mungkin agak paranoid tp cuma mereka harta saya.

    • Abege emang suka gitu merubah jadwal suka2, makane Bapakke nanya kalo hari kemarin les apa enggak ? #dia les di sekolah dan les di Bimbel, makanya sempat panik juga.

      Parnonya sama Mak, mungkin juga di alami mak2 yg lain. 🙂

      Dan buah hati adalah sebenar benarnya bondho kita. 🙂

  14. sekarang modusnya beda ya, korbannya anak, sebelom orangtua, terus suami/istri, sekarang anak, nanti cucu.. kitanya yang harus waspada.. ku bingungnya mereka kog tahu keadaan kita sih? kita punya anak punya suami/istri dan kerja dimana, orangtua dimana, habahhabah.. semoga semua dijauhkan dari yang tidaktidak..

  15. Ya Allah Mbak Lies, terkutuk lah si penipu itu. Kok ya segitu teganya mempermainkan orang tua. Untung lah ya, Sang Bapak langsung curiga. Biasanya si penipu, nyuruh2 matikan telepon dulu, entah si anak atau kontak yang bisa kita gunakan u tuk validasi…

    • Kalo yang di telephone itu orang yang sedikit ‘pengalaman’ masih mending ya Mbak, lha kalo orang2 yang tinggal di pelosok desa yang lugu dan apa adanya…kan kasihan sekali.

  16. Saya juga pernah mengalami percobaan penipuan lewat tilpon.
    Dua kali telepon mengabarkan anak saya ditahan polisi karena narkoba. Rupanya dia salah sasaran karena anak saya perempuan semua sedangkan yang nangis2 adalah anak laki-laki.
    Penipuan ketiga datang dari personil intanasi keuangan ndi Jakarta yang mengabarkan saya mendapat uang balkas jasa dari pemerintah sebesar 155 juta. Karena ada kejanggalan maka saya suruh emplok itu uang.
    Penipuan yang lain lagi ada yang engaku teman dari kepolisian minjam uang untuk operasi isterinya. Gobloknya, uang diminta untuk ditransfer kepada dokter yang menangani operasi

    Semua penipuan bisa saya gagalkan karena ada kejanggalan2.

    Hati2 Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    • Ada – ada saja akal penipu itu ya Pakdhe, lha itu yang menipu salah sasaran kalo nelphone ke Pakdhe, wong Panglima Prajurit kok mau di tipu !

      Iya Pakdhe, kita mesti waspada, jeli, cermat tenang, cek dan ricek jika menghadapi hal – hal seperti ini. Mudah2an kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin YRA

      Salam buat Keluarga Galaxi Pakdhe. 🙂

  17. Sepakat dan sependapat dengan pesan ini .. Meskipun kita sibuk dengan berbagai aktifitas kerja maupun sosial, yuk tingkatkan kepedulian terhadap anak – anak kita !…
    diumpamakan lingkaran, keluarga masuk dalam lingkaran pertama, kerja dan aktifitas sosial masuk dalam lingkaran berikutnya, karenanya keluarga semestinya menjadi perhatian pertama dan utama sebelum yang lainnya.
    Mengenai penipuan semacam ini, saya sudah ‘wanti-wanti’ dengan bapak ibu di kampung, bahwa jangan mudah percaya dengan orang yang menelpon, menceritakan ini itu tentang kami ( anak-anaknya ) karena jaman sekarang sangat dimungkinan seseorang yang tidak kita kenal bisa menceritakan secara cukup detail tentang kita ( dari berbagai akun di media sosial ) sehingga seolah-olah kita memang kenal dan dekat dengan dia, hal ini yang bisa menjadi peluang untuk melakukan sebuah penipuan.

  18. Bener banget Abi, keluarga adalah yang utama, karena harta kita sebenarnya adalah keluarga.

    Memang sebagai anak – anak yang ‘berpengalaman’ memang harus memberikan wanti2 kepada orang tua kita, kerabat, tetangga dan semuanya agar tidak mudah percaya dengan info2 yang tidak jelas dan tak bertanggung jawab. Ada baiknya memang kudu hati2 dan tak menceritakan secara detail tentang pribadi kita ke sosmed…#selfreminder 🙂

  19. wah syukurlah si sulung tak apa-apa dan gak sampai ketipu mba.

    Saya baca ini karena rujukan komen mba di postingan berikutnya nih. tapi usia saya kayaknya jauh di atas sulung deh mba… *apa wajah masih muda banget kali ya…*

  20. Ping balik: 1 HARI DI ANTARA 365 HARI DI TAHUN 2014 ( Meski tidak setiap hari posting! ) | Lieshadie's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s