SURAT BUAT BAPAK…( #PASTI TAHU, APA YANG KUMAU )


Dear Bapak….

Tak terasa sebentar lagi bulan Februari, ya…bulan yang sangat istimewa bagi kita bukan ? Apa sih ? Hari Valentine ? Bukaaannn ? Itu kan jaman hip hip hura masa SMA berapa puluh tahun silam. Sama sekali gak ada hubungannya dengan  hari kasih sayang itu. Kita tahu kan, bahwa mengungkapkan kasih sayang itu gak cuma ada di hari itu, tapi setiap detik, setiap waktu harus selalu melimpahkan kasih sayang kepada siapapun.

Emmmmm…..Bapak biasanya  yang paling ingat bulan dan tanggal spesial ini, justru Ibulah yang sering lupa…duuhh..maafkan istrimu yaa…maklum banyak yang dipikirkan ketimbang sebuah tanggal. Cucian baju, tumpukan setrikaan, halaman dan lantai kotor, cucian piring, menu hari ini dan kehebohan krucils kita di pagi hari. Itu semua mengalahkan ingatan tentang sebuah tanggal yang seharusnya selalu di ingat.

Ingat kan, tanggal sakral itu ? Iya, tanggal 4 Februari saat kita mengucapkan janji suci untuk sehidup semati 15 tahun lalu. Masih segar dalam ingatan Ibu, begitu mantapnya Bapak saat mengucapkannya. Perjalanan panjang, pengalaman  pahit, manis, asam, hambar yang telah kita tempuh seperti tak terasa ..itu karena Bapak …yang selalu meneduhkan dan menentramkan suasana di saat pasang surut gelombang kehidupan menerjang bahtera rumah tangga kita. Saling belajar, saling mengisi dan saling mengingatkan adalah hari – hari yang telah dilalui. Canda, tawa, usil, omelan, cerewet, emosi, amarah pun tak luput menghiasi dunia kecil kita.

Ya, Bapak adalah salah satu kado terindah yang dikirimkan Allah buat Ibu,  selain dua buah hati kita yang makin memeriahkan rumah . Itu semua sudah sangat membahagiakan, Ibu justru bingung jika di tanya mau kado apa lagi  dari orang tercinta ? Pastinya Ibu akan  terpaku tanpa jawab seperti biasanya.

Masih ingatkah dengan kebingungan Ibu ketika  suatu ketika menerima kado dari Bapak di hari ‘H’ itu? Sampai – sampai Bapak menjelaskan bahwa hari itu tanggal 4 Februari, hari ulangtahun perkawinan ke-13 kita, barulah Ibu tepok jidat berulang kali saking ‘telmi’nya alias telat banget mikirnya.

Heuheuheu…maluuuuuuu rasanya. Dan ketika Ibu membuka kado itu adalah benda yang telah lama diimpikan. Kaget, senang, bahagia jadi satu. Duuh…makin cinta….Bapak selalu tahu apa yang  Ibu mau……ingin memeluk kenceng – kenceng waktu itu kalau gak ingat ada anak – anak di depan kita. Hehehehe.

Lalu, sekarang mau kado apa, Buk?, mungkin itu yang ada di benak Bapak. Rumah mewah ? Bukaaaan ! Rumah sederhana kita cukup hangat  sebagai surga kecil ketika segala sedih, gembira, letih, lelah bermuara. Mobil ? Bukan juga ! Bapak tahu kan ya, bahwa istrimu ini lebih suka mengejar bus untuk berangkat dan pulang kerja, selain hemat energi juga baik untuk olahraga tubuh bukan? ? Tidak perlu ke gym dengan biaya mahal jika hanya ingin mengencangkan paha dan betis. Hihihihihi

Buku ? Ibu memang suka membaca buku, pernah terlintas juga ingin seperti Cinta, yang menginginkan buku sebanyak koleksi Rangga. Namun, kali ini Ibu sedang tak ingin kado buku juga belum butuh kado kompas dan  peta,  ketika Ibu  harus berjalan lurus  ke hutan  atau harus belok ke pantai. 😀

Dan…..

Dihari ulang tahun perkawinan kita ke-15 ini,  cuma ingin  Bapak tahu yang Ibu mau… seperti biasanya pasti sangat tahu…….apalagi karena ‘clue’nya ada di setiap hari, setiap saat, setiap detik di sekitar Bapak. Yayayayaya….harusnya Ibu malu menceritakan ini, ketika menangis sesenggukan saat kalah pada lomba foto beberapa kali  di sebuah media online,  hanya karena Ibu menginginkan hadiahnya, berupa kamera!

Masih kurang buktikah dengan keseriusan Ibu menginginkan benda yang satu itu? Bapak melihat sendiri kan, pengorbanan  istrimu yang sok ‘potograper’ ini, kecebur di parit pinggir sawah, digigit semut rang-rang di rerumputan demi mendapatkan momen dan foto terbaik versi Ibu. Meski dengan kamera sederhana  sudah banyak mendapatkan  pujian saran dan kritik. Tapi kan……tapi kan…..Ibu kan mau hasil yang lebih baik dan baik lagi. 🙂

Trus, jangan ketawain ya, kalau hampir setiap hari Ibu ‘jepret-jepret’ segala macam benda di rumah, kemudian upload di akun  media sosial,  kemudian  senyam senyum sendiri membalas komentar yang masuk, yang di antaranya seperti yang Bapak baca,”Beli Mirrorless dong Mbak Lies, bagus buat pemula lho…!” 😀

“Di kota kecil kita kan gak ada toko kamera seperti itu, Buk..,” mungkin ini jawaban Bapak. Ah, si Bapak jangan pura – pura ‘kudet’ dong…..kan sekarang banyak toko online yang menyediakan berbagai macam keperluan komplit dengan jasa pengiriman yang cepat, tepat dan terpercaya. Hmmmm….gampang dan praktis kan ? Sekarang apa sih yang gak bisa Pak, haree geneee getu loh ! Bagaimana mau kan ya, memberi kado yang itu..mau ya…mau yaaa… 🙂

“Eh, tapi kenapa tumben – tumbenan Ibu berkirim surat sih, ngomong langsung kan bisa?” itu juga mungkin yang ada di benak Bapak. Tahu nggak, hari ini  Ibu sedang terjebak di ruang nostalgia! #minjemlagunyaRaisa ! 🙂 Ingin kembali ke masa lalu, rindu debar cemas menunggu dan membaca surat balasan seperti waktu lalu. 🙂

Chatt via Line, BBM, WA, Skype apalagi SMS kan sudah biasa. Ibu mau yang lain, yang menimbulkan rasa kangen karena membacanya membutuhkan waktu tersendiri dan  pastinya ingin isi surat Ibu ini  selalu terpatri di dalam sanubari. Bener kan Pak, isi surat Ibu selalu tersimpan dihati?

Jawab ya…., pokoknya 4 x 4 = 16, sempat tidak sempat harus dibalas. 😀

Love,

Ibu

******************************

JNE

Iklan

34 pemikiran pada “SURAT BUAT BAPAK…( #PASTI TAHU, APA YANG KUMAU )

  1. Asiiik, sinyal kalo si Bapak mau dijadikan penulis tamu di blog ini niiiih..
    Selamat menjelang ulang tahun pernikahan ke 15 Mbakyu. Semoga semakin bahagia ke depannya dan semoga menang ya giveawaynya. 🙂

  2. Pastinya Kakanda bersiap memenuhi apa yang Diajeng Lies mau. Ndherek bingah untuk lima belas warsa kebersamaan ya Jeng. Sukses untuk GA menarik ini.
    Salam hangat

  3. Amin … aminnn …amiiinnn …
    semoga keturutan mendapatkan hadiah “tak bercermin” itu …

    (memang asik loh jeng kalo punya kamera “tak bercermin” itu … sumpah)(malah manas-manasiiiiii …)

    Sukses di GA nya Gees ya Jeng
    salam saya
    (9/1 : 12)

  4. Biasanya di akhir surat ada “NB” buat tambahin yg kelewat2 🙂 .Mudah2an setelah baca surat ini ga ikut2an jadi blogger. Biar kl ngobrol temanya beda2. Kl dua-duanya ngomongin blog kan jadi ga seru xi xi xi

  5. Semoga surat ini berbalas dengan swbagaimana yang diharapkan. Ayo, Bapak bikin surat juga, kan ulang tahun pernikahannya buat berdua, jadi salinh ngasih kado. Bapak minta kado printer, jadi ibu yang poto, bapak yang nyetak. Hehehehe…

  6. Terima kasih atas partisipasinya, Budhe. Aduh, yang terakhir, 4×4=16 itu fenomenal banget ya kayaknya. Di eraku aja masih populer loh. Hihihi. Semoga segera dibawa pulang si kamera idaman ya, Budhe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s