MEMBAWA KENANGAN DAN MENINGGALKAN JEJAK KAKI BERSAMA LOMBA BLOG PEGIPEGI


“Bawalah hanya kenangan, tinggalkan hanya telapak kaki”
Apa maksudnya dengan quotes di atas ? Ini pernah saya baca pada sebuah majalah edisi tempo dulu sewaktu saya masih berumur belasan tahun. Ya, quotes itu dihimbau oleh Ibu Erna Witoelar, seorang pemerhati dan aktifis lingkungan, Beliau kutip dari semboyan sebuah taman nasional di Amerika Serikat.Pada intinya sebagai wisatawan alangkah bijaknya jika kita tak ada niat untuk membawa dan mengubah apapun yang ada di tempat wisata, biarkan tempat wisata tetap sebagaimana adanya dan jangan sampai meninggalkan barang apapun yang kita bawa ketika datang ke tempat tersebut. Setuju ?
Berwisata tentu saja kita melibatkan diri dengan lingkungan di mana tempat itu dituju dan jangan pernah mengabaikan faktor lingkungannya. Bukankah sebagian besar dari kita tujuan berwisata adalah menikmati alam ? Baik laut, pegunungan a taupun bawah laut. Tak bisa disangkal bahwa kita tentu ingin menikmati alam dengan lingkungan yang bersih dan sehat, bukan alam yang kotor apalagi tercemar !
TANGGUNG JAWAB WISATAWAN.
Sebagai wisatawan memang harus bertanggung jawab atas alam dalam memelihara alam agar tetap baik dan sehat. Bukan lagi hanya tanggung jawab pengelola wisata ataupun pemerintah namun setiap orang perlu punya andil dalam menyelamatkan dan menyelaraskan sebuah lingkungan. Hajat hidup memang tak bisa lepas dari konsumsi produksi yang menghasilkan sampah. Setiap hari kita butuh makan, butuh baju, dan barang – barang yang menghasilkan limbah, pun ketika sedang berwisata. Lalu bagaimana caranya agar bisa tetap menjaga lingkungannya ?
  • Cintailah alam, dengan rasa cinta tentu rasa ingin menjaga dan memelihara alam itu lebih tinggi bukan ?
  • Berdamai dengan alam, nikmati dan rasakan semesta menyambut kita di tempat tujuan.
Dengan kedua hal di atas tentu kita akan sayang untuk mengotori alam, lalu….
  • Membuang sampah pada tempatnya, pisahkan sesuai jenisnya, organik dan non organik.
  • Membawa tempat atau plastik kosong jika tempat sampah jauh dari jangkauan, lalu kumpulkan di tempat yang telah disediakan.
  • Hemat penggunaan air berlaku juga di tempat wisata, di penginapan dan lain – lain.
  • Membawa tas dari rumah jika diperlukan nantinya untuk membeli barang di tempat wisata, ini tentu akan mengurangi limbah plastik / kertas bukan ?
  • Liburan atau berwisata direncanakan dengan rapi, persiapkan jauh – jauh hari sehingga menghemat waktu hanya untuk hal – hal sepele dikemudian hari.
  • Mempersiapkan moda transportasi dengat tepat, siapkan tiket perjalanan baik tiket pesawat, kereta api, kapal laut maupun kendaraan angkutan darat atau juga cek kendaraan pribadi / sewaan sebelum berangkat.
  • Mempersiapakan tempat penginapan atau hotel yang tepat dari segi kenyamanan, kebersihan dan faktor lingkungan,
Hmmm…itu mungkin sedikit yang bisa kita lakukan ditempat wisata maupun dalam mempersiapkan diri ke tempat wisata, agar lingkungan wisata tetap lestari.
MAHAL NAMUN BERSIH ATAU GRATIS TAPI KOTOR ?
Yes ! Tentu memilih opsi yang pertama bukan, membayar sedikit lebih mahal tentu lebih nyaman dan menyenangkan bila tempat wisata yang kita kunjungi bersih dan rapi di banding gratis namun kotor dan terkesan kumuh. Memang ada ya…tempat wisata yang kotor dan kumuh ? Banyaaakkk !
Biaya pemeliharaan lingkungan wisata tentu saja melibatkan para wisatawanya, ini bisa di cashkan pada tiket masuk atau produk barang di kawasan wisata tersebut. So, keluhan tiket mahal dan harga barang mahal di kawasan wisata itu mahal, hendaknya tak terdengar lagi. Karena ini semua juga untuk kepentingan bersama bukan ?
Wisatawan membayar mahal tentu harus sebanding dengan penyelenggara tempat wisata. Pemeliharaan lingkungan wisata termasuk juga ketersediaan fasilitas umum yang memadai seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, area parkir, kawasan bebas rokok, tempat makan minum, tempat ibu menyusui , papan informasi yang jelas dan lain – lain.
EDUKASI KESADARAN WISATAWAN TENTANG LINGKUNGAN ITU PENTING !
Himbauan menarik atau persuasif tentu lebih mengena bagi wisatawan dibanding pengumuman dengan kata – kata yang umum dan kaku…Dilarang Buang Sampah Sembarangan atau Dilarang..bla..bala…bla…misalnya ! Seperti quotes di atas tentu lebih elegan atau edukasi dengan arti mengajak misalnya Mari Buang Sampah Di Tempatnya atau Hemat Air Yuukk….lebih enak diterima bukan ?
KONSEP LINGKUNGAN WISATA YANG IDEAL SEPERTI APA ?
Penggabungan konsep lingkungan wisata ciptann Tuhan dan buatan manusia secara harmonis, selaras dan lestari ! Indonesia kaya akan potensi seperti ini, tinggal bagaimana kita bisa mengembangkanya. Keindahan alam, kreatifitas penduduknya juga sumber daya penduduk Indonesia yang terkenal ramah, semangat bergotong royong dan rasa peduli yang tinggi.
LALU, SAYA INGIN WISATA KEMANA ?
Ke Lombok ! Yes, saya ingin ke sana, setelah beberapa waktu lalu sahabat baik saya mengirimkan chatt mesengger dengan kalimat yang sungguh menukik dalam ke jantung hati.
“Jeng, besok sore, aku ada tugas ke Lombok, doakan yoo, sehat selamat sampai kembali nanti.”
Saya jawab tak kalah panjang lebar.
“Iya, save flight ya, banyak doa, sampai sana jangan lupa ke Gili Trawangan, trus oleh – olehnya ya, mutiara atau tenun Lombok, boleh juga !” Saya lengkapi dengan icon senyum !
Hadeh ! Yang kepengin saya, eh sahabat saya yang duluan sampai ke sana. Iri dan gigit jari sayanya, sambil membatin, saya juga mesti sampai ke sana jika Allah mengijinkan.
Dua hari tanpa kabar berita dari sang sahabat, namun saya yakin dianya pasti sedang sibuk rapat ini dan itu atau juga sibuk menghitung pasir pantai Gili Trawangan. Ya, sudahlah saya tunggu saja oleh – oleh cerita dan foto – fotonya yang biasanya dia rajin kirim ke smartphone saya.
Dan…..
Benar saja di sela – sela tugasnya dia sempatkan berjalan – jalan di kawasan desa Sukarara yang terkenal dengan produk tenun Lombok, bukan ke Gili Trawangan seperti yang saya bayangkan. Ah, cerdas juga sahabat saya memilih kawasan wisata yang bukan saja menawarkan keindahan alam tapi juga kearifan lokal, kreatifitas penduduk juga fungsi edukatif yang jelas.
Masih menurut cerita sahabat saya, Desa Sukarara bukan saja menawarkan berbagai keindahan kain tenun, namun juga keramah tahaman penduduknya dan yang lebih membekas adalah bahwa suasana desa Sukarara yang asri, bersih dan terjaga apik lingkungannya. Penduduknya selain sangat menghormati para wisatawan juga sangat tinggi kesadarannya akan alam lingkungannya.
Masih kata sahabat saya, bahwa Lombok tak jauh beda dengan Bali, penduduknya sangat bersahabat dengan alam, menjaga lingkungan dengan harmonis.
Jadi, setiap rumah di desa Sukarara mempunyai alat tenun sendiri, setiap wisatawan berkunjung selalu di sambut dengan ramah dan siap mendemontrasikan kepiawaian mereka menenun. Baik Tenun songket yang terbuat dari benang pakan yang dikombinasikan dengan benang sintetis dengan warna emas yang memancarkan gemerlap kemegahan maupun tenun ikat yang sederhana.
Perajin tenunLombok mendemontrasikan kepiawaiannya. Perajin tenun Lombok mendemontrasikan kepiawaiannya
Tenun Lombok nan etnik dan cantik...abaikan modelnya yaa..itu sohib kental saya :)
Tenun Lombok nan etnik dan cantik…abaikan modelnya yaa..itu sohib kental saya 🙂
O, ya ternyata ada tradisi unik di sana, jadi bila wanita muda ingin menikah, diwajibkan untuk membuat kain tenun songket sendiri untuk dipersembahkan kepada calon pengantin laki – laki. Namun bila belum mampu membuat tenun songket, maka belum boleh menikah atau di denda jika tetap akan melangsungkan pernikahan. Tradisi yang unik tapi jelas terkandung filosofi yang luhur.
Melihat foto – foto kain tenun, sungguh membuat mata segar dengan berbagai motif dan warna yang menawan. Motif ayam, motif tokek, motif bunga, bentuk – bentuk horizontal, trudak tentu sangat tidak asing bagi kita semua. Yang pasti semua motif mempunyai makna sendiri – sendiri, seperti halnya kain batik di Jawa.
Berbagai kerajinan dari kain tenun Lombok
Berbagai kerajinan dari kain tenun Lombok
Mendadak saya yang tadinya ‘plonga – plongo’ tentang Lombok menjadi sangat antusias, saya mesti ke sana suatu hari nanti. Apalagi di tambah dengan foto – foto yang memperlihatkan sang sahabat sedang mencoba menenun dengan didampingi para perajin tenun.Ah, betapa perajin Lombok tak pelit ilmu ya.
DARI LOMBOK KE NEW YORK !
Bukan ! Bukan saya yang ingin dari Lombok langsung terbang ke New York. Tapi kearifan lokal Lombok yang mau di bawa ke New York. Lha kok bisa ? Kok saya tahu ? Ya..ya..ya..sebenarnya saya tak sengaja ketika menonton tayangan acara di salah satu televisi nasional yang sedang mewawancari beberapa tokoh desainer terkenal Indonesia, bersikukuh dengan niat dan tekad yang besar untuk memperkenalkan kain tradisional Lombok ke kancah internasional.
Adalah Dian Pelangi desainer muda nan cerdas bersama Barli Asmara dan Zaskia Sungkar yang akan menampilkan karya busana muslim mereka di ajang Couture Fashion Week 2015 di New York. Amerika Serikat pada tanggal 14 Februari mendatang. Woooowww…meski bukan warga Lombok, tetapi saya merasakan kebanggaan menyelinap dalam.
Dian Pelangi, Barli Asmara dan Zaskia Sungkar, sedikit dari anak muda Indonesia yang mengenalkan kain tradisonal Lombok ke kancah internasionalDian Pelangi, Barli Asmara, Zaskia Sungkar sedikit dari desainer muda yang memperkenalkan kain tradisional Indonesia. (foto:sumber)
Etnik, cantik dan elegan yang terpancar dari kain tradisonal Lombok kebanggaan kita                     Etnik, cantik dan elegan! (foto:sumber)
Tenun Lombok sebagai pilihan karena memiliki berbagai macam jenis kain yang terinspirasi akan budaya serta tradisi leluhur.
Bagaimana tak salah bukan, kalau destinasi impian saya ke Lombok ? Selain membawa kenangan dan meninggalkan jejak kaki, tapi juga jejak kearifan lokal yang kental tersimpan dalam benak.
Nah, itu cerita saya, kalau kamu ? Yuk tulis juga di blog, siapa tahu impian destinasi kita kesampaian…. 🙂
Keterangan :
Foto – foto dokumen pribadi dan dari berbagai sumber.
Iklan

46 pemikiran pada “MEMBAWA KENANGAN DAN MENINGGALKAN JEJAK KAKI BERSAMA LOMBA BLOG PEGIPEGI

  1. Aku pengen bener ke Lombok…konon katanya tempat ini tak kalah indah dan menarik dari Bali… Ohya, tenun Lombok itu skrg kan populer banget…sampe ke Palembang lho banyak baju2 dijual motif Lombok… Trus aku bangga banget sama Mbak Dian Pelangi…dia itu orang Palembang spt diriku….hehe

  2. Mba Lies… ikut dong ke Lombok. Belum pernah nih.

    Ah… kutipannya bagus banget Mba, sayangnya banyak yang gak seperti itu ya. Semua meninggalkan jejak. hiks.

    Moga sukses ya mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s