#BERANILEBIH : MENANTANG ZONA NYAMAN


“ Saya tahu bahwa setiap perempuan memiliki kekuatan melebihi apa yang bisa di bayangkan “ ( Evita Peron, Pemimpin Spiritual dan Ibu Negara Argentina 1946 – 1952 )
Keberadaan perempuan yang seringkali di kesampingkan, membuat sebagian dari kita para perempuan menjadi sosok yang lemah dan kurang percaya diri untuk ‘tampil’. Padahal di balik kelemah lembutanya tersimpan potensi dan kekuatan yang begitu besar untuk merubah suatu keadaan bahkan kemajuan sebuah bangsa.
Banyak teladan dari para perempuan yang telah membuktikannya, baik tokoh dari dalam negeri seperti RA. Kartini, Dewi Sartika maupun Evita Peron dan masih banyak lagi, mereka semua adalah sosok agen perubahan.
Lalu bisakah saya mencontoh sosok perempuan hebat tersebut di atas, meski dalam skala yang  sangat kecil ?
Bekerja belasan tahun di sebuah perusahaan tentu hal yang saya impikan sejak muda. Berangkat pagi, bekerja , pulang di sore hari, dan menerima gaji di setiap bulannya adalah rutinitas yang saya lalui sejak lajang hingga menikah dan mempunyai dua buah hati. Nyamankah saya dengan kehidupan seperti itu ? Ya, tentu saja.
Begitu lulus sekolah langsung merantau  bekerja...dan masih jomblo ! :)

Begitu lulus sekolah langsung merantau untuk bekerja…dan tentu saja masih jomblo ! 🙂

Menyempatkan narsis jadul di sela istirahat kerja :)

Menyempatkan narsis jadul di sela istirahat kerja 🙂

Kantor adalah rumah kedua bagi saya, dimana setiap sudutnya sebagai saksi nadi kehidupan selama ini. Berkutat dengan komputer, berjibaku dengan deadline – deadline, menghadapi pimpinan, rekan kerja dan para pelanggan dengan berbagai macam karakter adalah warna – warni dalam kehidupan saya.
Setelah menikahpun pilihan saya tetap bekerja  di dunia otomotif yang maskulin.. :)

Setelah menikahpun pilihan saya tetap bekerja di dunia otomotif yang maskulin.. 🙂

Learning by doing, saya belajar sambil bekerja, semakin lama , semakin paham dinamika perusahaan dengan segala konfliknya. Mendengarkan , memahami dan mengetahui apa yang diinginkan pihak – pihak lain yang berhubungan dengan pekerjaan adalah cara terbaik saat saya berbenturan dengan berbagai masalah.
Seiring berjalannya waktu dan usia, ada rasa yang berbeda tatkala semua terasa lancar dan biasa – biasa saja. Ya, betul ! Ada keinginan untuk menantang diri dan #BeraniLebih untuk menaikan sedikit adrenalin dalam kehidupan. Berbekal pengalaman bekerja kantoran dengan kemantapan hati, saya keluar dari zona nyaman yang telah menemani selama sekian tahun.
Kantor  dan klien baru saya a.k.a Warung Kuliner dengan menu sejuta umat :)

Kantor dan klien baru saya a.k.a Warung Kuliner dengan menu sejuta umat 🙂

Saya memutuskan untuk membuka usaha sendiri , pilihan saya jatuh pada usaha kuliner. Hal ini sangat berbeda dengan dunia yang saya geluti sebelumnya yaitu otomotif . Selain menantang diri sendiri , juga berkeinginan untuk #BeraniLebih bermanfaat bagi orang lain dengan membuka peluang kerja. Mudahkah menjalani ? Tentu saja sangat sulit dan berat. Terbiasa dengan aturan – aturan yang sudah tertata rapi di perusahaan, tentu membuat saya masih sangat gagap dalam dunia baru ini.
Saya dgn seragam baru a.k.a celemek dan senjata sendok sayur, plus ruang kerja saya alias dapur warung  :)

Saya dgn seragam baru a.k.a celemek dan senjata sendok sayur, plus ruang kerja saya alias dapur warung 🙂

Melewati berbagai macam rintangan dan hambatan , jatuh bangun dalam usaha baru ini membuat saya kembali belajar dan menggali pengalaman kerja untuk diterapkan dalam menjalani usaha ini. Namun hasilnya tak juga membaik. Hal itu lumrah di alami oleh semua pengusaha pemula, hibur seorang sahabat , ketika melihat saya lesu tak bersemangat . Bukankah tantangan – tantangan seperti ini yang membuatmu semangat untuk menaklukannya, lanjutnya sambil merangkul bahu saya. Sayapun mengiyakan dan kembali bangkit menatap jalan yang terasa lebih pada lapang hari itu.
Pelan namun pasti,  warung kuliner sayapun bertambah pelanggan dan rejeki mengalir, semoga Insya Allah  berkah. Karyawan yang membantupun merasa betah dan nyaman membantu saya bekerja, ini merupakan anugerah lain bagi saya.
Saya meyakini segala sesuatunya dalam kehidupan tentu membutuhkan riak gelombang  untuk menuju keberhasilan, seperti halnya riak gelombang lautan yang tekun dan  gigih mengikis batu karang. 🙂
****************************

Tulisan ini diikutsertakan pada Kompetisi Tulisan Pendek di Blog yang di adakan oleh Komunitas Light of Women #BeraniLebih

Words : 500 diluar keterangan foto

FB : Lies Wahyoeni

Twitter : @Lieshadie

Iklan

53 pemikiran pada “#BERANILEBIH : MENANTANG ZONA NYAMAN

  1. Mbak Lies punya “tempat jajan”…??
    Waaah selamat ya mbak Liiies…makin bangga deh…👍👍👍👍

    Pinter masak, so dapat jalan untuk mengembangkan dan mewujudkan serta berbagi dengan orang lain lewat olahan tangan dirimuuu… Sukses ya mbak Liiesss…

    Harus mampir nih kalau ke Indonesia lagi 🙂

    • Makasih Teh…aku masih belajar masak dan dijual 🙂 …usaha kecil2an doang…doakan ya…aku justru salut dan bangga akan dirimu Teh….tar kalo pulang Indonesia tak paksa mampir lho ! 😀

  2. wooohh ra syopaaan…opening ora ngundang artes ibukota (Jawa Tengah) ki piyeeeee 😉
    Mara’i ngiler nih bakso rusuknya, harus mampir nih ntar klo ke tempatmu. Sukses terus usahanya ya mbaknduuuullll

  3. Muehehehehe…halah gur pasaran koyo jaman cilik mbiyen kok Dindul…isin nek ngundang artis seperti dirimu…ra kuat mbayare,,, 😀

    Iyo kudu mampir, njuk kapan arep nag Purworejo ?

  4. mbaak…, berani keluar dari zona nyaman dan usaha sendiri itu perlu keberanian luar biasa
    sukses ya mbak…
    (aku juga udah mulai mikir ntar pensiun mau ngapain nih)

    • Juga kekhawatiran yang amat sangat Mbak Monda ! Hehehehe
      Amin, makasih doanya Mbak..
      Tar kalo pensiun usaha yang sesuai hobi aja Mbak Monda, jadinya kita seneng menjalaninya… #halahsoktau #mintadijitakulekan 😀

  5. Waah sukses mak Lies…
    langkah besar dan butuh keberanian yg besar juga.
    *manyun di pojokan krn kepengen tp gak cukup punya keberanian keluar dr zona nyaman…yg sering terasa gak nyaman

  6. Mbaaaaak…
    Sekarang buka bakso rusuk sama mie ayam toh?
    Eyampuuun, itu kesukaan aku banget lho mbak, seriusaaan :))
    Semoga sukses selalu untuk warung kuliner-nya yah mbak,…
    Insya Allah suatu saat pengen mampir dan merasakan bakso buatan mbak Lies :))

  7. ini sungguh langkah yang membutuhkan nyali besar …
    betul-betul berbeda …
    bukan saja dari segi bidang usaha … tetapi juga dari cara kerjanya

    sukses selalu Jeng …

    salam saya
    (19/4 : 1)

  8. Langkah berani luar biasa, peluk Jeng Lies…
    Semoga usaha makin berkembang ya Jeng,
    rasanya pengin segera lari ke Pwrejo, ngincipi kuliner….seraya kopdar

    • Pangling sblm pake kerudung yaaa, yg seragam kuning aku yg jongkok rangkul temen, yg seragam coklat yg diri sebelah kanan …hihihihi itu potonya tun 2000-an hahahahaha…..udah 15 taun lalu ..awet mudakah saya MakLid ? #dikeplakantiaging :)))

  9. perempuan mungkin kalah dari laki laki dalam hal kekuatan. tapi jauh lebih hebat dalam hal daya tahan. makane aku yakin banget soal keluar dari zona nyaman kalo perempuan itu lebih berpotensi… nyatane belum pernah denger ada perempuan impotensi
    *sampluk panci…

  10. saya selalu salut kepada setiap orang yang berani keluar dari comfort zone dan membuka usaha sendiri. Memulai butuh nyali, mempertahankannya butuh konsistensi. Semangat mbak.. semoga lancar usahanya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s