CERITA LAIN DALAM MENYAMBUT KEMENANGAN


Punya kebiasaan khusus selama ramadhan? Pastinya iya….apapun kebiasaanya di bulan Ramadhan selalu membuat kita lebih banyak belajar lagi tentang mengelola kesabaran, menguatkan kemauan, kemampuan penguasaan diri serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dan cerita Ramadhan saya kali ini di mulai dengan……..


AWAL RAMADHAN YANG TAK BERSAHABAT
Beberapa hari sebelum ramadhan tiba, ada satu kejadian yang membuat saya harus lebih sabar dan refleksi diri dengan apa saja yang menimpa. Dalam sekejab saya harus kehilangan beberapa hal, seperti sebagian milik saya di ambil tamu tak di undang yang mampir di kedai kuliner saya, sehari sesudahnya saya mesti rehat di rumah karena keadaan ekonomi perusahaan tempat saya bekerja sedikit goyah. See ? Saya kehilangan pendapatan, padahal saya sedang butuh banyak biaya atas kejadian yang saya alami. Belum lagi bersamaan dengan Sulung saya yang di tahun ajaran baru ini masuk ke Sekolah Menengah Atas, tentu biaya yang saya butuhkan di bulan Ramadhan ini cukup besar. Saya harus ikhlas dengan semua kehilangan yang menurut saya bertubi – tubi . Hidup harus lanjut dengan tetap tegak berdiri, berihtiar dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT bahwa semua yang saya alami pasti ada hikmah besar di dalamnya.
MENIKMATI RAMADHAN DI RUMAH
Ya, kali ini saya menikmati bulan Ramadhan full di rumah, jika di tahun – tahun sebelumnya saya selalu tetap beraktifitas di kantor dengan ritme yang teratur, berangkat pagi, pulang petang terkadang buka puasa di jalan, baru di tahun ini saya benar – benar menikmati puasa bersama anak – anak di rumah, karena kebetulan mereka libur sekolah.
CARA LAIN MEMANFAATKAN BULAN PENUH BAROKAH SELAIN BERIBADAH
Selain kesibukan urusan intern rumah rumah tangga di segitiga emas saya, yaitu sumur, dapur dan jemur kasur #eh ! Tentu saya ingin memanfaatkan bulan penuh berkah dengan cara yang lain. Terbiasa dengan kesibukan yang menyita waktu membuat saya jengah berdiam diri saja di rumah. Bersama ibu – ibu Kelompok Wanita Tani ( KWT ), saya memberikan usul membuat peluang usaha, dengan harapan bisa menambah uang belanja ibu – ibu anggota untuk membeli keperluan lebaran. Dengan modal dari uang kas KWT, memberdayakan ketrampilan ibu – ibu dan alat – alat masak inventaris yang kami miliki, seperti oven roti, mikser, loyang roti berbagai ukuran, wajan, panci, panci kukus dan lain – lain.
Ya, dapat di tebak bukan, kami membuat kue lebaran untuk di jual, tentu peluang yang sangat besar dan di yakini sukses oleh semua anggota saat kami bermusyawarah untuk menentukan kue apa saya yang mampu kami buat juga jadwal dan pengelompokan anggota. Target kami dalam waktu dua ( 2 ) minggu untuk pengerjaan kue, dan dua ( 2 ) minggu berikutnya untuk memasarkan kue, jadi sebulan penuh kami bekerja secara bersama – sama.
Kue nastar, kue kacang, kacang telur dan kue gabus menjadi primadona anggota untuk segera di buat, maka cukup empat ( 4 ) jenis ini yang kami buat, dalam jangka waktu dua minggu .
Rasa sedih dan kehilangan yang saya rasakanpun pun berangsur hilang seiring dengan canda dan tawa dengan para anggota KWT, maklumlah selama ini meskipun saya termasuk anggota dan pemrakarsa pemohon bantuan alat – alat inventaris pada Dinas terkait, saya termasuk anggota pasif karena jarang ikut berkumpul di karenakan saya harus bekerja, baru kali inilah saya membaur bersama anggota lain dan saya merasa bahagia dan berarti di Kelompok Wanita Tani yang di namai Tunas Melati ini. 🙂
( Sayang, saat berkegiatan ini saya tak mendokumentasikannya, karena kamera dan smartphone saya ikut hilang, sehingga tulisan ini tanpa foto – foto 😦 )
HARI KEMENANGANPUN TIBALAH !
Hari yang ditunggu tibalah, meski tertatih – tatih dalam menyiapkan hari istimewa ini, tapi tak bisa dipungkiri kebahagiaan dan rasa syukur yang dalam terbersit dalam hati, tanpa mengeluarkan biaya seperserpun, saya dapat menyiapkan kue – kue lebaran beserta menu – menu spesial lainnya, untuk menyambut sanak saudara handai taulan dan para tetangga, padahal sebelumnya hampir saya tak bisa membayangkan, lewatkah lebaran di rumah saya ? Saya dan suami bisa melewati tanpa persiapan apa – apa, tapi bagaimana dengan anak – anak kami yang belum paham dengan kondisi ekonomi orang tuanya. Ya, saya sangat pesimis dalam menyambutnya, tapi ternyata Allah Maha Segalanya, semua saya lalui dengan baik. Saya bisa mempersiapkan segala sesuatunya semaksimal kemampuan yang ada. Saya merasa kuat dan menang mengalahkan segala perasaan egois, marah, hidup tak adil dan lain sebagainya.
WARNA RUMAH ADALAH SATU DI ANTARA KEMENANGAN ITU.
Tak bisa di pungkiri, rumah adalah salah satu yang penting dipersiapkan di hari lebaran, apalagi buat saya, yang menempati ‘ rumah pusaka’ ( rumah peninggalan orang tua ) yang harus kami rawat sebaik – baiknya. Tatkala lebaran tiba, semua keluarga di pastikan berkumpul di rumah saya. Ya, keluarga besar Bapaknya anak – anak sebagian tinggal di ibukota, jadi saat lebaran selalu mudik dan berhari raya di rumah pusaka.
Namun, seperti saya ceritakan di awal paragraf lebaran kali ini tentu saya harus sangat cermat dan hemat dalam mempercantik rumah agar biaya yang di keluarkan tak menjadi sia – sia. Pilihan saya kali ini adalah mengecat dinding rumah sebagian untuk tampil lebih bersih, segar dan semangat. Untuk itulah saya benar – benar memperhatikan hal – hal berikut ini,
• Biaya yang harus di keluarkan.
• Pilihan warna yang sesuai dengan model rumah dan selera keluarga.
• Tata letak / arah hadap rumah, terkena cahaya langsung matahari atau tidak.
• Cuaca dan suhu di sekitar rumah ( lembab / kering )
• Keawetan dan ketahanan cat rumah.
DULUX, WARNA KEMENANGAN !
Mengapa harus Dulux ? Ini karena warisan pilihan mertua….hehehehe iya, saya kan gak paham cat, jadi Cuma meneruskan saja apa yang menjadi tradisi keluarga besar mertua. Eh, tapi kan memang benar bukan, dari segi biaya tentu harga Dulux terjangkau, saya yang sedang dalam pengiritan besar – besaran juga bisa beli beberapa kaleng dalam ukuran 2,5 liter. Nah, dalam rangka bulan ramadhan malah ada promo, setiap pembelian sebesar Rp. 1.000.000,- ( Satu juta rupiah ) mendapatkan voucher Rp. 100.000,- ( Seratus ribu rupiah ), nhaaa…kan bisa buat tambah – tambah beli cat pagar rumah atau teralis bukan ? Lebih cantik lagi rumah kita.:)

Kaleng Cat Dulux duduk manis di gudang

Kaleng Cat Dulux duduk manis di gudang

Pilihan warna cat Dulux sangat banyak, sampai bingung memilihnya apalagi kalau melihat – lihat isi katalog, malah makin bingung semua cakep, daripada kebingungan memilih saya memang suka yang standar – standar saja, pilihan jatuh pada warna putih dan abu – abu saja. Simpel sekali saya ya….. Dulux Pearl Glo, Bone White RM 26YY 71/098 dan Universal Grey 00NN 62/990 saya rasa kombinasi yang cukup adem di pandang mata untuk bagian luar rumah, untuk dalam rumah cukup ruang tamu dulu yang di cat …sekali lagi saya sedang program mengencangkan ikat pinggang sekencang – kencangnya.

Warna Kemenangan yang saya pilih :)

Pernah melihat dinding yang terkena jamur atau lumut? Sungguh pemandangan tak sedap dan menghilangkan selera bukan ? Itu timbul karena suhu sekitarnya sangat lembab. Nah, saya tinggal nun jauh di desa, yangnotabene kelembaban udaranya sangat tinggi, tapi dengan Dulux tentu tak khawatir karena salah satu keunggulan Dulux adalah Resist Dampness yaitu mencegah kelembaban dinding luar dan dalam yang dapat menyebabkan jamur dan lumut. Apalagi Dulux pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Elastoshield yang menutup dengan sempurna retak rambut dan memberikan perlindungan maksimal terhadap cuaca apapun. Bahkan ada garansi lima ( 5 ) tahun untuk anti jamur dan lumut. Nah !

Dinding berlumut karena salah pilih cat :(

Dinding berlumut karena salah pilih cat 😦

Dengan Dulux tak kan ada lagi retak rambut seperti ini..

Dengan Dulux tak kan ada lagi retak rambut seperti ini..

Cat produksi dari PT. ICI Paint Indonesia ini memang terkenal dengan keawetan warna, hingga tetap segar meski sudah di cat lama, karena colour lock yang mampu mencegah pudarnya warna karena paparan sinar ultra violet, juga perlindungan maksimal dari hujan. Apalagi jika cara aplikasi cat di lakukan dengan benar yaitu dengan mengaplikasikan secara bertahap.

Ini dia keunggulan Dulux

Ini dia keunggulan Dulux

MENGGUNAKAN DULUX = MENCINTAI LINGKUNGAN
Ah, saya selalu antusias kalau membicarakan soal isulingkungan….iya dong percuma saja kalau sudah sering nulis tentang lingkungan tapi tak berperan serta dalam melestarikan lingkungan bukan ? Memilih catpun harus ramah lingkungan. Memang ada ? Tentu saja ada, Dulux buktinya, yang ada Green Label Singapore, Enviromentally friendly ( Low VOC Paint ). Bagaimana ? Masih ragu ? Tanya yuk ke telpon bebas pulsa di 0.800.11.38589 atau buka websitenya di http://www.dulux.co.id biar di jawab dengan jelas semua keraguan kita.

Ini dia Green Labelnya...

Ini dia Green Labelnya…

Atau juga pengin tahu tentang segala tips, trik mendekorasi rumah sesuai keinginan, inspirasi atau  pemilihan warna yang sesuai kata hati …bisa langsung meluncur ke website Dulux, di jamin rumah kita menjelma menjadi rumah idaman banyak orang.
GAK NARSIS , GAK EKSIS
Yeaaayyyy…..tapi sayanya udah gak pantes narsis, takut diketawaian Sulung saya….Biarlah saya gak eksis tapi yang penting saya tetep bisa nulis. Hihihihihi……Tapi kalau tetep pengin eksis jangan khawatir, kabar baik dari Dulux yang satu ini wajib di catet yaitu Photo Competition with Dulux ! Mau ikut ? Coba klik di www.warnawarnikemenangan.com. Eh, siapa tau kalian jadi pemenangnya, hadiahnya banyak banget dan bikin semangat lhoh. Ayo buruan ikut..yah…yah…yah….! 🙂

Iklan

15 pemikiran pada “CERITA LAIN DALAM MENYAMBUT KEMENANGAN

  1. Waaah emak lagi ikutan lomba nih, semoga menang ya mak. Aku mendukungmu, eiiits… ngomong-ngomong boleh juga tuh pakai cat Dulux soalnya cat tembok dirumah juga banyak yang sering retak. Makasih ya mak buat sarannya 🙂

    Salam kenal saya Tahta dari distrokids Kaos Muslim Keluarga dan Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s