Blog & Blogger, Uncategorized

PRODUK LOKAL UMKM MENUJU REVOLUSI INDUSTRI 4.0


“Mbak Lis, ke Pasar Rakyat yuk”

Chatt dari seorang sahabat.

Perjalanan Purworejo – Yogyakarta memakan waktu kurang lebih 2 jam, sedikit mendung, membuat saya tertidur di sepanjang perjalanan.

“Mbak, tak tunggu di Mesjid Pakualaman, yo”.

Begitu isi chatt, ketika terbangun karena suara kondektur berteriak “Gamping…Gamping!”

*****

Bertempat di Alun – alun Sewandanan komplek kantor Wakil Gubernur di kawasan Pakualaman, Pasar Rakyat itu di gelar. Beragam Produk lokal UMKM dari berbagai penjuru Yogyakarta memenuhi stand pameran yang di gagas oleh Dinas Koperasi dan UMKM berkolaborasi dengan PLUT ( Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM ) Yogyakarta.

Hujan mengguyur deras, ketika baru berapa langkah menuju stand, namun tak menyurutkan kaki untuk tetap menyusuri stand – stand pameran, meski sempat berteduh di stand yang kebetulan tak berpenghuni. 🙂

Jangan tanya, seberapa kalapnya saya melihat produk – produk unggulan UMKM kemarin.

Nah tuh, terpesona gak si melihat kain dengan warna menawan begini ?

Yes banget kan ? Produk Batik Jumputan ini milik Dea Modis, produk unggulan dari Kelurahan Umbulharjo Yogyakarta.

Siapa sangka kalau awal mula usaha ini hanya sekedar pelatihan dan pemberdayaan ibu – ibu rumah tangga di Kelurahan Umbulharjo.

Berkat keuletan dari Ibu Dra. Tuliswati Shandi, pelopor sekaligus pemilik Dea Modis, yang membuat Batik Jumputan produknya menjadi lain dari pada yang lain, memiliki motif yang tidak pasaran, ( limited edition ), pemilihan bahan pewarna tidak luntur dan gradasi yang unik.

Selain berupa kain bahan baju, di stand banyak juga dipamerkan berbagai macam aksesoris dan tas. Semua chic dan cantik. Sukses membuat saya menelan ludah setelah bertanya harga sehelai kain Batik Jumputan. 🙂

Sssttt kartu nama Dea Modis, saya simpen, siapa tahu bulan depan saya butuh seragam kantor, ya kan ?

Oya, selain memproduksi Batik Jumputan, Dea Modis juga mengadakan Progam Pelatihan Jumputan lho, berminat ? Kontak langsung ke Ibu Dra. Tuliswati Shandi di 0274.388812 atau datang ke showroomnya di Jl. Soga 6A Tahunan Umbulharjo Yogyakarta.

Masih soal kain, yaiyalah perempuan kalau lihat bahan baju bawaanya pengin bawa pulang. Hehe

Kali ke sekian saya terpesona dengan warna – warna lembut kain batik ecoprint. Warna yang ditimbulkan dari bahan alami daun.

Jika Batik Jumputan tadi adalah batik dengan teknik diikat kemudian di celup ke pewarna kain, sehingga menghasilkan grdasi warna warni, maka Batik Ecoprint ini mempunyai teknik yang tak kalah unik. Tapi kenyataan selalu tak berbanding lurus dengan ekspetasi. Kata mbak penjaga stand, cuma daun jati, daun jarak, daun mangga kweni di pukul – pukul di atas kain, kemudian kain di rebus. It’s sound so simple, nyatanya saya pernah mencoba dan ketika selesai pemukulan malah seperti gombal amoh. Hahaha.

Ya, semua memang perlu belajar, mengerti teknik dan punya cita rasa seni yang tinggi.

Tanpa itu semua maka mustahil Batik Ecoprint ini akan bernilai ekonomi tinggi. Lagi – lagi saya mendadak puyeng, mendengar harga selembar kainnya. Di bandrol Rp. 400.000,-.

Etapi saya sudah punya syal batik ecoprint juga lho, motif daun jati berwarna merah marun.

Selain Batik ecoprint juga ada Batik teknik Shibori yaitu seni batik lipat dari Jepang. Beneran saya juga baru tahu Batik Shibori ini.

Kapan – kapan pengin juga ikut workshop ecoprint di Home Base nya Shibori Hatie di Jl. Godean Km.4.5 ( Modinan Rt.08 Rw. 21 ) Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta.

Hujan tak kunjung mereda, namun semangat para pelaku UMKM tetap membara, langkah kecil saya terhenti ketika ibu Wutri Wulani, menyapa kami dan menyodorkan beberapa produk unggulanya.

Belakangan baru saya ketahui bahwa ibu Wutri adalah Ketua Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Maju Jaya , Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Ibu Wutri bercerita bahwa awal mula mengembangkan produk jamu tradisional, di sebabkan karena Beliau menderita beberapa penyakit dan mengkonsumsi berbagai macam obat kimia serta merasa bosan berobat ke dokter.

Qodarullah, sang suami mempunyai usaha kebun tanaman buah, tanaman hias serta tanaman obat – obatan. Bersama suami, ibu Wutri belajar mengolah hasil kebun obat – obatan dan buah untuk konsumsi pribadi.

Namun seiring waktu, dengan mengikuti berbagai macam Pelatihan di Dinas terkait, produk yang awalnya di konsumsi sendiri ini menjadi produk yang bernilai jual dan mampu bersaing dengan produk serupa lainnya.

Bahkan produk Ibu Wutri sudah mempunyai No. PIRT, Beliau bercerita, bahwa pemerintah sangat memperhatikan pelaku UMKM, segala prosedur yang berkaitan dengan produk dibantu dan di mudahkan. Bahkan di hari – hari tertentu di perbolehkan menggelar produknya di dinas – dinas terkait.

Di sela perbincangan kami, dalam hati saya salut dan kagum dengan keuletan Beliau, pengalaman menderita sakit, keinginan sembuh yang tinggi justru melecut jiwa bisnisnya di usia yang tak lagi muda.

Beberapa produknya sukses saya bawa pulang. Bukan hanya sekedar sebagai oleh oleh atau uji coba namun terselip hikmah yang dalam.

Produk Lokal UMKM menuju revolusi industri 4.0 ?

Ya, pasti bisa !

Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan PLUT Yogyakarta mengadakan sistem pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha berdaya saing dan khas Jogja, yang di sebut Si Bakul Jogja, seperti yang tertulis di setiap tenda stand bagian atap.

PLUT sebagai lembaga mediasi bagi pengembangan UMKM dan Koperasi mempunyai kelas pelatihan bisnis yang aplikatif dan memberi solusi praktis bagi pelaku bisnis dengan jadwal setiap hari Selasa jam 09.00 – 12.00 WIB.

Melalui pelatihan dan pembinaan serta menerapkan sistem database dan klastering ( pengelompokan ) diharapkan mampu menjawab tantangan pengembangan revolusi industri 4.0 yang mengarah pada digitalisasi.

Semangat dan sukses untuk Produk Lokal UMKM kita !

4 tanggapan untuk “PRODUK LOKAL UMKM MENUJU REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

  1. Menarik yaaa kain2 ecoprint ini. Udah beberapa waktu ngliatin dari jauh ehehe, pas liat langsung kok emang bagus yaa. Ayo kapan2 hunting bareng maak…di jogjaa :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s