Fiksi, Serba - serbi

# PostcardFiction : DARA


credit
credit

Mata beningnya mengerjap – ngerjap jenaka, ketika es krim vanilanya terjatuh membahasahi hampir seluruh ujung sepatu baletnya. Mengembangkan senyum termanis, berusaha tak menampakan kekecewaan, kuncir rambutnya bergoyang – goyang lucu tertiup angin.

Gadis yang manis, gadis yang  selalu membuat hari – hariku penuh warna oleh gelak tawanya. Bersamanya seperti larut dalam kegembiraan yang tak berkesudahan. Tak banyak kata, tapi aku tahu, dia sangat menyukaiku.  Begitupun aku.

Seperti siang kemarin, betapa cantiknya dia, membawakanku setangkai mawar merah, terbata – bata mengucapkan sesuatu, tapi belum sempat kutangkap apa maknanya, dering handphoneku, memutuskan pertemuan kami  siang itu.

*********************************

Taman Sekolah Luar Biasa itu  terasa sangat lengang, hanya notes kecil dan  pensil birunya kutemukan tergeletak di bangku kayu. Tak ada lagi gadis  berkuncir lucu, yang riang menangkap kupu – kupu bersamaku.

” Pak, gak ikut melayat ke rumah Dara ?”, Bu Murni guru wali kelas Dara menepuk pundakku lembut.

kartupos4

Note : Flash Fiction ini di ikut sertakan dalam Event Kampung Fiksi :  Event Baru #PostcardFiction Edisi Valentine