Keluarga & Anak

Malu deh saya….!


Duh Pengeran kang Welas…duh Pengeran kang Welas…

 mugi paring bebingah tiyang Islam sedoyo…

( Duh, Allah yang Maha Pengasih…duh Allah yang Maha Pengasih, mudah – mudahan memberi kebahagiaan bagi semua umat Islam )

Syair di atas adalah syair puji – pujian mengagungkan  asma Allah Swt, yang selalu di lantunkan oleh si Bungsu bersama teman – teman sebayanya ketika beriringan pulang dari mengaji. Jadi setiap jam 8 malem, kalo terdengar suara si Bungsu melantunkan suara puji – pujian dengan suara lantang, adalah isyarat bahwa dia sudah dekat dengan rumah, pasti tak lama pasti terdengar ‘ Assalamu’alaikum’ nya yang nyaring,  yang sekaligus melegakan penantianku.

Aku suka tersenyum sendiri bila si Bungsu melagukan puji – pujian seperti itu, rasanya kadang tak percaya tiba – tiba dia begitu fasihnya melantunkanya. Apalagi mendengar dia belajar adzan di mesjid, meski masih tertatih – tatih, sempat membuatku merinding dan menitikan air mata terharu. Betapa tidak, semasa mengandung dia, sempat dokter memvonis janin yang ada dalam rahimku harus digugurkan, karena aku terserang virus Rubbela yang sangat parah, yang di khawatirkan bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Alhamdulillah wasyukurillah, aku mengabaikan surat rujukan dari Dokter itu. Aku sangat yakin dan percaya bahwa apapun yang di berikan Allah, adalah yang terbaik bagiku, jadi apapun adanya nanti, itulah yang terbaik buatku. Hari demi hari, bulan demi bulan, meski terselip rasa cemas, semua aku pasrahkan kepadaNya.

Sampai hari ‘H’ pun tiba…Subhanallah, ternyata Kuasa Allah tak tertanding dan tak berbanding, aku melahirkan bayi laki – laki montok, lucu, putih dan tak kurang suatu apa…..jadi apalah arti vonis manusia di banding Kuasanya bukan ? Dan Bayi laki – laki yang kini berusia 6,5 tahun, itulah yang kini sering melantunkan puji – pujian mengagungkan asma Allah Swt . 🙂

Selain membuatku terharu, ada lagi  yang lebih membuatku terasa tertampar apabila si Bungsu menegurku begini :

” Buk, kok gak berangkat ke mesjid ?”

Padahal, Ibunya masih kelesotan di karpet males – malesan di depan netbook, malah berasik masyuk dengan pesbuk # tutup muka #

Nah, loh…anak  selain pengikat hati, oase di tengah padang gelombang kehidupan,  juga sebagai rem yang amat pakem bagi sikap orang tua yang terkadang kurang bijaksana.