Keluarga & Anak, Serba - serbi

SEMUA BERMUARA DI HATI


” Gegamaning wong akrami, dudu bandha dudu rupa

Amung ati pawitane, luput pisan kena pisan

Yen gampang luwih gampang, yen angel , angel kalangkung

Tan kena tinumbas arta… ”

Syair di atas adalah lirik lagu Jawa smaradhana, yang dulu sering didengung – dengungkan oleh simbah kakung  saya, ketika saya mulai dewasa dan sudah pantas menikah. Terjemahan bebasnya kurang lebihnya begini, senjatanya orang menikah itu bukan harta maupun rupa, namun hati, salah sekali akan salah selamanya, jika mudah pasti lebih mudah, tapi jika susah pasti lebih susah, tak terbeli dengan uang.

Intinya, dalam pernikahan yang utama adalah memang ketulusan hati dalam memilih dan menerima seorang yang telah di takdirkan olehNya menjadi pasangan hidup kita. Pun ketika pada akhirnya saya menemukan jodoh, kembali syair di atas kucermati maknanya berulang kali, dan memang  yang di dengungkan simbah kakung saya itu, benar adanya. Saya memilih hatinya dalam  menjalani hidup bersama di sisa usia saya. Lanjutkan membaca “SEMUA BERMUARA DI HATI”