ALIAN BUTTERFLY PARK


Hujan rintik – rintik sore itu tak menyurutkan langkah kami untuk mampir ke Taman Kupu – kupu yang berada tepat di depan Pemandian Air Panas Krakal di Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Rasa keingin tahuan tentang Taman ini ,makin menjadi tatkala melihat bentuk bangunan taman tampak dari luar sekilas mirip istana negeri dongengnya Peri Nirmala dan Oki di majalah anak – anak Bobo.

Baca lebih lanjut

KEMARAU…


KEMARAU

Tiada ranting yang rimbun daun pun berguguran

Mata air pun kering tiada titik embun turun

Saat itu, kemarau yang datang hati gersang dan berdebu

Curah hujan tiada turun membasahi jiwa ini

Tiada pohon yang rindang tempat berteduh diri

Air mata pun kering suara hati pun membisu

Saat itu, kemarau yang datang cita hati t’rasa sendu

Cah’ya mentari t’rasa panas menyinari jiwa ini

Kapankah mendung datang mengalun mengusir kemarau kali ini

Tapi sabarlah diri menanti pasti kemarau pergi berganti

Baca lebih lanjut

MAKNA DI BALIK SERUMPUN BAMBU


Sahabat blogger….

Setelah beberapa hari lalu saya bercerita tentang pohon jambu air yang tumbuh di depan rumah, kini giliran cerita tentang serumpun bambu yang tumbuh tak kalah subur   memayungi pojok halaman rumahku. Yap ! Sekitar rumahku masih banyak pohon bambu yang membuat teduh dan menciptakan  keindahan pagi lebih sempurna dengan bias cahaya mentari yang menerobos di sela – sela batang bambu. Baca lebih lanjut

MANFAAT JAMBU AIR


Tadi pagi tumben – tumbenan saya menyapu teras, sambil mengamati pohon jambu air yang berderet – deret di halaman rumah. Kok,  ternyata rimbun dan hijau seger di pandang mata. Hihihihi. Biasanya kalau menyapu cuma..sret..sret..matanya gak kemana – mana selain ke lantai. Jadi kepikiran sama manfaat – manfaat jambu air yang pas lebaran kemarin berbuah agak banyak. Meski sempat bunganya pada rontok karena musim hujan yang gak jelas datangnya. Iya, hujan lebat di saat musim kemarau. Rontok deh, bunga jambu di halaman. Baca lebih lanjut

DENDANG PAGI DI BUMI PASUNDAN


Malam belum selesai dengan sempurna, ketika saya tiba di kaki gunung Tangkuban Perahu, hari Minggu lalu. Udara dingin menyeruak dan terasa masih menusuk kulit padahal  di lapisi cardigan yang cukup tebal :). Inilah kali ke dua saya menjejakkan kaki di bumi Pasundan. Lama sekali saya memimpikan perjalanan liburan seperti ini, Biasanya  cuma numpang lewat bila sedang melakukan perjalanan ke Ibukota.

Udara dingin dan kantuk tak tertahankan setelah menempuh perjalanan separuh malam, tak menyurutkan langkah untuk segera menyentuh air dan bebersih diri di tempat transit dengan pemandangan dini hari yang sangat pekat. Segelas kopi instan  cukup menghangatkan dan mencairkan kebekuan suasana itu. Sembari menunggu sarapan pagi, jalan – jalan di seputaran tempat transit, sungguh menyegarkan mata, samar – samar di atas tebing terlihat jajaran rumah – rumah kayu tempat rombongan touring sebuah merk mobil lama, melepaskan lelah. Kok, jadi pengin ikut touring bareng mereka ya..hahaha. Asyik banget di lihatnya. Baca lebih lanjut